<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA &#187; letter</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/tag/letter/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bukan Sebenar-Sebenar Hati</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2010/06/bukan-sebenar-sebenar-hati.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2010/06/bukan-sebenar-sebenar-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 04:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[letter]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Entah mengapa aku mencarimu,
bahkan entah dari mana aku tiba-tiba tahu rumahmu dan mengunjungimu,
dan kau ada disitu, berdiri mematung seakan bisa baca hatiku
Gurat wajah jerihmu, senyum kecilmu menghiasi kerling matamu yang tersenyum penuh arti
Siapa yang tak tersipu dilihat seperti itu, aku menunduk malu tak mengerti bagaimana berlaku
Hingga akhirnya memilih berlalu dari hadapanmu..
Kisah ini..
Seperti sebuah dongeng seorang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah mengapa aku mencarimu,</p>
<p>bahkan entah dari mana aku tiba-tiba tahu rumahmu dan mengunjungimu,</p>
<p>dan kau ada disitu, berdiri mematung seakan bisa baca hatiku</p>
<p>Gurat wajah jerihmu, senyum kecilmu menghiasi kerling matamu yang tersenyum penuh arti</p>
<p>Siapa yang tak tersipu dilihat seperti itu, aku menunduk malu tak mengerti bagaimana berlaku</p>
<p>Hingga akhirnya memilih berlalu dari hadapanmu..</p>
<p>Kisah ini..</p>
<p>Seperti sebuah dongeng seorang putri dan pangeran,  selalu dengan banyak awalan tanpa akhiran</p>
<p>Cerita yang tak urung usai memenami malam memeluk temaram</p>
<p>Kau yang telah pergi tanpa permisi, mempermainkan sepotong hati</p>
<p>hatiku yang kata <em>Penyair Sapardi </em>adalah  &#8221;Hatiku Selembar Daun&#8221;</p>
<p>Musikalisasi puisi yang akhir-akhir sering berdengung di alam bawah sadarku..</p>
<p>Menemani sepiku yang kosong tanpa renyah tawamu..</p>
<p>Sepinya sepotong hati..</p>
<p>Jangan khawatir , jika kau baca ini, tak lebih dari serupa puisi</p>
<p>Anggap saja mimpi, bukan sebenar-benar hati</p>
<p>Ah sudahlah, ada yang sudah membuat pilihan..</p>
<p>Pilihan untuk bersembunyi di balik awan&#8230;</p>
<p>Padahal aku tahu awan akan tiada berganti hujan..</p>
<p>Jadi kuyakinkan dia akan kembali (lagi)</p>
<p>Fin..</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2010/06/bukan-sebenar-sebenar-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purnama Hujan Unik</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2010/05/purnama-hujan-unik.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2010/05/purnama-hujan-unik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 16:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[letter]]></category>
		<category><![CDATA[monolog]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini mestinya terang Purnama, meski tak penuh&#8230;.
saat sang hujan menyapa bumi, bulan semakin enggan bagikan cahaya lembutnya..
Hmm..mungkin karena takut jika sang malam akan membuatnya semakin kedinginan
Purnama Hujan begitu ujar Neo&#8230;..
Frasa yang terdengar unik ..? begitu Zet menimpali..
Kalau begitu bagaimana dengan “Purnama Hujan Unik”
Ah hanya sebuah frasa entah mewakili perasaan dan hati yang mana..ataunyatanya  [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini mestinya terang Purnama, meski tak penuh&#8230;.</p>
<p>saat sang hujan menyapa bumi, bulan semakin enggan bagikan cahaya lembutnya..</p>
<p>Hmm..mungkin karena takut jika sang malam akan membuatnya semakin kedinginan</p>
<p>Purnama Hujan begitu ujar Neo&#8230;..</p>
<p>Frasa yang terdengar unik ..? begitu Zet menimpali..</p>
<p>Kalau begitu bagaimana dengan “Purnama Hujan Unik”</p>
<p>Ah hanya sebuah frasa entah mewakili perasaan dan hati yang mana..ataunyatanya  mungkin basa-basi belaka..</p>
<p>Zet nyaris merasa riang, keterkejutan tak terkira karena Neo akhirnya kembali..</p>
<p>meski bukan ke sisinya dan pasti bukan untuk memeluknya..</p>
<p>Tidak!!!!</p>
<p>Bahkan dalam dimensi apapun..pun tidak dalam mimpi..</p>
<p>Neo!!!</p>
<p>Kutahu kau belum berubah..seperti  Neo yang dulu,  hanya saja sedikit berbeda, kini kau lebih suka menyembunyikan apa yang ada di hati, ya begitulah seharusnya</p>
<p>Ada romansa yang terkadang tak perlu ditampakan seperti saat cahaya rembulan bersembunyi di balik rintik hujan malam ini..</p>
<p>Lihat!!!</p>
<p>Musik mengalun sendu di laptopnya, sementara hening mencengkram kelam</p>
<p>Mata sipitnya semakin menyipit di ruang kantor  berteman  nyamuk pencari setitik darah</p>
<p>Mengisi perutnya dengan resiko kematian yang setiap saat mengintai dari tepukan tangan kegemasan&#8230;.</p>
<p>Kantuk mulai menyerang&#8230;tapi tak luluhkan mata yang enggan terpejam..</p>
<p>Akhirnya dia putuskan..membuat coretan ..yang kini kau bisa baca tanpa jeda..</p>
<p>Sekedar coretan..bukan apa-apa</p>
<p>Besok hari semuanya akan menjadi seperti semula..kembali sebagaimana adanya&#8230;</p>
<p>Tapi satu hal..dia tahu bahkan sangat tahu apa yang ada di hatinya..</p>
<p>Kan dia pastikan..kau tak akan pergi (lagi)&#8230;</p>
<p>Tidak saat ini&#8230;(paling tidak untuk saat ini)&#8230;</p>
<p>iya&#8230;</p>
<p>(@opis 23:48 PM)</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2010/05/purnama-hujan-unik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 08:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[astronomy]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[ISS]]></category>
		<category><![CDATA[letter]]></category>
		<category><![CDATA[russia]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>
		<category><![CDATA[soyuz]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Zet, Lihatlah dunia dari berbagai sisi dan hatimu yang seperti cermin jangan lupa untuk selalu kau bawa serta 
Maaf  Zet, aku baru sempat membalas surat &#8211; suratmu tentu, tentu aku membacanya dengan seksama, tak terlewatkan satu huruf bahkan titik pun meski tak selayak Tuhan yang mustahil melewatkan pandangan dari makhluk-mahkluk-Nya bahkan dari helai demi  [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Cathleya'>Surat untuk Cathleya</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Junks Space'>Junks Space</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span style="color: #ff6600;"><em>Zet, Lihatlah dunia dari berbagai sisi dan hatimu yang seperti cermin jangan lupa untuk selalu kau bawa serta </em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Maaf  Zet, aku baru sempat membalas <a href="http://nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html">surat</a><a href="http://nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html"></a> &#8211; <a href="http://nenyok.com/2009/04/waterfall.html">suratmu</a> tentu, tentu aku membacanya dengan seksama, tak terlewatkan satu huruf bahkan titik pun meski tak selayak Tuhan yang mustahil melewatkan pandangan dari makhluk-mahkluk-Nya bahkan dari helai demi  helai daun yang berguguran dari pohon yang sedang meranggas di musim gugur diselimuti kabut pagi hari dan senyuman sang embun.</p>
<p style="text-align: justify;">Zet, jika saja berkenan ku ibaratkan, dirimu yang kelu, dirimu yang sedang merasa sendu tak ubahnya seperti pohon yang ditinggalkan daun-daunnya, meranggas di musim gugur, tapi kau tahu apa yang terjadi kemudian Zet, saat musim semi tiba semuanya akan kembali  semula, pucuk-pucuk mungil hijau daun bermunculan, bunga bermekaran menyongsong matahari dengan sumringah, alam seakan dilahirkan kembali penuh dengan warna dan pelangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentang NeoTsar? Yah aku tahu, kau bersedih saat mengingatnya, tapi pernahkah kau tanya hatimu, kenapa, Kenapa harus NeoTsar, jujur saja aku agak kaget dengan penjelasanmu, kukira tak ada yang berbeda diantara kalian, ternyata perasaan sepi atau sakitmu barangkali membawa jalan dan melarutkan pemiliknya kepada hal-hal yang tak terduga dan menyenangkan sekaligus menggelisahkan yang kau sebut dengan cinta, begitu bukan Zet?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun apapun yang telah terjadi antara dirimu dan NeoTsar, apapun keputusan yang kau buat tentang layak tidaknya NeoTsar di sisimu dan akhirnya nuranimu sampai pada keputusan memilih untuk meninggalkananya sebagai bentuk kepantasan hubungan yang kau inginkan, aku setuju Zet, sangat setuju, bagaimanapun perihnya yang kau rasakan karena perpisahan itu, bagaimanapun manisnya kenangan yang kalian lalui bersama tapi sekali lagi menjauhinya adalah pilihan pantas dan layak, dan disitulah justru ketulusan hatimu yang bicara, itulah ketulusan yang sebenarnya atas rasa sayang yang kalian saling miliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa kau bingung Zet?<span id="more-66"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993366;"><em><span style="color: #000000;">Baik-baiklah, mari kita bicara tentang ketulusan ya Zet, ini penting, penting sekali, Oh ya semalam aku baca tentang ini dan sangat aku ingin bagi denganmu apa yang kufahami, semoga kau tak keberatan ya Zet.</span></em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Zet, aku mengerti kau sangat tulus menyayangi NeoTsar bahkan ku yakin begitupun sebaliknya dengan NeoTsar, aku yakin itu, kalau tidak mengapa kalian bisa berhubungan melampaui hitungan bulan, namun jauh di relung hatimu Zet, jauh dalam lubuk hatimu, dalam nuranimu kau sadar ketulusan atas nama cinta yang kau bangun dengan NeoTsar adalah rapuh, bahkan kaupun bingung untuk apa dan tujuan apa ketulusan yang kau berikan untuk Neo dengan cara yang kau laukan selama ini. Jangan katakan aku salah menduga Zet.</p>
<p style="text-align: justify;">Zet, sahabat Mars-ku, perasaan tulus saja tak akan cukup, masih banyak soal lain, apakah ketulusan itu akan membuatmu terhina atau tidak, apakah ketulusan itu menjadi titik awal dedikasi dan penghambaan kita kepada Alloh untuk memperbaiki amal kita setiap harinya, atau sebaliknya, ia menjadi awal untuk mengelabui banyak hal dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Zet kawan kecilku, saat aku bercermin, aku sadar tak ada yang lebih tulus dari cermin, tempat kita berkaca, ia diam namun selalu bicara dalam puncak kejujurannya tanpa memberitahu, bila aku rapih, wajahku ceria, maka cermin akan menampakkan demikian, pun saat ku berantakan, sembab, layu atau sedih maka begitu juga potret diri yang ia tampakkan. Itulah cermin Zet, ketulusannya sempurna, apa yang dia lihat dari kita tak pernah ia simpan, jelek atau baik tampilan kita, bila kita telah pergi, ia bahkan tak menyimpan bayangan wajah kita di dalam dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi Zet ketulusan cermin adalah kerja dari nurani kita yang tak kan pernah mampu berdusta, namun akal, pikiran, nafsu dan godaan lainya yang seringkali menolak kejujuran nurani, ya persis seperti persepsi tentanag wajah kita di cermin, kita bisa saja saat bercermin merasa hebat, merasa cantik, merasa apa saja karena soal perasaan cermin tak mampu mengintervensi, terserah kita, kita bisa merasa seperti itu tapi sekali lagi apa yang dikatakan cermin hanya akan apa adanya seperti benar-benar adanya. Maka saat kau memberi cermin tentang hubunganmu dengan NeoTsar, tentang segala apa yang telah kau berikan untuk NeoTsar dan yang diberikan NeoTsar untukmu, maka yang kau merasakan bahwa itu perasaan tulus, lahir karena kecintaan dari hatimu yang paling dalam namun pada akhirnya tak lebih dari terhasilkannya perbuatan yang justru bisa menghinakan dirimu, jiwamu tak bisa kau kelabui Zet, tak bisa kau manipulasi saat cermin berkata bahwa jalinan antar kau dan NeoTsar, apa yang kalian saling berikan seperti menggenggam bara api, berada di luar jalur, its like cross the line, In One side kau mereguk banyak keindahan dengannya tapi in the other side hati nuranimu yang terbersih mengingkarinya karena itulah mengapa hubunganmu denga NeoTsar diliputi kegelisahan, pun aku yakin dengan NeoTsar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu Zet soal ini tak hanya berlaku soal cinta, seringkali dalam kehidupan nyata banyak orang yang berusaha memanipulasi jiwanya dengan kata ketulusan untuk hal-hal atau aktivitas-aktivitas bahkan pekerjaan yang sebernya dilarang dan tidak dibenarkan. Nah yang kau alami adalah jiwamu terkelabui dengan kata tulus untuk hubunganmu yang sebenarnya tak semestinya dengan NeoTsar, karena itulah yang aku bilang rasa tulus saja tak akan cukup menjadi bekalmu dalam mengarungi kehidupan, namun nurani harus bekerja untuk mengatakan itu baik atau buruk, salah atau benar jangan justru memanipulasi ketulusan itu sendiri, yang membuat kita terhina karena itu adalah tindakan kerdil dan tak akan mendatangkan kemuliaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah Zet, maafkan aku yang  banyak berkata-kata, sekan seolah-olah mengguruimu, tidak Zet aku tak bermaksud demikian, aku peduli padamu karena kau sahabatku dan hanya ini yang mampu kulakukan, jika aku bisa berpanjang lebar mensihatimu bukan berarti aku lebih baik darimu, tidak Zet, kalkulasi dan penilaian itu hanyalah hak Tuhan semata, tapi satu hal, aku faham mungkin kau akan perlu waktu melalui semua ini, menjalani proses ini dari detik ke detik menata hati, rasa dan lakumu di segala aspek hidupmu dan tentu yang terpenting adalah progress yang lebih baik lagi dalam setia langkahnya, karena kita tidak ingin celaka bukan?, saat hari ini ternyata lebih buruk dari hari kemarin, Astaghfirullah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm.. hey!!  bukankah kau bilang Tristan sangat menyayangimu, ya meski dia pernah membuatmu sangat perih, kukira tak ada salahnya kau kembali padanya, kau hanya mesti agak berusaha keras untuk memaafkannya, hargailah ketulusannya, ingatlah segala kebaikannya dan dengan itu kaupun akan cepat melupakan kenangan akan NeoTsar, bagaimana usul yang bagus bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Zet, coba lihat dan tatap dunia dari sisi yang lain, maka hidup akan memberikan banyak hal untukmu, kurasa kau mampu menjadi pohon yang akan merasa sangat bahagia saat daun-daun hijau dan segar melingkupinya, seperti dilahirkan kembali di musim semi yang indah. Bersabarlah melalui itu, aku yakin akan tiba saatnya semua berubah menjadi lebih baik dimana segala rasa dan laku bermuara pada kebenaran dari nurani.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya sampai aku lupa menceritakan keadaanku, aku baik-baik saja Zet, sekarang lagi sibuk dengan persiapan misiku mengecek sampah antariksa di orbit bumi, semua masih dalam tahap persiapan, kau pasti sudah mendengar berita bahwa kamis 12 Maret 2009 waktu bumi yang lalu, nyaris saja saja bongkahan sampah antariksa menghantam bagian depan stasiun antariksa internasional (ISS) milik USA  dan pakar mereka memperkirakan masih banyak serpihan antariksa yang akan menghampiri ISS di masa depan, tentu saja Zet seperti yang pernah kuceritakan <a href="http://nenyok.com/2009/04/junks-space.html">sampah antariksa semakin banyak dan padat hingga potensi benturan atau tabrakan satelit dan semacamnya sangat besar</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan pada saat krisis itu berlangsung,para awak bumi masih sempat punya waktu kurang dari satu jam memberi tahu awak astronot  ISS untuk mencari perlindungan dalam sebuah kapsul Rusia yang diparkir di stasiun tersebut, tentu saja tindakan itu dilakukan untuk berjaga-jaga jika pecahan sampah antariksa menabrak ISS. Ya soalnya jika sampah itu menghantam sementara mereka masih berada di bagian utama ISS, para astronot hanya punya waktu 10 menit untuk menyelamatkan diri, begitu kata kendali misi di bumi. Karene sebuah lubang di badan stasiun antariksa berarti hilangnya udara dan tekanan yang mengakibatkan hilangnya nyawa siapa pun di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kau tahu Zet para awak dengan cepat mengungsi ke kapsul soyuz milik rusia sampai-sampai  mereka lupa membawa buku manual instruksi ketika memasuki kapsul. Di dalam Soyuz, mereka menunggu selama 10 menit, siap untuk kembali ke bumi jika benturan hebat itu terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku melihatnya dengan jelas Zet aku yakin para pakar puing antariksa di bumi dicekam kekhawatiran. Pasti mereka mengawasinya dengan napas tertahan, dan salah satu ilmuwan serpihan antariksa badan antariksa Amerika Serikat (NASA) Mark Matney sampai mengatakan &#8220;Kami tidak tahu apa yang akan terjadi.&#8221; . Yah begitupun aku Zet hanya mampu melihat dan mengawasi dengan napas tertahan pula dan berdoa semoga mereka selamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untungnya serpihan itu meleset, aku dan bahkan ilmuwan di bumi juga tidak mengetahui sama sekali berapa banyak dan mungkin tak pernah bisa memastikan jaraknya dengan ISS. Ya bisa jadi serpihan itu mungkin hanya ratusan puluhan meter atau beberapa kilometer.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm..sangat berisiko hidup di antariksa, apalagi peristiwa ini hanya sebulan setelah <a href="http://nenyok.com/2009/04/junks-space.html">tabrakan dua satelit di orbit</a> yang dampaknya hanya menambahkan ratusan puing ke sabuk sampah antariksa di orbit bumi. Dan artinya pekerjaanku makin berat  Zet, tapi aku sangat menikmatinya karena memang menyukainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah tentang ini akan kuceritakan lain kali ya Zet, semoga mata minusmu tak pegal membacanya, ah jangan lupa, manage waktumu untuk online di depan monitor, meskipun aku tahu itu adalah keasyikan yang tiada tara untuk dirimu.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya kudengar di Mars ditemukan metana? Coba ceritakkan untuku Zet!!</p>
<p style="text-align: justify;">Okay Zet sebentar lagi pagi, aku kira demikianlah dulu yang bisa aku sampaikan padamu, aku hanya berharap sahabat terbaiku bisa menjadi lebih ceria dan bahagia di masa depan. Amin</p>
<p style="text-align: justify;">Warm Regards,</p>
<p style="text-align: justify;">-Ur true friend-</p>
<p style="text-align: justify;">-Cathleya-</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Source:<br />
Tempointeraktif<br />
Hidup Tak mengenal Siaran Tunda (A. Zairofi AM)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Cathleya'>Surat untuk Cathleya</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Junks Space'>Junks Space</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waterfall</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/04/waterfall.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/04/waterfall.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 06:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[letter]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ley, kau benar,  hidup itu adalah membuat keputusan dan pilihan pantas dan walaupun itu akan menyakitkan tapi boleh jadi berujung ketentraman.
Dearest Ley,
Ley, hari ini aku cengeng sekali, sampai-sampai air mataku sulit kuhentikan, mengalir deras dengan sendirinya seperti arus sungai atau mungkin waterfall dari tempat yang sangat tinggi oh ya seperti Niagara yang indah di Bumi [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><em><span style="color: #ff0000;">Ley, kau benar,  hidup itu adalah membuat keputusan dan pilihan pantas dan walaupun itu akan menyakitkan tapi boleh jadi berujung ketentraman.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;">Dearest Ley,<br />
Ley, hari ini aku cengeng sekali, sampai-sampai air mataku sulit kuhentikan, mengalir deras dengan sendirinya seperti arus sungai atau mungkin waterfall dari tempat yang sangat tinggi oh ya seperti Niagara yang indah di Bumi mungkin, tumpah ruah tak terkendali. Ley, ratusan entah ribuan memory kuhapus seketika tak perlu waktu puluhan putaran jarum jam, dan tahu tidak rasanya Ley, seperti ada yang 80 tusukan pedang di jantungku, kalau itu nyata pasti kau tak sulit mengatakan diriku sudah mati kan? <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
<p style="text-align: justify;">Ah Ley, tenanglah, kau jangan terlalu cemas, airmata bagiku hanya sebagai katarsis semata, bagian dari proses <em>recovery</em> jika aku sedang <em>breakdown </em>dan seperti yang kita sadari itu adalah sangat khas makhluk yang bernama perempuan seperti kita kan? well,  jadi itu hanya sementara, aku tak akan biarkan diriku larut sedemikian rupa, <em>back to normal</em> adalah salah satu kunci ketenangan menjalani hidup kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hey Ley, kalau seandainya kita sedang duduk bersisian di teras rumahku di malam hari sambil memandangi hitamnya langit dan birunya bumi, pasti sudah kau pinjamkan bahumu sepuasku, dan kau akan biarkan ku menangis sejadi-jadinya hingga reda, sambil berkata:<span id="more-41"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>”Ayo Zet, ayo menangis sesukamu, sepuasmu, sebanyak yang kau ingin, aku tak akan bergeming, bahuku akan kuat menopangmu, biar tak mampu menampung airmatamu karena dengan sendirinya ia jatuh ke tanah Mars”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu aku akan mendongakan kepalaku ke wajah teduhmu dan cuma bisa berucap <em>”terimakasih”</em> dan esoknya kita pergi ke savana, berteriak sepuas-puasnya, membuat pengakuan-pengakuan dosa yang konyol, melontarkan kutukan-kutukan akan diri sendiri yang akhirnya membuat kita lega dan tertawa puas sejadi-jadinya, Seru sekali ya Ley.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, pastinya aku butuh waktu untuk menata ulang hati ini dan doakan aku supaya ku mampu,  menjadi lebih baik, ya memiliki esok lebih baik jika waktupun masih berpihak padaku, Semoga.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya kau belum balas <a href="http://nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html">suratku yang kemarin Ley</a>, tak apa aku mengerti, aku tahu kau sedang berpikir kata-kata atau nasihat apa yang paling tepat untuk kau sampaikan padaku,  itu kebiasaanmu, karena kau selalu ingin membuat sahabatmu lega, aku sudah melarangmu begitu karena rasanya seperti membebanimu, tapi kau malah tertawa dan bilang:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>”Jangan larang aku Zet, yang kau lihat seperti membebaniku justru kesenangan buatku karena sahabatku yang baik-baik saja lebih penting dari apapun, dari suasana hati yang tenang bukankah segalanya bisa diawali dengan penuh semangat dan satu hal aku jadi belajar banyak hal, tentang cinta dan hidup darimu Zet”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ah Cathleya, sekali lagi makasih baca suratku, terimakasih kau mau jadi pendengar yang baik untukku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabatmu,</p>
<p style="text-align: justify;">-Zet a.k.a Zarkalina-</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/04/waterfall.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat untuk Cathleya</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 01:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[letter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kau benar Ley, hidup seperti pelangi adalah niscaya, dan grey area adalah samar semata.&#8221;
Malam tadi kuingin bicara cinta dengannya Ley, bicara angan-angan yang pernah dilewati bersama, begitu sangat ingin kuulang semuanya  seperti saat waktu bisa jadi milikku dengan-nya
Ley, kenapa ya meskipun aku terkadang merasa bodoh, rasanya tak mudah terpalingkan rasa dan hasratku darinya, Ya kau [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>&#8220;Kau benar Ley, hidup seperti pelangi adalah niscaya, dan grey area adalah samar semata.&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Malam tadi kuingin bicara cinta dengannya Ley, bicara angan-angan yang pernah dilewati bersama, begitu sangat ingin kuulang semuanya  seperti saat waktu bisa jadi milikku dengan-nya</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, kenapa ya meskipun aku terkadang merasa bodoh, rasanya tak mudah terpalingkan rasa dan hasratku darinya, Ya kau tau Ley, bagaimana aku, sang pemuja setia meski nyatanya mungkin aku juga bisa berpaling.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya bagaimana perjalananmu ke The Summer Triangle, pasti menyenangkan bukan? Aku sendiri belum kemana-mana akhir-akhir ini, ternyata pindah ke Mars menyenangkan juga, planet merah yang indah, dingin memang disini tapi aku sudah terbiasa, seperti de javu merasakkan terus menerus hati yang begitu dingin beberapa waktu lalu.<span id="more-29"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kau tahu Ley, maukah kau mendengar ceritaku dengan NeoTsar dari Bintang Pulsar yang kau kenalkan waktu itu, ya sudah sepuluh bulan rotasi bumi hubungan kami berjalan, entah aku tak mengerti dimana muaranya Ley, terkadang aku ingin mengakhirinya karena aku sendiri merasa tersiksa dengan rasa rindu yang selalu saja membuncah di dada setiap kali mengingatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia..ah sulit kukatakan Ley, dengannya entah kenapa tak ada yang tersembunyi, tak ada keraguan di hati, namun akhir-akhir ini keraguan itu mendera-dera, menyelusup ke setiap labirin jiwaku. Ley kadang-kadang semua kejujuranku padanya, membuatku tak berdaya, membuatku tidak berharga, tapi bagiku itu adalah bentuk kepercayaan yang tulus, entah dalam pikiran dia apa Ley, semoga diapun berpikir serupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, tolonglah aku, kau tahu aku dan NeoTsar seperti Mars dan Andromeda, jauh dan hanya dipersatukan angan dan hasrat saling berbagi, tapi tentu saja Ley aku tak akan bisa jadi miliknya juga sebaliknya. Kadang aku merasa dia mulai bosan padaku, jikalaupun dia bertahan di sisiku itu tak lebih dari rasa kasihan karena di matanya bisa jadi aku sosok yang rapuh padahal Ley, aku ingin semua berjalan apa adanya, katakan yang ingin dikatakan meskipun mungkin akan sakit aku akan lebih lega mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cathleya sahabatku, kapan kau berkunjung ke Mars, kita berbincang dan bermain bersama, aku akan tunjukkan fhoto terbaruku, ya memang banyak narsisnya tapi ku yakin kau suka Ley, kau selalu bilang bahwa fhotoku adalah symbol keceriaan makhluk mungil penghuni Mars seperti aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, aku ingin seperti dulu layaknya pelangi, hidupku penuh warana, tak ada gundah apaagi hanya karena cinta yang tak berkesudah. Aku ingin hidupku bisa lebih bermanfaat untuk planetku untuk mahkluk-makhluk yang ada disekelilingku.</p>
<p style="text-align: justify;">Terimakasih ya Ley, kau mau membaca suratku, mendengar keluh kesahku, aku kira ke depan aku akan sering mengirimmu surat meski hanya untuk berkeluh kesah, semoga tak akan bosan, aku tak bisa melakukan itu lagi pada NeoTsar karena kukira dia sibuk dengan petualangan barunya di galaksi lain, aku tak ingin menganggunya atau bahkan membebaninya dengan perasaan rindu tak tertahankan dan hasrat yang mendesak-desak nyeri di dada.</p>
<p style="text-align: justify;">Cathleya, kau hati-hati ya dengan <a href="http://nenyok.com/2009/04/junks-space.html">tugasmu saat mendekat orbit bumi</a>, bukankah kau pernah cerita, manusia di bumi agak sembarangan, suka sekali nyampah dimana-mana, eh jangan lupa carikan pangeran dari bumi siapa tau ada yang cocok denganku <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Yang penuh kangen, sahabatmu</p>
<p style="text-align: justify;">-aku-</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
