<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA &#187; hukum</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/tag/hukum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Tentang &#8220;Tidak Tahu&#8221;</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/tentang-tidak-tahu.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/tentang-tidak-tahu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 12:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Ditanya apa tak tahu, ditanya kapan tak tahu, ditanya bagaimana tak tahu. Ditanya mengapa malah semakin tak tahu, jadi apa yang kamu tahu memangnya, untuk apa memegang amanah jika tak tahu apa yang akan dan telah dilakukan.
Kalau kalian yang semestinya tahu saja tak tahu, bagaimana dengan kita, apapun pertanyaan jika dijawab dengan tak tahu.
Baiklah baiknya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kotak Pandora Raja'>Kotak Pandora Raja</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ditanya apa tak tahu, ditanya kapan tak tahu, ditanya bagaimana tak tahu. Ditanya mengapa malah semakin tak tahu, jadi apa yang kamu tahu memangnya, untuk apa memegang amanah jika tak tahu apa yang akan dan telah dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kalian yang semestinya tahu saja tak tahu, bagaimana dengan kita, apapun pertanyaan jika dijawab dengan tak tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah baiknya kau ambil kesimpulan sendiri di otakmu yang pintar itu bahwa  <em><strong>&#8220;Satu satunya yang kau tahu adalah kau tak tahu apa-apa&#8221;  </strong></em>kalau begitu apa bedanya dengan aku si jelata<strong><em>.  </em></strong>Jadi untuk apa kau duduk disitu, menghabiskan waktu, menguras tenagamu, usah rakyat berharap hanya membuat kebingungan menjadi bertambah-tambah.. <em>So Weird..hah</em></p>
<p style="text-align: justify;">Lidah tak bertulang banyak gunanya rupanya, tapi tahukah, orang berilmu pernah mengatakan padaku bahwa nanti pada waktunya ada saat  dimana  semua bagian tubuhmu punya hak mengatakan yang sebenarnya Tuan dan Nyonya (yang kursi kalian saja begitu terlihat berkilauan)  sungguh menyeramkan bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup sajalah, sudahi sajalah sandiwara tanpa alur,  tapi bagus!! mungkin karena itu aku jadi menyadari dan makin mengerti dunia yang kini hidup dengan aturan yang kita buat sendiri memang tak memberikan rasa aman, rasa terlinuingi dan saling percaya satu dengan lainnya tapi  menuju satu kata saja yaitu <strong>SEKARAT</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al Maidah :50)</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: right;"><em>Kutahu suatu saat akan ada sebuah era baru, Di mana saatnya kuberbalik dan menertawakan teorimu (Primadona By Sherina)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Note: *M</em>erayakan kematian kapitalisme yang makin mendekat pasti&#8221;</p>
<p> </p>
<blockquote><p> </p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kotak Pandora Raja'>Kotak Pandora Raja</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/tentang-tidak-tahu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kotak Pandora Raja</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 02:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Duh Masya Allah, semua terasa makin pelik kalau Pakde Romo bilang layaknya benang kusut masai. sungguh tak mengerti bagaimana menbedakan yang bohong atau tidak, yang nyata tak dipercaya sementara kebohongan tampak berbaju kejujuran karena semua kata semua ucap saling berangkaian satu sama lain. namun anehnya kebohongan yang sudah terucapkan terkesan dapat diselamatkan hanya dengan satu [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Duh Masya Allah, semua terasa makin pelik kalau <a href="http://selagibisa.blogspot.com/2009/11/benang-kusut.html">Pakde Romo bilang layaknya benang kusut masai</a>. sungguh tak mengerti bagaimana menbedakan yang bohong atau tidak, yang nyata tak dipercaya sementara kebohongan tampak berbaju kejujuran karena semua kata semua ucap saling berangkaian satu sama lain. namun anehnya kebohongan yang sudah terucapkan terkesan dapat diselamatkan hanya dengan satu istilah yaitu &#8220;alat bukti&#8221;, tengok saja yang tadinya mengatakan A kemudian jadi B yang tadinya mengatakan B kemudian menjadi A tak serta merta dipercaya bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hati mereka yang tahu yang kebenarannya..</p>
<p style="text-align: justify;">Semua terfokus kesana  hingga lupa di pelosok-pelosok masih banyak balita yang kurang gizi, masih ada rakyat yang makan nasi aking atau masih ada penduduk yang harus mencari air bermil-mil jauhnya hanya untuk bisa minum. bahkan bencana yang masih terasa kegetirannya jika diibaratkan sakit entah kapan sembuh, Nyaris  terlupakan atau pura-pura tak melihat, yang bertanggung jawab yang lebih punya kehendak dan kuasa untuk rakyat malah terlibat pertarungan sengit yang mementingkan egoismenya sendiri malah seperti terjebak pada persoalan kalah menang, bukannya salah atau benar.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga definisi soal apa yang disebut &#8220;kepentingan umum&#8221; dan siapa yang berhak menentukan ini kepentingan umum atau bukan? dan tentang  apa  dan siapa yang disebut  &#8220;masyarakat luas&#8221;  pun masih dipertanyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalih..ya..mungkin hari ini orang yang memang yang dianggap pandai  adalah orang yang pintar berdalih, memutarbalikan fakta, menggemuruhkan kebohongan dimana-mana yang justru hal itu semakin menunjukan bagaimana kualitasnya di mata masyarakat. Semakin berdalih semakin tampak kebohongan melingkupinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya..rakyat kecil, masyarakat yang tak mengerti persis apa yang terjadi mungkin saja gampang dipengaruhi, diombang-ambing opini bahkan dibuatkan rekayasa untuk dipojokkan, tapi sekali lagi Tuhantak  tidur, melihat semua tingkah polah makhluknya bahkan jika hanya sekedar bisikan hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur saja, lama-lama muak dengan semua ini, atau lama-lama bisa menimbulkan sikap masa bodoh lah, toh tanpa ada kalian juga rakyat masih bisa hidup, tak berpengaruh sama sekali keberadaan kalian itu, kita masih bisa makan, minum,  dan mempersiapkan diri untuk hidup yang lebih abadi kelak, dengan peradilan yang seadil-adilnya, tanpa ada celah sedikitpun untuk menutupi kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum proletar dan marjinal seperti kami, sudah lelah, gamang melihat hingar bingar istana, Silahkan kalian bertarung di panggung yang kalian ciptakan sendiri,  sementara itu, Sang Raja hanya duduk diam, lebih asyik menciptakan labirin-labirin baru yang membuat anak-anaknya makin tersesat jauh tanpa ketegasan yang nyata..</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah mudah saja, Sang Raja hanya perlu bersabda  setelah sebelumnya melihat dengan pandangan yang arif bijaksana, bukannya membiarkan putra-putraya bertarung sedemikina rupa hanya demi kalah menang, hanya demi menunjukkan siapa yang kuat dan lemah, suara rakyat hanya gaung yang dianggap akan lenyap dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh kita tak peduli soal kalah menang, kita peduli dengan mana yang benar dan salah, kalaupun di dunia ini tak ada hukuman yang mampu memberikan kata adil,  tak usahlah cemas, pupuklah faham sabar dan tawakal karena Tuhan lebih tahu porsi yang tepat bagi setiap makhluk-makluk-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dunia ini, keadilan boleh jadi adalah sesuatu yang nisbi dimana hukum Tuhan, hati nurani sudah tak jadi hirau, jauh tersimpan dan terkubur dalam-dalam di kotak pandora.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan percaya kata-kata Nietsczhe yang ini<em> &#8216;Kita butuh kebohongan untuk menaklukkan realita&#8221; </em>atau yang ini  <em>&#8221;Dengan bantuan bohong seseorang dapat lebih percaya pada kehidupan.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Thats Bullshit honey!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur adalah jujur sebagaimana bohong adalah bohong seperti air dan minyak tak ada ruang untuk bersenyawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Deal!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;">
</blockquote>
<p style="text-align: right;">
<blockquote>
<p style="text-align: right;">
</blockquote>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Man Named Dave n (David)</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/08/a-man-named-dave-n-david.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/08/a-man-named-dave-n-david.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 22:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[David hartanto]]></category>
		<category><![CDATA[David pelzer]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[NTU]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[suicide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Eniwei ini,  bukan mo bahas  detail kisahnya David Pelzer, cerita seorang anak yang mengalami penyiksaan dan kekerasan oleh Ibunya selama bertahun-tahun coz titel postingan ini hampir menyerupai judul buku ketiga dari trilogi -nya Dave Pelzer setelah dua buku sebelunya yang berjudul A child called It dan The Lost Boy,  kisah perjuangan hidup Dave or [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Eniwei ini,  bukan mo bahas  detail kisahnya <a href="http://www.davepelzer.com/" target="_blank">David Pelzer,</a> cerita seorang anak yang mengalami penyiksaan dan kekerasan oleh Ibunya selama bertahun-tahun coz titel postingan ini hampir menyerupai judul buku ketiga dari trilogi -nya Dave Pelzer setelah dua buku sebelunya yang berjudul <em>A child called It dan The Lost Boy</em>,  kisah perjuangan hidup Dave or David yang menyentuh dimana dia berhasil selamat dan berjuang dari kemelut siksaan fisik dan psikis selama bertahun-tahun dari Ibunya yang swear deh horror banget, klo di Indonesia ngingetin ma ceritanya Ari Anggara kali ya (gw nntn filmnya waktu masih SD). Sejauh ini nurut gw ni buku bagus buat dibaca orang tua, satu pelajaran yang dapat diambil dari  buku2 ini, kita bisa memahami bagaimana perasaan anak saat diperlakukan keras dan merasa diabaikan oleh Ibunya, karena sudut pandang penceritaan kisah ini dari sisi seorang anak kecil usia tujuh tahunan (untuk buku petama terutama) yakin deh, pada bakalan ikutan nangis darah karena sedih baca kisahnya David kecil. Hiks</p>
<p style="text-align: justify;">Namun di Indonesia ada David yang lain yang sudah dewasa, yang diyakini oleh keluarganya merupakan korban kekerasan juga di negeri orang, meskipun pengadilan coroner Singapura sudah memberikan vonis bunuh diri, namun pihak keluarga bahkan sebagian banyak orang tak percaya akan hal itu, katanya siy terlalu banyak kejanggalan dan bukti-bukti yang disembunyikan untuk menguatkan bahwa David tidak bunuh diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Wokelah klo mo tahu banyak tentang kasusnya David, dan berita tentang doi, bisa baca <a href="http://www.davidhartanto.com/" target="_blank">disini.</a> Tapi nurut pikiran gw, keknya sesuatu yang wajar banget klo keluarganya sekarang mati-matian memperjuangkan kasusnya David, boleh jadi bukannya karena ga rela juga David sudah tiada, tapi karena akhir cerita David dengan sebutan bunuh diri dan malah seakan jadi subjek pelaku kekerasan pastinya bukan akhir cerita yang mengenakan bukan? Paling engga klo ga diluruskan dari sekarang ya akan menghantui keluarganya seumur hidup, dan opini publik akan terbentuk demikian secara permanen.</p>
<p style="text-align: justify;">Klo baca profilnya David, coba deh bayangin ya, orang yang se-clever David, pernah jadi juara olimpiade sains, masuk ke NTU juga karena prestasi masa bisa segitu aja memutuskan untuk bunuh diri, keknya ga logis ya, beda banget lah ma kasus2 bunuh diri  pemuda2 di irlandia yang konon katanya karena mereka ketahuan gay oleh orangtuanya trus stress karena itu kemudian dengan mudahnya melakukan suicide. Tapi David, hmm gw rasa engga, hati kecil ini mempercayai klo dia ga bunuh diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa lagi yang paling terpukul atas tiadanya David klo bukan sang Bunda pastinya, kehilangan anak sepintar David dalam usia yang sudah dewasa pastinya bukan hal mudah untuk diterima dan direlakan apalagi dengan cara tragis seperti itu, ini sangat bertolak belakang dengan ceritanya David Pelzer yang justru nyaris dibunuh <em>“The Mother” </em>saat dia kecil..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dua-duanya adalah cerita kehilangan, Ibunda David Hartanto kehilangan anak yang dicintainya sedangkan Ibunda David Pelzer kehilangan cinta kepada anaknya..</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Well, kisah kehidupan yang selalu serba paradok, mencuatkan sejuta tanya yang butuh jawaban, gw rasa jawaban itu pasti selalu ada untuk setiap pertanyaan, hanya saja kapan dan dimana itu ditemukan, akankah nampak atau tersembunyi selama-lamanya, itu pertanyaan selanjutnya yang juga butuh jawaban selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Okay, buat keluarga David terus berjuang karena Tuhan tak pernah tidur. kebenaran akan menang meski mungkin bukan disini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi dimana?</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/08/a-man-named-dave-n-david.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bocahbertopengitu</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/07/bocahbertopengitu.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/07/bocahbertopengitu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 00:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[bocah penyemir sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[judi koin]]></category>
		<category><![CDATA[Kak Seto]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Tahu kan case bocah-bocah penyemir sepatu itu, sepuluh bocah itu ditangkap pada 29 Mei 2009 di area parkir Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka tertangkap tangan sedang bermain judi koin, mempertaruhkan duit senilai Rp 135 ribu. Selama hampir sebulan, mereka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Tangerang.
Wah kebayang ga bocah-bocah yang rata-rata usianya 10-15 tahun itu maksud [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tahu kan case bocah-bocah penyemir sepatu itu, sepuluh bocah itu ditangkap pada 29 Mei 2009 di area parkir Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka tertangkap tangan sedang bermain judi koin, mempertaruhkan duit senilai Rp 135 ribu. Selama hampir sebulan, mereka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Tangerang.</p>
<p style="text-align: justify;">Wah kebayang ga bocah-bocah yang rata-rata usianya 10-15 tahun itu maksud gw pas saat mereka ditahan dan dipenjarakan selama sebulan itu, perasaannya kek gimana ya. Ga tega lihatnya pas nonton newsnya di TV keliatan pada stress, sedih dan pastinya ga betah, pantes ga siy sama anak-anak seumuran gitu main tahan aja. Klo orang dewasa ya wajar lah karena bisa dianggap melakukan kejahatan alias kriminal murni tapi bocah-bocah itu siapa tahu niatnya hanya bermain, kek waktu kecil gw main gundu yang menang boleh ngambil gundu lawannya, apa kek gitu bisa dibilang judi, engga kan? coz ternyata uang yang mereka pake itu bukan hasil pejudian tapi hasil nyemir sepatu dan pada akhirnya dipergunakan  untuk makan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Finally, senin tanggal 27 kemarin mereka dibebaskan dan kembali ke orangtuanya masing-masing namun sayang mereka tetap dinyatakan bersalah jadi tetap mendapat vonis sebagai pelaku kriminal, dan itu yang tak dapat diterima berbagai pihak termasuk oleh komnas perlindungan anak yang akan memperjuangkan mereka kembali dengan mengajukan banding agar mereka bebas murni tanpa nantinya punya embel-embel mantan napi dan sejenisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm..”mantan napi” wah label yang akan amat sangat tidak menguntungkan di masa depan belum lagi beban psikologis yang akan ditanggung seumur hidup padahal kondisi mental saat ditahan sebulan sebelum putusan sidang digelar aja sudah cukup membuat  mereka terpuruk secara anak-anak gitu lho.</p>
<p style="text-align: justify;">Gw ngerasa banyak yang ga fair lah penegakan hukum di negeri ini, memangnya harus sama cara menangani masalah kenakalan anak-anak dengan pelanggaran-pelanggaran kriminal yang dilaukan oleh orang dewasa?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah lho ga masuk akal juga ya, ga ada cara lain kitu menangani bocah-bocah yang well, nakal katakanlah dan mereka sendiri mungkin ga sadari itu, jadi sebenarnya tak lebih dari bermain, dan lingkungan juga yang mengkondisikan anak-anak itu berbuat itu, cuma cara bermain itu yang mereka tahu, klo diibaratkan otak itu sebuah hardware yang perlu diisi sebuah software maka kasarnya software2 tentang kebaikan, norma, agama, pelajaran tentang baik-buruk yang mestinya diinstal kedalamnya mungkin sama sekali sedikit atau bahkan kosong, jadi itu lah jadinya, bocah-bocah yang mungkin saja berpotensi baik namun karena lingkungan yang tak memberi dukungan, akhirnya mereka hanya melakukan apa yang mereka tahu tanpa sadar itu salah atau benar.</p>
<p style="text-align: justify;">Meraka itu hanya anak-anak yang butuh ruang, butuh kesempatan, dan butuh cinta, sebagai orang dewasa di sekelilingnya mestinya bisa fahami itu, jangan hanya melihat secara hitam putih semata.</p>
<p style="text-align: justify;">Kak Seto (udah bapak-bapak masih dipanggil Kakak, mau dong <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ) bilang sih, <em>&#8220;Permainan yang dilakukan mereka itu menyenangkan mereka, terjadi secara spontan, dan ada unsur imajinasi. Ini hanya kebutuhan internal, hanya untuk senang-senang bukan untuk cari uang,&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Igh kasus kek gini aja pada ngotot seakan tak ada kompromi padahal label ”mantan napi” nantinya kan bisa kasih dampak negatif juga buat masa depan  mereka, padahal siapa tahu loh diantara mereka ada yang bakal calon ilmuwan, pemimpin atau apa lah, sedangkan yang udah tua-tua pelaku korupsi alias koruptor kakap yang udah bau tanah aja masih dibela-belain dan emoh ngurus ampe tuntas *sigh*</p>
<p style="text-align: justify;">Kata UUD 1945 : ”Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”</p>
<p style="text-align: justify;">*nyari-nyari negaranya yang mana* <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh janji surga&#8230;tapi banyak tapinya ya&#8230;.?</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/07/bocahbertopengitu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
