<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA &#187; fiksi</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/tag/fiksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 23:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi diri]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Salam Zet di Mars..
Di telingaku sedang mengalun-alun nasyidnya Hawari yang berjudul &#8221; Janji&#8221;, heh mungkin ini awal baik untuk aku menyukai nasyid, selain musik semacam Joe Satch yang membuatku bisa bekerja dengan konsentrasi saat mendengarkannya,  jangan!!  dan sekali-kali tidak, tentang menyukai nasyid tidak mencerminkan apa-apa tidak menunjukan bahwa aku tampak lebih alim, musik adalah musik, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zet And Her Mom Stories'>Zet And Her Mom Stories</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Salam Zet di Mars..</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di telingaku sedang mengalun-alun nasyidnya <strong>Hawari</strong> yang berjudul &#8221; J<strong>anji&#8221;</strong>, heh mungkin ini awal baik untuk aku menyukai nasyid, selain musik semacam Joe Satch yang membuatku bisa bekerja dengan konsentrasi saat mendengarkannya,  jangan!!  dan sekali-kali tidak, tentang menyukai nasyid tidak mencerminkan apa-apa tidak menunjukan bahwa aku tampak lebih alim, musik adalah musik, musik adalah apakah kau terlalu terhanyut di dalamnya hingga waktu terbuang percuma karena seharian telingamu hanya terisi alunan melodi semacam itu dan membuat lamunanmu menerawang kemana-mana atau hanya dijadikan hiburan sesaat memenuhi kebutuhanmu jiwamu, memperhalus perasaanmu, ah tapi lirik plus melodi dalam sebuah musik toh mampu mempengaruhimu suasana hatimu kadang, jadi kalau begitu sebenarnya musik bukan sekedar musik ya.. *ga usah ribet memahaminya ya Zet* <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sudahlah, tak usah di bahas terlalu panjang, tidak terlihat penting, aku tahu Zet, perasaanmu sedang gundah, pasti tentang Neo kan? jangan terlalu sentimentil, jangan terlalu banyak berpraduga, sebuah peribahasa mengungkapkan lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya, itulah kau dan Neo, nothing Zet, as i say..Nothing!!!! cuma membuatmu seperti berdarah-darah kan? Neo..Neo.. dan Neo..apa dan siapa dia bisa membuatmu bukan seperti dirimu, lupakan saja!!!.  Aku tahu aku kejam mengatakan ini, tapi senyatanya memang yang aku katakan benar bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Bagus!! jadi selama beberapa bulan ini sudah kau baca berapa buku? ya aku tahu kau tak pernah melewatkan karya yang aku minta kau membacanya.  Okay, <em><strong>Galaksi Kinanti karya Tasaro GK,</strong></em> yang aku ingin kau membacanya, pasti membuat air matamu berderai-derai, Ah Zet kau ini, tak berubah tetap saja cengeng, kamu cuek dengan keadaan sekitar tapi bisa berderai-derai melihat adegan Maruko-Chanyang sedang menangis meinta maaf kepada ibunya atau tiba-tiba menangis hanya karena teringat sebuah kenangan..kenangan yang biasanya menyakitkanmu, kenangan yang ingin kau mengatakan kepada sayatan lukanya agar tak lagi membuatmu perih, kenangan yang katamu hanya bisa terhapus jika kau amnesia permanen, lebay Zet..sungguh lebay.. <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  *aku tak bermaksud menertawakanmu*</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah ya Zet, jangan menghanyutkan diri seperti itu, ada orang yang mencintaimu dan takut kehilanganmu sangat, jadi kenapa kau serahkan hatimu pada hal yang justru menyakitkan hatimu, ku yakinkan padamu, yang sakit itu bukan hanya kamu Zet tapi pun Neo hanya saja Neo dengandan punya caranya sendiri, (cara yang kenapa kau tak berusaha untuk mengerti) untuk membuat dirinya baik-baik saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kenapa kaupun tidak memilih untuk baik-baik saja, apapun sebuah kenangan akan pasti hanya akan menjadi masa lalu pada akhirnya jadi kenapa kenangan itu di masa kini jadi membunuhmu, biarkan saja tersimpan di hatimu, kau tahu apa yang Pakde Romo bilang?</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Jika masa lalu hanya sekedar menjadi masa lalu, kita tak akan pernah belajar dari padanya,masa lalu adalah karunia, selama ia membuat kita menjadi lebih baik kemudiannya  <a href="http://selagibisa.blogspot.com/">(Pakde Romo, 2010)</a></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jadi Zet, bagaimana Shaum ramadhan mu di Mars sana, keep smiling ya, tetap ceria, oh ya baiknya kau main basket di malam minggu nanti, badan ringkihmu perlu berkeringat, tak perlu menunggu purnama untuk beritual dengan &#8220;SPALDING&#8221; -mu. Aku akan melihatmu dan menemanimu di kejauhan diantara kerlip bintang, diantara gugusan bintang dan banyak cinta untukmu sahabatku sejiwa, Oh ya aku tahu, kau kemarin tak melihat <a href="http://www.nenyok.com/2009/08/perseid-makeawish.html">meteor Shower dari rasi Peurseus kan? Perseid</a> yang adalah kawanmu Leo-mu di agustus ini. Yah kau ketiduran lagi rupanya, tak apa, semoga Rabb kita memberikan kesempatan kita jelang masa depan, dan kita akan lihat warna dunia yang harus berbeda dan berubah lebih baik tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setuju Zet??, ini kuhadiahkan lirik nasyid <strong>Janji</strong> untukmu, aku tahu kau pasti menyukainya, keep your mind babe!!!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Suburkan hati kita dengan cinta yang murni, gemburkan jiwa kita dengan kasih dan sayang, ikrarkan kesetiaan di dalam hidup kita, selaras dan sefaham tanamkan dalam diri. Semua manusia dicipta sama, tiada berbeda sesama kita, tua dan muda tak jadi soal, miskin dan kaya tak jadi masalah. Kita hanyalah butiran debu, tiada kekuatan, engkau dan aku saling perlukan, jangan dirusak ego dan nafsu, Jadikan cinta ikatan hati, kasih dan sayang penghibur jiwa, meniti hidup indah, ikrarkan dalam ridho-Nya, ikrak cinta, ikrar kasih sayang.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: right;"><em><strong><span style="color: #0000ff;">Yang mengasihimu, cermin dirimu</span></strong></em></p>
<p style="text-align: right;"><strong><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></strong>
</p>
<p style="text-align: right;"><em><strong><span style="color: #0000ff;">-cathleya-</span></strong></em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zet And Her Mom Stories'>Zet And Her Mom Stories</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zet And Her Mom Stories</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 17:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini pagi yang cerah di angkasa, dari Chalif kapalku, selepas munajatku di pagi hari, aku membuka layar komputerku dan saat kubuka surelku, tertera surat dari Zet, dia mengatakan ingin berbincang denganku, menceritakan sesuatu yang selama ini disimpannya, tentang Ibunya, akupun membalas suratnya dan mengatakan sepakat, kita bertemu saat bulan penuh menyinari bumi dan itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini pagi yang cerah di angkasa, dari Chalif kapalku, selepas munajatku di pagi hari, aku membuka layar komputerku dan saat kubuka surelku, tertera surat dari Zet, dia mengatakan ingin berbincang denganku, menceritakan sesuatu yang selama ini disimpannya, tentang Ibunya, akupun membalas suratnya dan mengatakan sepakat, kita bertemu saat bulan penuh menyinari bumi dan itu artinya beberapa hari lagi, kebetulan aku punya waktu banyak untuk sekedar bersantai di tengah tugas-tugasku menjaga Chalif dan membersihkan sampah luar angkasa dan aku tahu aku akan mendengar sesuatu yang mungkin mengejutkan dari seorang Zet, ya seperti biasanya namun aku hanya akan mendengarkan..ya menjadi pendengar yang baik tentunya…</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu tiba juga…</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat di layar, Zet sudah disana, tersenyum sumringah, dengan celana jeans biru dekil no 27-nya,  baju kaos hitam berlengan pendek dan masih dengan rambut cepaknya yang mirip Demi Moore lebih terlihat seperti bocah yang beranjak remaja dibanding perempuan dewasa yang selalu kelihatan berpikir daripada bersenang-senang, Zet mungkin keberatan jika kuceritakan penampilan kesehariannya, tapi biarlah, itu karena aku suka dengan sahabatku satu ini, meski kutahu jika Zet keluar dari rumah anti dinginnya di mars, yang tampak hanya muka dan telapak tangannya dengan kerudung menutupi leher dan baju gamisnya seperti baju zirah yang berkibar-kibar tertiup angin. Oh ya kulihat disitu dimejanya ada segelas kopi hangat menemani dan kau tahu seperti biasa kamarnya selalu terlihat berantakan, Ah Zet, kau belum berubah dalam hal kebersihan rupanya..</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Dan aku sendiri tetap dengan uniformku berwarna pastel, karena aturan disini mengharuskan demikian, kami hanya berdua, maksudku ruangan yang kutempati juga memang ruang pribadiku dimana setiap ada yang masuk tentu harus seizinku, dan Zet tahu itu hingga dia tak sungkan keliatan begitu santai bersamakau di layar sana ..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Okay Zet, aku siap mendengarkanmu, ceritakanlah tentang Ibumu, aku juga toh belum tahu banyak,”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Iya Ley, ini sesuatu tentang Ibuku..sesuatu yang sederhana tapi tak sederhana kelihatannya..tapi kurasa aku ingin kau mengetahuinya.”</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pertanyaan dalam hatiku berawal dari rasa iri Ley, aku iri dengan salah satu temanku di bumi dulu yang kelihatannya dekat sekali dengan Ibunya. Arrghh&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sering bertanya pada diriku sendiri mengapa aku merasa tidak dekat dengan Ibuku, seperti ada jarak yang memisahkan kami, ada dinding yang sulit kutembus, kedekatan kami selalu saja membuatku sungkan, dari kecil aku jarang sekali mengungkapkan perasaanku dan begitupun Ibuku jarang menanyakannya, kecuali kalau aku sakit baru nampak sekali perhatiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan ini berlanjut hingga aku dewasa, meskipun kami suka ngobrol seperti biasanya tapi aku hampir tidak pernah mengungkapkan hal-hal yang sifatnya pribadi, atau menceritakan sesuatu yang kuanggap penting mungkin karena itulah akhirnya aku terbiasa menyimpan dan menyelesaikan setiap masalahku sendiri, memang selama ini aku lebih dekat dengan ayahku tapi itupun tak membuatku lebih leluasa menyampaikan masalahku, yang ada seringnya kami berdebat tentang banyak hal, dan kau tahu jika ayahku tak sependapat denganku, aku marah kepadanya berhari-hari bahkan karena pertengkaran itu, aku pernah mogok makan hampir dua hari tapi tanpa disangka, tiba-tiba Ibuku datang membujukku dengan sangat lembut padahal kau tahu aku kira dia tak akan melakukannya karena biasanya Ibuku lebih sering bersekutu dengan ayah menentang pendapatku, dan itu terjadi sejak sekolahku masih di bangku SD, kau tahu Ley aku pikir selama ini aku sudah agak keliru dan kejam sekali menilai orangtuaku, waktu aku kecil aku sering mengira bahwa mereka tidak betul-betul menyayangiku, wuih anak macam apa aku ini ya Ley, mungkin karena perlakuan mereka sedikit keras ya Ley, seorang anak perempuan yang diperlakukan sedikit maskulin, tapi aku bersyukur untuk itu karena aku jadi terbiasa mandiri dan ga terlalu cengeng meski gampang sekali nangis (hmm bukankah itu pertanda cengeng? )</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, namun begitupun banyak sekali kenangan indah saat aku kecil, aku ingat saat aku sakit gigi, aku meraung-raung tak tahan menahan sakit dan aku ingat semalaman ayah dan ibuku menungguiku di samping tempat tidurku, waktu itu aku melihat mulut mereka selalu komat-kamit tanpa henti berdoa sepertinya sambil membelai keningku bahkan aku tak ingat kapan tangisanku reda hingga aku terlelap, dan ajaib besoknya gigiku sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya satu lagi saat umurku lima tahun, itu kali pertama ulang tahunku dirayakan, aku ingat aku dibelikkan baju bagus, kemudian aku membungkus berbagai macam makanan dalam satu kantong plastik untuk kuberikan pada teman-temanku, dan aku sungguh bangga akan itu, ya kebanggaan gadis kecil hanya karena hari itu merasa bak seorang putri. Ley banyak sekali kenangan indah yang lain kali aku bisa ceritakkan</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingat, aku mulai membandel saat kelas satu SD, aku berkelahi dengan temen laki-laki sekelasku hingga giginya rontok dan berdarah karena tinjuku, aku lupa karena apa tapi aku ingat menjelang istirahat aku menahannya di dalam kelas dan mulailah perkelahian itu. Igh aku sangar sekali rupanya. Dan Kau tahu Ley, Ibuku tak tahu akan hal itu dan banyak hal yang ibuku tak tahu tentang aku, sudah kubilang kan aku terbiasa menyelesaikan masalahku sendiri dengan caraku, terkecuali akhir-akhir ini justru aku sering menceritakannya kepada beliau bagaimana aku, kau tahu dia terkaget-kaget mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah Ibuku, sosok yang wajahnya bertekstur agak keras dan agak sedikit gengsi dan sungkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan “kelembutan” ekspresi sayangnya jarang diberikan dengan cara memeluk atau mencium padahal aku sangat membutuhkan itu dulu, tapi aku tak merasa menyesal karena itu tak menggambarkan besar kecil rasa sayang, hanya saja Ibuku menunjukannya dengan cara berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, Ibuku seorang pekerja keras, ia menjadi yatim piatu sejak usia SMP, dan kau tahu waktu itu saudaranya berdelapan tapi itu tak banyak menolongnya, bahkan hanya untuk menampungnya sementara sekalipun, Ibuku berjuang sendirian menyelesaikan sekolahnya dengan bekerja, Doh Ley usia segitu pada hari ini adalah masa bersenang-senang sedangkan Ibuku malah berjuang untuk sekedar bisa makan dan sekolah sampai Ibuku mencapai cita-citanya menjadi seorang guru, kau tahu Ley ternyata Ibuku tak mendendam sama sekali pada saudara-saudaranya itu, bahkan kulihat banyak saudara-saudaranya kemudian sering meminta tolong sekedar meminjam uang yang jumlahnya besar padahal bisa saja Ibuku mengatakan &#8220;tidak &#8221; mengingat apa yang sudah mereka lakukan dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, karena hal itulah justru aku yang menyimpan dendam itu, aku sungguh tak rela tapi sekali lagi Ibuku selalu mengajariku agar aku ikhlas dan tidak medendam, semua perihal diserahkan pada Yang Maha Kuasa, berusaha memberi bahkan di saat kita dalam keadaan sempit. Apa yang beliau katakan kepadaku sangat berbekas di hatiku, meski aku belum bisa mengamalkan sepenuhnya dan  kini aku jauh dengannya, aku tinggal di Mars karena memang sudah tuntutan tapi aku berjanji suatu saat kelak aku akan mengajaknya meski kurasa dia akan menolak hanya dengan alasan tak ingin merepotkan aku, hanya ku ingin satu hal saja Ley, bahwa Ibuku bisa panjang umur dalam keadaan sehat selalu dan aku sendiri ingin selalu membahagiakannya dengan segala cara, dengan yang ku bisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi Ley, kini aku ingin menembus dinding itu, dinding yang dulu terasa begitu memisahkan kami, menjadi sekat yang tak pernah kumengerti jadi meski secara fisik kami jauh tapi aku ingin hatiku tetap dekat dengan Ibu, aku tak akan lagi sungkan memeluk dan menciumnya atau menceritakan segala perasaan yang aku alami baik susah atau senang karena aku yakin Ibuku tak akan keberatan untuk semua itu, pun sebaliknya Zet aku ingin Ibuku juga demikian kepadaku, dia harus merasa memilki seorang anak perempuan dan aku bisa pula berlaku seperti sahabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin di wajah rentanya, dia selalu keliatan tersenyum, tak ada lagi duka hanya tawa dan kebahagiaan yang layak didapatkan seorang Ibu, menikmati senja dengan penuh sukacita dan aku akan melakukan apapun untuk itu Ley, demi Ibuku yang syurga ada di telapak kakinya, aku hanya ingin beliau ridho kepadaku dunia dan akhirat.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jika saja mampu kititip kata pada rembulan, aku ingin mengatakan, <em>“Bu, aku cinta akan dirimu, meski kasihmu tak akan tertandingi dengan apapun tapi izinkan aku menghapus sedihmu berganti bahagia, izinkan aku memelukmu, membisikan kata sayangku, dan melantunkan doa untukmu selalu”</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>I love You  Mom, sungguh&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">*floop*</p>
<p style="text-align: justify;">Monitor di depanku tiba-tiba sekilas gelap, dan tak tampak lagi Zet di layar, ah aku tahu dia sedang menangis dan dia tak ingin aku melihatnya, pasti beberapa menit lagi jika sudah reda dia akan hidupkan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm..menyimak cerita Zet, tiba-tiba rasa kangen pada Ibuku menyeruak di dada, mata terasa panas dan berair rupanya akupun menangis, Ah Ibu, bahkan Rasululluh menyebutnya tiga kali untuk ketaatan yang layak mereka dapatkan dari anak-anaknya selama bukan menyuruh maksiat kepada Allah, meski ku tahu di dunia yang gila ini ada manusia yang naluri keibuannya tertutup hawa nafsu tapi Ibu tetaplah Ibu, seseorang yang mesti dihormati dan disayangi selamanya, apapun alasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Well, bersabarlah Zet, yakinlah bahwa kau mampu membahagiakan Ibumu, dengan cara yang kau mau. Amin</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suka Yang Menggila</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/suka-yang-menggila.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/suka-yang-menggila.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 01:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[#chapter 1

My Abstract Chemistry
Berulang rotasi Bumi…
Menyambungkan frekwensi dua hati
Begitulah senyawa hidup serahkan putaran waktu
Dengan puluhan judul, ratusan file molekul kata
Setitik nila kegilaan, Secawan petri kemisteriusan
Setabung reaksi keanehan, Sebongkah rahasia jiwa
Gerusan kata-kata indah
Butir-butir partikel aura perasaan
Puluhan momentum ungkapkan bahasa rasa..
Perlahan membuat sakaw asa
Tersembunyi dalam di palung labirin nurani
Segan menampakkan diri..
Ah ternyata kau memang jadi canduku
Atau mungkin [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/yang-berbisik.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Berbisik'>Yang Berbisik</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">#chapter 1</p>
<blockquote>
<p style="text-align: right;"><strong>My Abstract Chemistry</strong></p>
<p style="text-align: right;">Berulang rotasi Bumi…</p>
<p style="text-align: right;">Menyambungkan frekwensi dua hati</p>
<p style="text-align: right;">Begitulah senyawa hidup serahkan putaran waktu</p>
<p style="text-align: right;">Dengan puluhan judul, ratusan file molekul kata</p>
<p style="text-align: right;">Setitik nila kegilaan, Secawan petri kemisteriusan</p>
<p style="text-align: right;">Setabung reaksi keanehan, Sebongkah rahasia jiwa</p>
<p style="text-align: right;">Gerusan kata-kata indah</p>
<p style="text-align: right;">Butir-butir partikel aura perasaan</p>
<p style="text-align: right;">Puluhan momentum ungkapkan bahasa rasa..</p>
<p style="text-align: right;">Perlahan membuat sakaw asa</p>
<p style="text-align: right;">Tersembunyi dalam di palung labirin nurani</p>
<p style="text-align: right;">Segan menampakkan diri..</p>
<p style="text-align: right;">Ah ternyata kau memang jadi canduku</p>
<p style="text-align: right;">Atau mungkin badai tornado skala fujita 5</p>
<p style="text-align: right;">Meluruhkan kerasnya sedimentasi keangkuhan</p>
<p style="text-align: right;">Melapisiku dengan sepuhan emas getaran cinta</p>
<p style="text-align: right;">Atau hanya sebuah chemistry semata</p>
<p style="text-align: right;">Logika seakan tak percaya…Tapi memang nyata adanya..</p>
<p style="text-align: right;">Tak hendak kutahu kemana arah angin membawa..</p>
<p style="text-align: right;">Mungkin akhirnya seperti bintang jatuh..</p>
<p style="text-align: right;">Yang tak akan pernah sampai ke birunya bumi</p>
<p style="text-align: right;">Tampakkan sinarnya dari kejauhan cakwarala di langit malam kelam</p>
<p style="text-align: right;">Dan aku duduk disini, di tepi pantai kegundahan</p>
<p style="text-align: right;">Berharap susunan atommu kembali menjadi bintang</p>
<p style="text-align: right;">Yang kemudian jatuh digenggaman bayang-bayangku</p>
<p style="text-align: right;">Tak tahu bagaimana ini berakhir..</p>
<p style="text-align: right;">Karena ku hanya bisa diam ..ya hanya diam membeku…</p>
<p style="text-align: right;">Seperti es dalam derajat minus..</p>
<p style="text-align: right;">Tak kan pernah mencair..tenang dalam abadinya..</p>
</blockquote>
<p style="text-align: right;">(<a href="http://nenyok.wordpress.com">SENYAWA,</a> July 3, 2008)</p>
<p style="text-align: right;">
<blockquote><p>#chapter 2</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Kalau Cinta Jangan Nakal, Kalau Nakal Jangan Cinta (</strong>Neosenyawa, November  19, 2009)</p></blockquote>
<p style="text-align: center;">-Fin-</p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/yang-berbisik.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Berbisik'>Yang Berbisik</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/suka-yang-menggila.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Cinta-Mu</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 15:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[eartquake]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[Rabb]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Aakhhhhhhh&#8230;!!!!
Lihat aku sekarang tak ada kata yang lebih tepat untuk mewakilinya kecuali sebutan tragis, ya..beberapa jam yang lalu rumah megahku masih berdiri kokoh, rumah dua tingkat dengan konsep minimalis yang mempunyai backyard yang luas, pagar di depan rumah yang indah dan mulai dirambati tanaman hidup, rumah yang aku sangat suka dan aku impikan sejak lama, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zet And Her Mom Stories'>Zet And Her Mom Stories</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aakhhhhhhh&#8230;!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Lihat aku sekarang tak ada kata yang lebih tepat untuk mewakilinya kecuali sebutan <em>tragis,</em> ya..beberapa jam yang lalu rumah megahku masih berdiri kokoh, rumah dua tingkat dengan konsep minimalis yang mempunyai backyard yang luas, pagar di depan rumah yang indah dan mulai dirambati tanaman hidup, rumah yang aku sangat suka dan aku impikan sejak lama, ada kantor kecil tempat aku bersunyi-sunyi saat berselancar di dunia maya, ada studio kecil berisi piano dan meski tak ahli aku suka menyempatkan sekedar memainkan  lagu romantis kesukaanku, ada juga dapur mungil dan kulkas dua pintu ya, aku suka sekali menumpuk makanan, bukan karena aku suka ngemil tapi sudah rutin seminggu sekali aku mengundang anak yatim untuk mengaji di rumahku dan tentu saja makanan adalah keharusan tak terelakan..Lihat betapa bahagianya hidupku, bisnisku  yang lumayan meski status singleku yang selalu menjadi bahan pertanyaan setiap ketemu teman atau handai taulan..ah itu tak penting lagi kini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya kini hanya ada<span id="more-253"></span> cerita kini. Cerita duka tentang sebuah sirna, semua kebanggaanku, harapanku seolah ludes termakan murkanya bumi yang menelan dan merubuhkan semua yang ada diatasnya dengan penuh kemenangan seolah mengejek manusia &#8220;Hai lihatlah bagaimana dirimu sekarang&#8221; dan kalian tahu?,  rumahku adalah korban kesekian, rata dan hancur dengan tanah, tapi entah kenapa aku tak bisa menangis, atau mungkin sudah lupa cara menangis, kejadian yang sungguh tak terduga di siang menjelang sore tiba-tiba getaran bumi yang hebat menyapa  dan bisakah kalian tebak, tentu saja reaksi semua orang hampir sama, takut dan berusaha menyelamatkan diri secara spontan yang kita bisa namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, tetangga sebelahku anaknya meninggal tertimpa reruntuhan, dan aku disini dengan penuh kegalauan, berusaha bersyukur akan jiwa yang masih diselamatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nyatanya begitu mudah Rabbku mengambil semuanya, sekejap kedipan mata pada saat yang tak terduga,  dunia yang biasanya jadi kebanggaan bahkan seakan penentu status sosial, segala macam gemerlap harta, ludes ditelan puing-puing reruntuhan.  <em>Rabb rupanya Engkau masih ingatkan kami, sungguh,  manusia tak berdaya berhadapan dengan kuasa-Mu. Engkau masih sudi sayangi kami dengan cara seperti ini, Kau yang  memberi uji, Engkau jualah yang mampu membuat semuanya baik kembali.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Barak-barak pengungsian sudah penuh aku menempati tenda di ujung masih bercengkerama dengan hening disini, ditenda sebelah terdengar isak tangis, rintihan seorang Pak Tua yang meratap kehilangan anaknya, aku masih tak mengerti mau bagaimana, sementara ini yang jelas perutku keroncongan karena belum diisi sejak semalam pindah ke pengungsian, entah kapan bantuan akan datang tapi baiklah!!!  hidup mesti terus berjalan waktu tak bisa menunggu, harapan masih ada, aku hanya perlu lakukan yang aku bisa. Tiba-tiba semangat hidupku kembali menyala.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya..ya..ya..jika sudah begitu mestinya tak ada alasan untuk sombong, dan manusia memang tak punya cukup alasan untuk melakukannya. Harta,  tahta, kepintaran, kedudukan dan aksesoris dunia lainya bukan sesuatu  yang layak disombongkan, semua itu hanya titipan semata, amanah dari Rabb semesta alam, apakah kita mampu menggunakannya dengan baik atau tidak.. kini, Dia mengambil kembali apa-apa yang Dia titipkan kepada kita, lalu memangnya kita bisa apa, kita hanya perlu ikhlas, pasrah dan tawakal adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Betul kata pepatah, dunia mestinya di taruh di tangan jangan di hati, dimana kehilangannya tak mesti merasa hampa, dan sesuatu yang kini kita anggap bencana, membuat luka dan derita siapa tahu itu wujud kasih sayang-Nya yang tak terkira.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tiba..tiba.. seseorang memanggilku dengan suara sangat keras <em>“Zeeeeet!!!!!!!!!!!!, </em>gendang telingaku terasa ingin pecah. bumi kembali bergetar aku sungguh takut, tanah tempatku berpijak tiba-tiba terbelah dan aku ada di pinggir patahan itu, keseimbanganku hilang…aku..aku..pasti terjatuh “ Aaaaaa….”</p>
<p style="text-align: justify;">“Gubrak..….., aduh.. kepalaku agak berdenyut saat kubuka mata.. ..dan Oh Tuhan, sahabatku Cathleya berdiri di depanku, kucubit diriku, Aw!! sakit , kali ini bukan mimpi rupanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Mimpi apa Zet hingga jatuh begitu..aku baru saja datang melihat kamarmu yang seperti kapalku  <strong>Chalif</strong> saat sedang perbaikan, layar yang masih online dgn semua jendelanya tentang berita gempa di bumi tanah kelahiranmu, dan buku-buku itu berserakan dimana-mana, Ah Zet kau tidak berubah ya, masih suka berantakan seperti biasanya”</p>
<p style="text-align: justify;">“ Oh Cathy..aku tak bermimpi, kau kesini tanpa memberitahuku terlebih dahulu, ini kejutan menyenangkan di tengah duka yang kurasakan”</p>
<p style="text-align: justify;">“Well, itulah gunanya sahabat, ingin meyakinkan jika dirimu baik-baik saja Zet”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">*Zet and Cathy berpelukan*</p>
<p style="text-align: center;">-tamat-</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zet And Her Mom Stories'>Zet And Her Mom Stories</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 08:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[astronomy]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[ISS]]></category>
		<category><![CDATA[letter]]></category>
		<category><![CDATA[russia]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>
		<category><![CDATA[soyuz]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Zet, Lihatlah dunia dari berbagai sisi dan hatimu yang seperti cermin jangan lupa untuk selalu kau bawa serta 
Maaf  Zet, aku baru sempat membalas surat &#8211; suratmu tentu, tentu aku membacanya dengan seksama, tak terlewatkan satu huruf bahkan titik pun meski tak selayak Tuhan yang mustahil melewatkan pandangan dari makhluk-mahkluk-Nya bahkan dari helai demi  [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Cathleya'>Surat untuk Cathleya</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Junks Space'>Junks Space</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span style="color: #ff6600;"><em>Zet, Lihatlah dunia dari berbagai sisi dan hatimu yang seperti cermin jangan lupa untuk selalu kau bawa serta </em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Maaf  Zet, aku baru sempat membalas <a href="http://nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html">surat</a><a href="http://nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html"></a> &#8211; <a href="http://nenyok.com/2009/04/waterfall.html">suratmu</a> tentu, tentu aku membacanya dengan seksama, tak terlewatkan satu huruf bahkan titik pun meski tak selayak Tuhan yang mustahil melewatkan pandangan dari makhluk-mahkluk-Nya bahkan dari helai demi  helai daun yang berguguran dari pohon yang sedang meranggas di musim gugur diselimuti kabut pagi hari dan senyuman sang embun.</p>
<p style="text-align: justify;">Zet, jika saja berkenan ku ibaratkan, dirimu yang kelu, dirimu yang sedang merasa sendu tak ubahnya seperti pohon yang ditinggalkan daun-daunnya, meranggas di musim gugur, tapi kau tahu apa yang terjadi kemudian Zet, saat musim semi tiba semuanya akan kembali  semula, pucuk-pucuk mungil hijau daun bermunculan, bunga bermekaran menyongsong matahari dengan sumringah, alam seakan dilahirkan kembali penuh dengan warna dan pelangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentang NeoTsar? Yah aku tahu, kau bersedih saat mengingatnya, tapi pernahkah kau tanya hatimu, kenapa, Kenapa harus NeoTsar, jujur saja aku agak kaget dengan penjelasanmu, kukira tak ada yang berbeda diantara kalian, ternyata perasaan sepi atau sakitmu barangkali membawa jalan dan melarutkan pemiliknya kepada hal-hal yang tak terduga dan menyenangkan sekaligus menggelisahkan yang kau sebut dengan cinta, begitu bukan Zet?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun apapun yang telah terjadi antara dirimu dan NeoTsar, apapun keputusan yang kau buat tentang layak tidaknya NeoTsar di sisimu dan akhirnya nuranimu sampai pada keputusan memilih untuk meninggalkananya sebagai bentuk kepantasan hubungan yang kau inginkan, aku setuju Zet, sangat setuju, bagaimanapun perihnya yang kau rasakan karena perpisahan itu, bagaimanapun manisnya kenangan yang kalian lalui bersama tapi sekali lagi menjauhinya adalah pilihan pantas dan layak, dan disitulah justru ketulusan hatimu yang bicara, itulah ketulusan yang sebenarnya atas rasa sayang yang kalian saling miliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa kau bingung Zet?<span id="more-66"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993366;"><em><span style="color: #000000;">Baik-baiklah, mari kita bicara tentang ketulusan ya Zet, ini penting, penting sekali, Oh ya semalam aku baca tentang ini dan sangat aku ingin bagi denganmu apa yang kufahami, semoga kau tak keberatan ya Zet.</span></em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Zet, aku mengerti kau sangat tulus menyayangi NeoTsar bahkan ku yakin begitupun sebaliknya dengan NeoTsar, aku yakin itu, kalau tidak mengapa kalian bisa berhubungan melampaui hitungan bulan, namun jauh di relung hatimu Zet, jauh dalam lubuk hatimu, dalam nuranimu kau sadar ketulusan atas nama cinta yang kau bangun dengan NeoTsar adalah rapuh, bahkan kaupun bingung untuk apa dan tujuan apa ketulusan yang kau berikan untuk Neo dengan cara yang kau laukan selama ini. Jangan katakan aku salah menduga Zet.</p>
<p style="text-align: justify;">Zet, sahabat Mars-ku, perasaan tulus saja tak akan cukup, masih banyak soal lain, apakah ketulusan itu akan membuatmu terhina atau tidak, apakah ketulusan itu menjadi titik awal dedikasi dan penghambaan kita kepada Alloh untuk memperbaiki amal kita setiap harinya, atau sebaliknya, ia menjadi awal untuk mengelabui banyak hal dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Zet kawan kecilku, saat aku bercermin, aku sadar tak ada yang lebih tulus dari cermin, tempat kita berkaca, ia diam namun selalu bicara dalam puncak kejujurannya tanpa memberitahu, bila aku rapih, wajahku ceria, maka cermin akan menampakkan demikian, pun saat ku berantakan, sembab, layu atau sedih maka begitu juga potret diri yang ia tampakkan. Itulah cermin Zet, ketulusannya sempurna, apa yang dia lihat dari kita tak pernah ia simpan, jelek atau baik tampilan kita, bila kita telah pergi, ia bahkan tak menyimpan bayangan wajah kita di dalam dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi Zet ketulusan cermin adalah kerja dari nurani kita yang tak kan pernah mampu berdusta, namun akal, pikiran, nafsu dan godaan lainya yang seringkali menolak kejujuran nurani, ya persis seperti persepsi tentanag wajah kita di cermin, kita bisa saja saat bercermin merasa hebat, merasa cantik, merasa apa saja karena soal perasaan cermin tak mampu mengintervensi, terserah kita, kita bisa merasa seperti itu tapi sekali lagi apa yang dikatakan cermin hanya akan apa adanya seperti benar-benar adanya. Maka saat kau memberi cermin tentang hubunganmu dengan NeoTsar, tentang segala apa yang telah kau berikan untuk NeoTsar dan yang diberikan NeoTsar untukmu, maka yang kau merasakan bahwa itu perasaan tulus, lahir karena kecintaan dari hatimu yang paling dalam namun pada akhirnya tak lebih dari terhasilkannya perbuatan yang justru bisa menghinakan dirimu, jiwamu tak bisa kau kelabui Zet, tak bisa kau manipulasi saat cermin berkata bahwa jalinan antar kau dan NeoTsar, apa yang kalian saling berikan seperti menggenggam bara api, berada di luar jalur, its like cross the line, In One side kau mereguk banyak keindahan dengannya tapi in the other side hati nuranimu yang terbersih mengingkarinya karena itulah mengapa hubunganmu denga NeoTsar diliputi kegelisahan, pun aku yakin dengan NeoTsar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu Zet soal ini tak hanya berlaku soal cinta, seringkali dalam kehidupan nyata banyak orang yang berusaha memanipulasi jiwanya dengan kata ketulusan untuk hal-hal atau aktivitas-aktivitas bahkan pekerjaan yang sebernya dilarang dan tidak dibenarkan. Nah yang kau alami adalah jiwamu terkelabui dengan kata tulus untuk hubunganmu yang sebenarnya tak semestinya dengan NeoTsar, karena itulah yang aku bilang rasa tulus saja tak akan cukup menjadi bekalmu dalam mengarungi kehidupan, namun nurani harus bekerja untuk mengatakan itu baik atau buruk, salah atau benar jangan justru memanipulasi ketulusan itu sendiri, yang membuat kita terhina karena itu adalah tindakan kerdil dan tak akan mendatangkan kemuliaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah Zet, maafkan aku yang  banyak berkata-kata, sekan seolah-olah mengguruimu, tidak Zet aku tak bermaksud demikian, aku peduli padamu karena kau sahabatku dan hanya ini yang mampu kulakukan, jika aku bisa berpanjang lebar mensihatimu bukan berarti aku lebih baik darimu, tidak Zet, kalkulasi dan penilaian itu hanyalah hak Tuhan semata, tapi satu hal, aku faham mungkin kau akan perlu waktu melalui semua ini, menjalani proses ini dari detik ke detik menata hati, rasa dan lakumu di segala aspek hidupmu dan tentu yang terpenting adalah progress yang lebih baik lagi dalam setia langkahnya, karena kita tidak ingin celaka bukan?, saat hari ini ternyata lebih buruk dari hari kemarin, Astaghfirullah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm.. hey!!  bukankah kau bilang Tristan sangat menyayangimu, ya meski dia pernah membuatmu sangat perih, kukira tak ada salahnya kau kembali padanya, kau hanya mesti agak berusaha keras untuk memaafkannya, hargailah ketulusannya, ingatlah segala kebaikannya dan dengan itu kaupun akan cepat melupakan kenangan akan NeoTsar, bagaimana usul yang bagus bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Zet, coba lihat dan tatap dunia dari sisi yang lain, maka hidup akan memberikan banyak hal untukmu, kurasa kau mampu menjadi pohon yang akan merasa sangat bahagia saat daun-daun hijau dan segar melingkupinya, seperti dilahirkan kembali di musim semi yang indah. Bersabarlah melalui itu, aku yakin akan tiba saatnya semua berubah menjadi lebih baik dimana segala rasa dan laku bermuara pada kebenaran dari nurani.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya sampai aku lupa menceritakan keadaanku, aku baik-baik saja Zet, sekarang lagi sibuk dengan persiapan misiku mengecek sampah antariksa di orbit bumi, semua masih dalam tahap persiapan, kau pasti sudah mendengar berita bahwa kamis 12 Maret 2009 waktu bumi yang lalu, nyaris saja saja bongkahan sampah antariksa menghantam bagian depan stasiun antariksa internasional (ISS) milik USA  dan pakar mereka memperkirakan masih banyak serpihan antariksa yang akan menghampiri ISS di masa depan, tentu saja Zet seperti yang pernah kuceritakan <a href="http://nenyok.com/2009/04/junks-space.html">sampah antariksa semakin banyak dan padat hingga potensi benturan atau tabrakan satelit dan semacamnya sangat besar</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan pada saat krisis itu berlangsung,para awak bumi masih sempat punya waktu kurang dari satu jam memberi tahu awak astronot  ISS untuk mencari perlindungan dalam sebuah kapsul Rusia yang diparkir di stasiun tersebut, tentu saja tindakan itu dilakukan untuk berjaga-jaga jika pecahan sampah antariksa menabrak ISS. Ya soalnya jika sampah itu menghantam sementara mereka masih berada di bagian utama ISS, para astronot hanya punya waktu 10 menit untuk menyelamatkan diri, begitu kata kendali misi di bumi. Karene sebuah lubang di badan stasiun antariksa berarti hilangnya udara dan tekanan yang mengakibatkan hilangnya nyawa siapa pun di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kau tahu Zet para awak dengan cepat mengungsi ke kapsul soyuz milik rusia sampai-sampai  mereka lupa membawa buku manual instruksi ketika memasuki kapsul. Di dalam Soyuz, mereka menunggu selama 10 menit, siap untuk kembali ke bumi jika benturan hebat itu terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku melihatnya dengan jelas Zet aku yakin para pakar puing antariksa di bumi dicekam kekhawatiran. Pasti mereka mengawasinya dengan napas tertahan, dan salah satu ilmuwan serpihan antariksa badan antariksa Amerika Serikat (NASA) Mark Matney sampai mengatakan &#8220;Kami tidak tahu apa yang akan terjadi.&#8221; . Yah begitupun aku Zet hanya mampu melihat dan mengawasi dengan napas tertahan pula dan berdoa semoga mereka selamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untungnya serpihan itu meleset, aku dan bahkan ilmuwan di bumi juga tidak mengetahui sama sekali berapa banyak dan mungkin tak pernah bisa memastikan jaraknya dengan ISS. Ya bisa jadi serpihan itu mungkin hanya ratusan puluhan meter atau beberapa kilometer.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm..sangat berisiko hidup di antariksa, apalagi peristiwa ini hanya sebulan setelah <a href="http://nenyok.com/2009/04/junks-space.html">tabrakan dua satelit di orbit</a> yang dampaknya hanya menambahkan ratusan puing ke sabuk sampah antariksa di orbit bumi. Dan artinya pekerjaanku makin berat  Zet, tapi aku sangat menikmatinya karena memang menyukainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah tentang ini akan kuceritakan lain kali ya Zet, semoga mata minusmu tak pegal membacanya, ah jangan lupa, manage waktumu untuk online di depan monitor, meskipun aku tahu itu adalah keasyikan yang tiada tara untuk dirimu.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya kudengar di Mars ditemukan metana? Coba ceritakkan untuku Zet!!</p>
<p style="text-align: justify;">Okay Zet sebentar lagi pagi, aku kira demikianlah dulu yang bisa aku sampaikan padamu, aku hanya berharap sahabat terbaiku bisa menjadi lebih ceria dan bahagia di masa depan. Amin</p>
<p style="text-align: justify;">Warm Regards,</p>
<p style="text-align: justify;">-Ur true friend-</p>
<p style="text-align: justify;">-Cathleya-</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Source:<br />
Tempointeraktif<br />
Hidup Tak mengenal Siaran Tunda (A. Zairofi AM)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-cathleya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Cathleya'>Surat untuk Cathleya</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Junks Space'>Junks Space</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Berbisik</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/04/yang-berbisik.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/04/yang-berbisik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 01:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hidup adalah mencari dan mencari makna sesungguhnya, berjibaku dengan waktu menuju muara keabadaian&#8221;
Ah langit,  embun jam empat dini hari tadi berbisik gemrisik ”Hai kawan, kamu bukan siapa-siapa” aku terdiam, ya mungkin kau benar embun, bahkan aku tak mampu menjadi seperti dirimu yang menghias pagi dengan kebeningan meski hanya setitik dia atas dedaunan dan rumput [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/suka-yang-menggila.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Suka Yang Menggila'>Suka Yang Menggila</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span style="color: #ff0000;"><em>&#8220;Hidup adalah mencari dan mencari makna sesungguhnya, berjibaku dengan waktu menuju muara keabadaian&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ah langit,  embun jam empat dini hari tadi berbisik gemrisik <em>”Hai kawan, kamu bukan siapa-siapa”</em> aku terdiam, ya mungkin kau benar embun, bahkan aku tak mampu menjadi seperti dirimu yang menghias pagi dengan kebeningan meski hanya setitik dia atas dedaunan dan rumput hijau di pekarangan, jadi beruntung wahai kau embun, setidaknya kau mampu untuk menjadi embun meski jika mentari pancarkan sekelabat sinarnya kaupun pergi tanpa jejak, hilang tanpa bekas, namun kau akan datang lagi, saat waktu merangkak menuju malam berlarian bersama bulan mencari pagi di ujung waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah Embun, rumput jam empat dini hari tadi berbisik gemerisik <em>”Hai kawan, sepertinya engkau terlihat lara, kenapa hanya dua anak sungai di atas pipimu, apatah gerangan membuat sang airmata kau jatuhkan ke bumi”</em> dua sudut bibirku agak terangkat di sisi-sisinya, kenapa kau mengira aku demikian wahai rumput, lara? duka? Sepertinya kata-kata itu tak asing buatku, terdengar seperti nyanyian merdu seruling para dewa di puncak Himalaya dan membuatku terhanyut karenanya. Wahai rumput, bahagia dan lara hanya sebuah sebutan semata, tak ada hal yang betul-betul membuat lara jika kau tahu lara mestilah sebuah anugerah karena setelah lara kau mendapatkan bahagia dan sukacita, dan akan begitu terus berputar dalam roda kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah Rumput, tanah basah jam empat dini hari tadi berbisik gemerisik <em>”Hai kawan, semua duka, lara dan bahagia, bumi akan mengetahuinya jadi biarkan airmatamu jatuh, jangan kau abaikan yang layaknya gravitasi, meski embun berkata kau bukan siapa-siapa, meski rumput mengira kau lara, tapi aku sang bumi akan tetap setia, tetaplah berpijak di atasku, tetaplah di atas bumi namun kau menengadah ke atas langit dan disanalah muara kehidupan akan berakhir saat tanah memintamu kembali”</em> Aku tertawa lebar, kali ini tentu aku percaya, aku tahu aku siapa, aku dari tanah dengan hembusan langit kemudian aku ada dan suatu saat aku akan kembali kepada kalian. Duka dan bahagia adalah wajar adanya, tak perlu sesali yang sudah terjadi, masa lalu, masa kini masih milikku dan bersyukurlah dengan itu bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Ah pagi yang senyap namun tak enggan hati ramai berkata-kata mencari makna, dan ingatlah cinta tak pernah salah hanya saja nurani jangan dijauhkan darinya.</p>
<p style="text-align: right;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/suka-yang-menggila.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Suka Yang Menggila'>Suka Yang Menggila</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/04/yang-berbisik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Junks Space</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 16:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[antartica]]></category>
		<category><![CDATA[astronomy]]></category>
		<category><![CDATA[atmosphere]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[satellite collision]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>
		<category><![CDATA[space]]></category>
		<category><![CDATA[summer triangle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Ternyata sampah itu bisa dimana-mana, tidak di bumi, tidak di langit bahkan di otak &#8220;

Besok hari, tugasku untuk keliling antariksa mendekati orbit bumi, komandan telah menjadwalkannya setelah sebulan lebih aku melwati cuti dengan melakukan perjalanan ke Deneb, Altair dan Vega. Ah menyenangkan sekali berkunjung kesana, Ketiga bintang itu sering disebut The Summer Triangle (segitiga musim [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: right;"><em><span style="color: #ff0000;">&#8220;Ternyata sampah itu bisa dimana-mana, tidak di bumi, tidak di langit bahkan di otak &#8220;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Besok hari, tugasku untuk keliling antariksa mendekati orbit bumi, komandan telah menjadwalkannya setelah sebulan lebih aku melwati cuti dengan melakukan perjalanan ke Deneb, Altair dan Vega. Ah menyenangkan sekali berkunjung kesana, Ketiga bintang itu sering disebut The Summer Triangle (segitiga musim panas) karena cahayanya yang terang dan jika dihubungkan berbentuk segitiga. Kenapa disebut The Summer Triangle karena keberadaan tiga bintang itu di langit utara lu menandakan musim panas akan segera tiba. Oh ya, Vega dari rasi Lyra, Altair dari rasi Aquila dan Deneb dari rasi Cygnus.</p>
<p style="text-align: justify;">Vega merupakan protobintang [calon bintang] utara, menurut catatanku, 12 ribu tahun dari sekarang sumbu rotasi bumi kita akan mengarah ke bintang itu. Nantinya Vega akan menjadi bintang utara yg menggantikan kedudukan polaris. ke-3 bintang ini juga sering dgunakan sebagai petunjuk untuk mencari rasi-rasi bintang yang lainnya. Panggilan untuk Deneb adalah salib utara. Dan kamu tahu tidak, Di tengah-tengah segitiga ini akan membentang galaksi Milky Way [orang Indonesia menyebutnya Bima Sakti]. The Summer Triangle ini juga bisa dilihat di pagi hari selama musim semi dan di malam hari selama musim gugur (sampai bulan November).</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="The Swan" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqQZrgoXvqM/SHJJHikOSHI/AAAAAAAABg0/weATN147jxg/s400/Cygnus%2BSwan.jpg" alt="" width="400" height="258" />Klo menurut mitologi Yunani, Vega, Altair dan Deneb adalah nama-nama tokoh dalam mitologi Yunani. Dikisahkan bahwa mereka bertiga adalah sahabat. Vega si cerdas adalah bagian utama dalam rasi Lyra. Nama Lyra sendiri adalah sebutan untuk harpa milik Orpheus, seorang musisi dalam mitologi Yunani kuno. Deneb yang berada dalam rasi Cygnus adalah sosok angsa putih yang gemulai, cantik dan menarik. Dengan tarian angsanya [swan] dia dapat memikat para dewa-dewi, Dalam suatu legenda, angsa adalah pahlawan bagi Orpheus sedangkan Altair dalam rasi Aquila adalah yang paling kuat diantara mereka bertiga, karena aquila dapat diartikan sebagai elang. simpelnya, Altair tuh digambarin sebagai Guardian Angel bagi  dua sahabatnya.<span id="more-11"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan yang menyenangkan melewati summer triangle, ya meski meletihkan tapi ada kepuasan tersendiri karena sekaligus terbang mengitari Milky way Dan tugasku esok adalah mendekati orbit bumi untuk memeriksa keadaan atmosphere dan angkasa di sekitarnya, menurut komandanku, athmosphere bumi dan sekitarnya mulai keliatan ”crowded” dengan berbagai sampah-sampah luar angkasa apalagi setelah kejadian <a href="http://www.space.com/news/090211-satellite-collision.html">”satellite-collision”</a> atau tabrakan satelit yaitu satelit aktif berupa satelit komunikasi Iridium 33 yang diluncurkan pada 1997 dengan bobot 560 kg milik AS, dengan sampah antariksa, satelit Cosmos 2251 milik Rusia yang diluncurkan pada 16 Juni 1993 itu berbobot 900 kg, tabrakan itu terjadi pada 11 Februari 2009 pukul 23.55 WIB di atas Siberia. tabrakan terjadi pada ketinggian sekitar 790 km.</p>
<p style="text-align: justify;">Jaringan radar pemantau antariksa milik Departemen Pertahanan AS mengkonfirmasi terjadinya tabrakan itu yang menghasilkan lebih dari 700 keping pecahan satelit. Deteksi radar pada setelah tabrakan menemukan adanya 505 keping pecahan Cosmos 2251 dan 194 keping pecahan Iridium 33. Pecahan yang lebih kecil yang tak terdeteksi radar jumlahnya jauh lebih banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut pemantauan kami, manusia bumi tidak bisa memantau kejadian tabrakan itu secara langsung, awalnya, operator Iridium 33 melaporkan hilang kontak dengan salah satu dari 66 jaringan satelit komunikasinya.. Setelah dianalisis dari data radar ternyata Iridium 33 sudah tidak ada, diganti dengan pecahan-pecahan yang banyak. Analisis orbit dan data radar menyimpulkan bahwa Iridium 33 bertabrakan dengan COSMOS 2251. Pada saat kejadian Iridium sedang mengorbit dari arah India ke Siberia. Sementara COSMOS sedang mengorbit dari arah Eropa menuju Siberia. Perlu kamu tahu bahwa kejadian tabrakan dua satelit besar ini adalah peristiwa pertama kali. Sebelumnya hanya dilaporkan tabrakan satelit mikro dengan sampah antariksa. Sampai bulan Februari 2009 jumlah objek buatan manusia yang terdeteksi radar mencapai 13.157, hanya sekitar 3.340 berupa satelit aktif atau satelit sampah, selebihnya pecahan sampah roket atau satelit.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah tapi apa urusanku dengan keuntungan atau kerugian materi manusia bumi itu, kami hanya ingin memastikkan keadaan luar angkasa bersih dan aman untuk kehidupan mereka, jangan sampai terjadi sampah luar angkasa yang semakin padat memicu tabrakan berikutnya Logikanya semakin padat sampah antariksa bertebaran semakin besar juga untuk terjadi tabrakan bukan? atau lebih parahnya sampah-sampah itu  jatuh ke bumi dan akan menelan banyak korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini memang tugas berat karena kukira manusia bumi tak terlalu memperhitungkan keadaan ini, kenapa ya mereka suka banget ”nyampah” ga di planet mereka sendiri tapi bahkan ruang angkasa tak luput sebagai tempat untuk nyampah, harusnya mereka sadar akan akibat dari semua itu, aku melihat banyak hal luar biasa dan bahkan bencana yang terjadi akibat memperlakukan planet mereka dengan semena-mena, ekosistem yang rusak memicu ketidakseimbangan alam dan saat alam menyeimbangkan diri maka reaksi yang mereka berikan adalah bencana untuk manusia itu sendiri, apa kalian masih inget kejadian tsunami di sekitar asia beberapa tahun lalu?, banjir dimana-mana termasuk di Amerika, badai tornado, kebakaran hutan di australia, Lusi (lumpur sidoarjo) dan Situ Gintung di indonesia, dan berita terbaru adanya <a href="http://news.xinhuanet.com/english/2009-04/06/content_11136997.htm">pecahan es di antartika sebagai gejala dari hasil pemanasan global.</a></p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya, sepertinya ceritaku panjang juga ya, aku kira aku mesti beristirahat menyiapkan tenaga untuk tugasku esok hari serta memastikkan segala peralatan armada pesawatku akan siap. Jadi aku perlu tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalian pasti penasaran denganku bukan? baiklah nanti akan kuceritakkan siapa diriku, aku memang bukan bagian dari makhluk bumi tapi tentang bumi dan manusia penghuninya adalah sangat menarik untuk diamati, Well sebagai perkenalan awal, kenalkan namaku Cathleya, aku biasa dipanggil Catty mungkin karena mataku yang agak sedikit sipit dan mirip kucing. Nanti akan kuceritakan tentang kisah perjalananku yang seru-seru.</p>
<p style="text-align: justify;">Okay all, Cu ya&#8230;sampai bertemu di lain cerita..</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
