<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA &#187; cerita</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/tag/cerita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 23:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi diri]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Salam Zet di Mars..
Di telingaku sedang mengalun-alun nasyidnya Hawari yang berjudul &#8221; Janji&#8221;, heh mungkin ini awal baik untuk aku menyukai nasyid, selain musik semacam Joe Satch yang membuatku bisa bekerja dengan konsentrasi saat mendengarkannya,  jangan!!  dan sekali-kali tidak, tentang menyukai nasyid tidak mencerminkan apa-apa tidak menunjukan bahwa aku tampak lebih alim, musik adalah musik, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zet And Her Mom Stories'>Zet And Her Mom Stories</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Salam Zet di Mars..</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di telingaku sedang mengalun-alun nasyidnya <strong>Hawari</strong> yang berjudul &#8221; J<strong>anji&#8221;</strong>, heh mungkin ini awal baik untuk aku menyukai nasyid, selain musik semacam Joe Satch yang membuatku bisa bekerja dengan konsentrasi saat mendengarkannya,  jangan!!  dan sekali-kali tidak, tentang menyukai nasyid tidak mencerminkan apa-apa tidak menunjukan bahwa aku tampak lebih alim, musik adalah musik, musik adalah apakah kau terlalu terhanyut di dalamnya hingga waktu terbuang percuma karena seharian telingamu hanya terisi alunan melodi semacam itu dan membuat lamunanmu menerawang kemana-mana atau hanya dijadikan hiburan sesaat memenuhi kebutuhanmu jiwamu, memperhalus perasaanmu, ah tapi lirik plus melodi dalam sebuah musik toh mampu mempengaruhimu suasana hatimu kadang, jadi kalau begitu sebenarnya musik bukan sekedar musik ya.. *ga usah ribet memahaminya ya Zet* <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sudahlah, tak usah di bahas terlalu panjang, tidak terlihat penting, aku tahu Zet, perasaanmu sedang gundah, pasti tentang Neo kan? jangan terlalu sentimentil, jangan terlalu banyak berpraduga, sebuah peribahasa mengungkapkan lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya, itulah kau dan Neo, nothing Zet, as i say..Nothing!!!! cuma membuatmu seperti berdarah-darah kan? Neo..Neo.. dan Neo..apa dan siapa dia bisa membuatmu bukan seperti dirimu, lupakan saja!!!.  Aku tahu aku kejam mengatakan ini, tapi senyatanya memang yang aku katakan benar bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Bagus!! jadi selama beberapa bulan ini sudah kau baca berapa buku? ya aku tahu kau tak pernah melewatkan karya yang aku minta kau membacanya.  Okay, <em><strong>Galaksi Kinanti karya Tasaro GK,</strong></em> yang aku ingin kau membacanya, pasti membuat air matamu berderai-derai, Ah Zet kau ini, tak berubah tetap saja cengeng, kamu cuek dengan keadaan sekitar tapi bisa berderai-derai melihat adegan Maruko-Chanyang sedang menangis meinta maaf kepada ibunya atau tiba-tiba menangis hanya karena teringat sebuah kenangan..kenangan yang biasanya menyakitkanmu, kenangan yang ingin kau mengatakan kepada sayatan lukanya agar tak lagi membuatmu perih, kenangan yang katamu hanya bisa terhapus jika kau amnesia permanen, lebay Zet..sungguh lebay.. <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  *aku tak bermaksud menertawakanmu*</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah ya Zet, jangan menghanyutkan diri seperti itu, ada orang yang mencintaimu dan takut kehilanganmu sangat, jadi kenapa kau serahkan hatimu pada hal yang justru menyakitkan hatimu, ku yakinkan padamu, yang sakit itu bukan hanya kamu Zet tapi pun Neo hanya saja Neo dengandan punya caranya sendiri, (cara yang kenapa kau tak berusaha untuk mengerti) untuk membuat dirinya baik-baik saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kenapa kaupun tidak memilih untuk baik-baik saja, apapun sebuah kenangan akan pasti hanya akan menjadi masa lalu pada akhirnya jadi kenapa kenangan itu di masa kini jadi membunuhmu, biarkan saja tersimpan di hatimu, kau tahu apa yang Pakde Romo bilang?</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Jika masa lalu hanya sekedar menjadi masa lalu, kita tak akan pernah belajar dari padanya,masa lalu adalah karunia, selama ia membuat kita menjadi lebih baik kemudiannya  <a href="http://selagibisa.blogspot.com/">(Pakde Romo, 2010)</a></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jadi Zet, bagaimana Shaum ramadhan mu di Mars sana, keep smiling ya, tetap ceria, oh ya baiknya kau main basket di malam minggu nanti, badan ringkihmu perlu berkeringat, tak perlu menunggu purnama untuk beritual dengan &#8220;SPALDING&#8221; -mu. Aku akan melihatmu dan menemanimu di kejauhan diantara kerlip bintang, diantara gugusan bintang dan banyak cinta untukmu sahabatku sejiwa, Oh ya aku tahu, kau kemarin tak melihat <a href="http://www.nenyok.com/2009/08/perseid-makeawish.html">meteor Shower dari rasi Peurseus kan? Perseid</a> yang adalah kawanmu Leo-mu di agustus ini. Yah kau ketiduran lagi rupanya, tak apa, semoga Rabb kita memberikan kesempatan kita jelang masa depan, dan kita akan lihat warna dunia yang harus berbeda dan berubah lebih baik tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setuju Zet??, ini kuhadiahkan lirik nasyid <strong>Janji</strong> untukmu, aku tahu kau pasti menyukainya, keep your mind babe!!!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Suburkan hati kita dengan cinta yang murni, gemburkan jiwa kita dengan kasih dan sayang, ikrarkan kesetiaan di dalam hidup kita, selaras dan sefaham tanamkan dalam diri. Semua manusia dicipta sama, tiada berbeda sesama kita, tua dan muda tak jadi soal, miskin dan kaya tak jadi masalah. Kita hanyalah butiran debu, tiada kekuatan, engkau dan aku saling perlukan, jangan dirusak ego dan nafsu, Jadikan cinta ikatan hati, kasih dan sayang penghibur jiwa, meniti hidup indah, ikrarkan dalam ridho-Nya, ikrak cinta, ikrar kasih sayang.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: right;"><em><strong><span style="color: #0000ff;">Yang mengasihimu, cermin dirimu</span></strong></em></p>
<p style="text-align: right;"><strong><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></strong>
</p>
<p style="text-align: right;"><em><strong><span style="color: #0000ff;">-cathleya-</span></strong></em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zet And Her Mom Stories'>Zet And Her Mom Stories</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zet And Her Mom Stories</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 17:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini pagi yang cerah di angkasa, dari Chalif kapalku, selepas munajatku di pagi hari, aku membuka layar komputerku dan saat kubuka surelku, tertera surat dari Zet, dia mengatakan ingin berbincang denganku, menceritakan sesuatu yang selama ini disimpannya, tentang Ibunya, akupun membalas suratnya dan mengatakan sepakat, kita bertemu saat bulan penuh menyinari bumi dan itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini pagi yang cerah di angkasa, dari Chalif kapalku, selepas munajatku di pagi hari, aku membuka layar komputerku dan saat kubuka surelku, tertera surat dari Zet, dia mengatakan ingin berbincang denganku, menceritakan sesuatu yang selama ini disimpannya, tentang Ibunya, akupun membalas suratnya dan mengatakan sepakat, kita bertemu saat bulan penuh menyinari bumi dan itu artinya beberapa hari lagi, kebetulan aku punya waktu banyak untuk sekedar bersantai di tengah tugas-tugasku menjaga Chalif dan membersihkan sampah luar angkasa dan aku tahu aku akan mendengar sesuatu yang mungkin mengejutkan dari seorang Zet, ya seperti biasanya namun aku hanya akan mendengarkan..ya menjadi pendengar yang baik tentunya…</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu tiba juga…</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat di layar, Zet sudah disana, tersenyum sumringah, dengan celana jeans biru dekil no 27-nya,  baju kaos hitam berlengan pendek dan masih dengan rambut cepaknya yang mirip Demi Moore lebih terlihat seperti bocah yang beranjak remaja dibanding perempuan dewasa yang selalu kelihatan berpikir daripada bersenang-senang, Zet mungkin keberatan jika kuceritakan penampilan kesehariannya, tapi biarlah, itu karena aku suka dengan sahabatku satu ini, meski kutahu jika Zet keluar dari rumah anti dinginnya di mars, yang tampak hanya muka dan telapak tangannya dengan kerudung menutupi leher dan baju gamisnya seperti baju zirah yang berkibar-kibar tertiup angin. Oh ya kulihat disitu dimejanya ada segelas kopi hangat menemani dan kau tahu seperti biasa kamarnya selalu terlihat berantakan, Ah Zet, kau belum berubah dalam hal kebersihan rupanya..</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Dan aku sendiri tetap dengan uniformku berwarna pastel, karena aturan disini mengharuskan demikian, kami hanya berdua, maksudku ruangan yang kutempati juga memang ruang pribadiku dimana setiap ada yang masuk tentu harus seizinku, dan Zet tahu itu hingga dia tak sungkan keliatan begitu santai bersamakau di layar sana ..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Okay Zet, aku siap mendengarkanmu, ceritakanlah tentang Ibumu, aku juga toh belum tahu banyak,”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Iya Ley, ini sesuatu tentang Ibuku..sesuatu yang sederhana tapi tak sederhana kelihatannya..tapi kurasa aku ingin kau mengetahuinya.”</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pertanyaan dalam hatiku berawal dari rasa iri Ley, aku iri dengan salah satu temanku di bumi dulu yang kelihatannya dekat sekali dengan Ibunya. Arrghh&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sering bertanya pada diriku sendiri mengapa aku merasa tidak dekat dengan Ibuku, seperti ada jarak yang memisahkan kami, ada dinding yang sulit kutembus, kedekatan kami selalu saja membuatku sungkan, dari kecil aku jarang sekali mengungkapkan perasaanku dan begitupun Ibuku jarang menanyakannya, kecuali kalau aku sakit baru nampak sekali perhatiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan ini berlanjut hingga aku dewasa, meskipun kami suka ngobrol seperti biasanya tapi aku hampir tidak pernah mengungkapkan hal-hal yang sifatnya pribadi, atau menceritakan sesuatu yang kuanggap penting mungkin karena itulah akhirnya aku terbiasa menyimpan dan menyelesaikan setiap masalahku sendiri, memang selama ini aku lebih dekat dengan ayahku tapi itupun tak membuatku lebih leluasa menyampaikan masalahku, yang ada seringnya kami berdebat tentang banyak hal, dan kau tahu jika ayahku tak sependapat denganku, aku marah kepadanya berhari-hari bahkan karena pertengkaran itu, aku pernah mogok makan hampir dua hari tapi tanpa disangka, tiba-tiba Ibuku datang membujukku dengan sangat lembut padahal kau tahu aku kira dia tak akan melakukannya karena biasanya Ibuku lebih sering bersekutu dengan ayah menentang pendapatku, dan itu terjadi sejak sekolahku masih di bangku SD, kau tahu Ley aku pikir selama ini aku sudah agak keliru dan kejam sekali menilai orangtuaku, waktu aku kecil aku sering mengira bahwa mereka tidak betul-betul menyayangiku, wuih anak macam apa aku ini ya Ley, mungkin karena perlakuan mereka sedikit keras ya Ley, seorang anak perempuan yang diperlakukan sedikit maskulin, tapi aku bersyukur untuk itu karena aku jadi terbiasa mandiri dan ga terlalu cengeng meski gampang sekali nangis (hmm bukankah itu pertanda cengeng? )</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, namun begitupun banyak sekali kenangan indah saat aku kecil, aku ingat saat aku sakit gigi, aku meraung-raung tak tahan menahan sakit dan aku ingat semalaman ayah dan ibuku menungguiku di samping tempat tidurku, waktu itu aku melihat mulut mereka selalu komat-kamit tanpa henti berdoa sepertinya sambil membelai keningku bahkan aku tak ingat kapan tangisanku reda hingga aku terlelap, dan ajaib besoknya gigiku sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya satu lagi saat umurku lima tahun, itu kali pertama ulang tahunku dirayakan, aku ingat aku dibelikkan baju bagus, kemudian aku membungkus berbagai macam makanan dalam satu kantong plastik untuk kuberikan pada teman-temanku, dan aku sungguh bangga akan itu, ya kebanggaan gadis kecil hanya karena hari itu merasa bak seorang putri. Ley banyak sekali kenangan indah yang lain kali aku bisa ceritakkan</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingat, aku mulai membandel saat kelas satu SD, aku berkelahi dengan temen laki-laki sekelasku hingga giginya rontok dan berdarah karena tinjuku, aku lupa karena apa tapi aku ingat menjelang istirahat aku menahannya di dalam kelas dan mulailah perkelahian itu. Igh aku sangar sekali rupanya. Dan Kau tahu Ley, Ibuku tak tahu akan hal itu dan banyak hal yang ibuku tak tahu tentang aku, sudah kubilang kan aku terbiasa menyelesaikan masalahku sendiri dengan caraku, terkecuali akhir-akhir ini justru aku sering menceritakannya kepada beliau bagaimana aku, kau tahu dia terkaget-kaget mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah Ibuku, sosok yang wajahnya bertekstur agak keras dan agak sedikit gengsi dan sungkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan “kelembutan” ekspresi sayangnya jarang diberikan dengan cara memeluk atau mencium padahal aku sangat membutuhkan itu dulu, tapi aku tak merasa menyesal karena itu tak menggambarkan besar kecil rasa sayang, hanya saja Ibuku menunjukannya dengan cara berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, Ibuku seorang pekerja keras, ia menjadi yatim piatu sejak usia SMP, dan kau tahu waktu itu saudaranya berdelapan tapi itu tak banyak menolongnya, bahkan hanya untuk menampungnya sementara sekalipun, Ibuku berjuang sendirian menyelesaikan sekolahnya dengan bekerja, Doh Ley usia segitu pada hari ini adalah masa bersenang-senang sedangkan Ibuku malah berjuang untuk sekedar bisa makan dan sekolah sampai Ibuku mencapai cita-citanya menjadi seorang guru, kau tahu Ley ternyata Ibuku tak mendendam sama sekali pada saudara-saudaranya itu, bahkan kulihat banyak saudara-saudaranya kemudian sering meminta tolong sekedar meminjam uang yang jumlahnya besar padahal bisa saja Ibuku mengatakan &#8220;tidak &#8221; mengingat apa yang sudah mereka lakukan dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, karena hal itulah justru aku yang menyimpan dendam itu, aku sungguh tak rela tapi sekali lagi Ibuku selalu mengajariku agar aku ikhlas dan tidak medendam, semua perihal diserahkan pada Yang Maha Kuasa, berusaha memberi bahkan di saat kita dalam keadaan sempit. Apa yang beliau katakan kepadaku sangat berbekas di hatiku, meski aku belum bisa mengamalkan sepenuhnya dan  kini aku jauh dengannya, aku tinggal di Mars karena memang sudah tuntutan tapi aku berjanji suatu saat kelak aku akan mengajaknya meski kurasa dia akan menolak hanya dengan alasan tak ingin merepotkan aku, hanya ku ingin satu hal saja Ley, bahwa Ibuku bisa panjang umur dalam keadaan sehat selalu dan aku sendiri ingin selalu membahagiakannya dengan segala cara, dengan yang ku bisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi Ley, kini aku ingin menembus dinding itu, dinding yang dulu terasa begitu memisahkan kami, menjadi sekat yang tak pernah kumengerti jadi meski secara fisik kami jauh tapi aku ingin hatiku tetap dekat dengan Ibu, aku tak akan lagi sungkan memeluk dan menciumnya atau menceritakan segala perasaan yang aku alami baik susah atau senang karena aku yakin Ibuku tak akan keberatan untuk semua itu, pun sebaliknya Zet aku ingin Ibuku juga demikian kepadaku, dia harus merasa memilki seorang anak perempuan dan aku bisa pula berlaku seperti sahabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin di wajah rentanya, dia selalu keliatan tersenyum, tak ada lagi duka hanya tawa dan kebahagiaan yang layak didapatkan seorang Ibu, menikmati senja dengan penuh sukacita dan aku akan melakukan apapun untuk itu Ley, demi Ibuku yang syurga ada di telapak kakinya, aku hanya ingin beliau ridho kepadaku dunia dan akhirat.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jika saja mampu kititip kata pada rembulan, aku ingin mengatakan, <em>“Bu, aku cinta akan dirimu, meski kasihmu tak akan tertandingi dengan apapun tapi izinkan aku menghapus sedihmu berganti bahagia, izinkan aku memelukmu, membisikan kata sayangku, dan melantunkan doa untukmu selalu”</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>I love You  Mom, sungguh&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">*floop*</p>
<p style="text-align: justify;">Monitor di depanku tiba-tiba sekilas gelap, dan tak tampak lagi Zet di layar, ah aku tahu dia sedang menangis dan dia tak ingin aku melihatnya, pasti beberapa menit lagi jika sudah reda dia akan hidupkan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm..menyimak cerita Zet, tiba-tiba rasa kangen pada Ibuku menyeruak di dada, mata terasa panas dan berair rupanya akupun menangis, Ah Ibu, bahkan Rasululluh menyebutnya tiga kali untuk ketaatan yang layak mereka dapatkan dari anak-anaknya selama bukan menyuruh maksiat kepada Allah, meski ku tahu di dunia yang gila ini ada manusia yang naluri keibuannya tertutup hawa nafsu tapi Ibu tetaplah Ibu, seseorang yang mesti dihormati dan disayangi selamanya, apapun alasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Well, bersabarlah Zet, yakinlah bahwa kau mampu membahagiakan Ibumu, dengan cara yang kau mau. Amin</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cicak Dibuayain</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/cicak-dibuayain.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/cicak-dibuayain.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:34:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hallo&#8230;&#8221; 
&#8220;Hallo selamat Pagi&#8230;&#8221;
&#8220;Pagi..dengan siapa ini ..&#8221; *agak bingung kok nomor doang*
&#8220;Saya Pak Anu dari telkomsel..jadi begini Bu, malam tadi ada acara pengundian hadiah di kantor kami di jakarta dan nomor Ibu kebetulan mendapatkan hadiah berupa uang 14 juta dan satu buah motor, apa saya bisa minta data Ibu..&#8221;
&#8220;Ah..masa sih, perasaan saya ndak ikutan kuis [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Hallo&#8230;&#8221;<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Hallo selamat Pagi&#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pagi..dengan siapa ini ..&#8221; *agak bingung kok nomor doang*</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Saya Pak Anu dari telkomsel..jadi begini Bu, malam tadi ada acara pengundian hadiah di kantor kami di jakarta dan nomor Ibu kebetulan mendapatkan hadiah berupa uang 14 juta dan satu buah motor, apa saya bisa minta data Ibu..&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah..masa sih, perasaan saya ndak ikutan kuis apa-apa tuh..&#8221; *sok polos tea*</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Yah ini semacam undian rutin aja Bu, jadi untuk hadiah motor bisa diambil di dealer terdekat di kota Ibu, adapaun uangnya akan kami transfer ke rekening Ibu, kalau boleh tahu Ibu punya rekening nya di Bank mana&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh begitu&#8230;wah banyak kok rekening saya, ada di BRI, BNI, MANDIRI, DANAMON dan masih banyak lagi, kebetulan duit saya juga lumayan banyak Pak&#8221; *bokis mode on</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Oh..baik Bu, jadi pertama kami perlu data-data Ibu, oh ya ini dengan Ibu siapa&#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Panggil aja Ney deh..&#8221; *mulai cengar-cengir merencanakan sesuatu*</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Oh ya Ibu Ney, jadi kami memerlukan data-data nama lengkap, nomor rekening bank, kemudian nanti ada teman saya dari telkomsel juga yang bisa Ibu hubungi,  namun semua undian itu dikenakan beaya pajak Bu, sekitar 5 jutaan jadi Ibu harus transfer  uangnya siang ini,  setelah itu Ibu baru bisa ambil hadiahnya, jadi gampang Bu prosesnya..bla..bla..bla..bla&#8230;.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>10 menit kemudian..*si Ney tetep cengar cengir sorangan tea* </strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tahu ga Pak, Waah saya senaaaaang banget dapet hadiah, tapi saya punya penawaran menarik, bagaimana kalau semua hadiah itu saya kasih ikhlas buat bapak deh, semuanya..secara saya ga butuh tuh..dah banyak nie disini, maklum kita orang borju gitu lho..&#8221; *menahan ketawa*</p>
<p style="text-align: justify;">tuuuuttt..tuuuuuuutt&#8230; *disconnect coy..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Ibu Ney ini ga puas klo belum mencaci maki, trus dia kasih sms tuh sama si Bapak  itu. begini bunyinya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Doh hari gini mo nipu, pinter dikit napa, kasian deh lu&#8230;plis deh, ga mempan tuh ma gw, insyaf wooi, sorry ya lu jadi sakit hati&#8221; </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em><strong>*Puaas mode on*</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pelajaran moral hari ini  &#8221;Jangan tertipu dengan penipu, dan buatlah dia mati kutu&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Punya pengalaman, bro..sist..? share here. thanks  <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/cicak-dibuayain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita-cerita</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/cerita-cerita.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/cerita-cerita.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Prolog:  Sabtu pagi 14 november pukul 05:30 pagi  Aku meninggalkan Mars, mengorbit bumi, melihat realita…keseharian bagi banyak manusia marjinal di muka bumi  dan termasuk didalamnya ada seorang mahkluk bernickname nenyok..baru kembali ke mars minggu pagi dinihari pukul 12:30
My Trip, my Extraordinary journey..
 Jam 3 dini hari adalah jam biologis tanpa harus pake alarm otomatis kelopak [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: justify;">Prolog:  <em>Sabtu pagi 14 november pukul 05:30 pagi  Aku meninggalkan Mars, mengorbit bumi, melihat realita…keseharian bagi banyak manusia marjinal di muka bumi  dan termasuk didalamnya ada seorang mahkluk bernickname nenyok..baru kembali ke mars minggu pagi dinihari pukul 12:30</em></h6>
<p><em>My Trip, my Extraordinary journey..</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>Jam 3 dini hari adalah jam biologis tanpa harus pake alarm otomatis kelopak mataku terbuka dan biasanya menyeretku bercumbu dengan gemericik air dingin, beritual sekadar mengadukan kelemahan dan kerapuhanku yang tiada tara, meski seringnya sambil terkantuk-kantuk. Duh Rabb ampuni aku dengan segala pikiran kotor dan macam-macamku, coz bagaimana bisa, aku kepikiran to kill someone ha..ha..ha..(padahal ga lucu). Ah sudahlah kok jadi curhat, dan pastinya ini ga asyik sama sekali topik begini buat jadi curhatan.. get over it friends, its not too serious? *just freaky mind : karena kebencian yang sering datang tiba-tiba saja*</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalananku menghabiskan kurang lebih 2 hari dua malam dengan berkereta hampir 5 jam sekali jalan untuk beberapa kali transit,  transportasi publik yang murah meriah kurasa, begitu pas bagi kaum proletar macam aku, sangat merakyat dan yang lebih menyenangkan lagi, menyaksikan tingkah polah manusia-manusia yang berinteraksi didalamnya, meski suasana di dalam kereta ekonomi yang aku tumpangi ini tentu saja jauh dari nyaman, sudah bisa duduk juga masih beruntung, berdesak-desakan adalah hal biasa, perjuangan rakyat kecil mengais nafkah beberapa lembar rupiah ribuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm….Ok lets see, apa yang kudapat:</p>
<p style="text-align: justify;">#Para Penjual Makanan, mereka gigih sekali menawarkan barang dagangannya, Salak Pondoh yang pertama kali ditawarkan lima ribu rupiah untuk 15 biji kemudian bisa tembus 5000 rupiah untuk 35 biji, aku hanya menyodorkan uang seribu, alhasil dapet salah 5 biji buat obat pusing kepala. Oh ya itupun belaku untuk jenis buah-bahan yang lain, seperti Mangga Arumanis yang tadinya ceban 5 bisa jadi 7 atau 8 biji, kemudian ada juga Jeruk Mandarin yang tadinya ceban 3 bisa menjadi 5 atau 6…, oh ya satu lagi, tukang tahu..hmm seribu 5 biji dengan 3 cengek dalam satu kantong plastik, dan kau tahu aku menghabiskan 15 biji sekali makan, hihi..lapar apa rakus ya.  Oh ya kecuali untuk  pedagang minuman, itu sudah harga pas, aku sendiri menghabiskan dua gelas kopi latte dingin, sueger re!!! cukup dengan seribu pergelas. Ah betul-betul marketer sejati..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran tentang ini adalah : &#8220;Bersabarlah menunggu maka kita akan dapat jumlah lebih banyak dengan harga tetap “</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Bohemian Band, well semacam pemusik jalanan, biasa kita menyebutnya pengamen,  antri silih berganti dari ujung gerbong ke ujung gerbong lainnya dengan segala peralatan macam keyboard, drum kecil, gitar dan vokalis yang lebih dari satu, plus personel yang berjalan paling belakang, bertugas meminta uang dari para penumpang, dan kulihat-lihat diantara mereka juga ada yang keliatan bersih tuh, ndak kumuh gitu..dan yang lebih hebatnya mereka ngamen sambil jalan tentunya, dengan suara yang seolah-plah berkejaran dengan suara para penjual makanan, macam-macam lagu yang dinyanyikan, semisal lagunya Kangen Band, Nidji, ST 12, Peterpan banyak lah, kusiapkan recehan seribu untuk menghargai peluh dan suara mereka, ada juga pengamen cilik dengan suara pas-pasan dan peralatan seadanya, satu hal, jangan salah mereka melakukan semua itu dengan bersimbah peluh namun tak terlihat mengeluh. Hhmm great!!!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran dan nasehat yang bisa aku berikan adalah “Bernyanyilah sepenuh hati maka uang akan mengalir ke kantung plastikmu kecuali jika kalian kanak-kanak”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Ada lagi pemandangan yang membuat yang melihatnya sungguh merasa malu, Ow berpacaran di kereta, kenapa kusimpulkan begitu, coz mereka terlihat berpelukan, saling memandang mesra, bahkan saling memberikan ciuman, doh plis Mas Mbak..klo mo ngadate jangan ditempat umum, sumpah deh hari itu dosaku nambah dan aku jadi sadar bahwa imanku masih sangat lemah ternyata.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari Abu Said Al-Khudri ra: Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman. (HR Muslim) </em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran yang didapat adalah jika ingin menguji imanmu, tegurlah orang-orang seperti itu, dan boleh jadi mereka akan berlindung atas nama hak asasi manusia</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Nah ini yang paling rada-rada meragukan, dan jelas aku kurang setuju,  meminta sumbangan dengan alasan pembangunan mesjid, dengan pidato yang religius, doa yang memukau, meski ragu, aku selipkan serebu perak di amplop yang sudah lecek dengan nama-nama susunan panitia yang tidak jelas, tapi akhirnya berusaha husnudon aja. Amin</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran yang bisa dipetik adalah “Pelitlah jika kamu merasa ragu&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Tukang Bersih-Bersih. Ini juga bisa dibilang penjual jasa, sampah makanan di gerbong kereta itu banyak, ga menyamankan pandangan mata, pantes aku nyari tempat sampah ga ada, ternyata memang sengaja, mungkin untuk memberi kesempatan pada penjual jasa bersihin sampah di gerbong, mereka sifatnya sukarela, ya terserah kita kasih berapa,..tapi prihatin juga siy ada yang mintanya sambil pake maksa, eh pas liatnya rambutnya diwarnai, gayanya sok stylish anak muda hare gini. Duh jadi tu cuma buat warnai rambut toh..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran yang bisa dipetik “Bawalah tempat sampah sendiri atau dengan kau hanya akan membuat orang lain rajin mewarnai rambutnya daripada mencari pekerajaan  layak</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Jenis manusia lainya, tak lain tak bukan, kalau dalam term ekonomi, bisa dibilang kaum marjinal, hmm.. ya pengemis alias peminta-minta, kaum miskin, yang hidup mengandalkan belas kasihan orang lain, kaum ini tak hanya ada di dalam gerbong kereta, tapi bisa kita jumpai di banyak tempat, well bagi kenyamanan kota tentu mereka pengganggu tapi bisa jadi ladang pahala bagi orang yang suka bersedakah (bukankah memberi itu ga perlu pake alasan) ya..bisa lah dimaklumi bagi orang-orang yang anggota tubuhnya invalid, tua dan renta yang membuat mereka tak mampu bekerja dengan normal, tapi bagaimana dengan yang keliatan bertenaga, kuat..gendut lagi..Ooh Syiit..jangan harap uangku mengalir ke tanganmu anak muda!!!!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saranku adalah  “Cobalah kaji kembali bunyi UUD tentang “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Yang terakhir, ini termasuk kejadian yang langka aku saksikan, seorang pencopet yang ketahuan, dicaci dan dipukuli ramai-ramai di dalam kereta, doh beneran deh, hatiku langsung ciut, ada rasa takut menyergap, suara-suara teriakan manusia-manusia itu nyaris membuat jantungku copot dan apa..ya pokoknya perasaanku tuh semacam getir, jadi kupeluk Alpina coklatku erat-erat. Sambil berkomat-kamit sebisanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah manusia-manusia!!, dengan peluh setiap harinya, berangkat pagi, pulang malam, bekerja keras setiap harinya,  kadang membayarnya dengan istirahat yang kurang, tidur yang sedikit bahkan makanan yang tak layak, apa yang dicari? Apakah masih ada waktu buat Rabb-nya ..</p>
<p style="text-align: justify;">Dari satu kutipan</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Siapa yang mencari kebahagiaan dalam barang, ia senantiasa dibawa lari keinginan yang terus menaik. Siapa yang mencarinya dalam uang, sering kali kebahagiaan dibawa lari oleh jumlah yang tidak pernah cukup. Siapa yang mencarinya dalam jabatan, semakin tinggi jabatannya semakin tinggi juga rasa takut kehilangan. Siapa yang mencarinya dalam keterkenalan, cepat atau lambat keterkenalan membawa onak duri. Ada duri ego, tinggi hati, harga diri sampai dengan hobi untuk seringkali menyakiti.”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong> “When is enough enough?” Kapan cukup itu terasa cukup?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/cerita-cerita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
