<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA &#187; buku</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/tag/buku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>There&#8217;s Something About Morrie</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 10:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bundo nakja]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[morrie]]></category>
		<category><![CDATA[selasa]]></category>
		<category><![CDATA[tuesdays with morrie]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[There’s Something About Marry…remind you with something? yea bingo! it’s a title of movie &#8211;black comedy, satire dan pastinya lucu dong&#8211; film tahun 1998 yang Ney tonton bareng dengan teman-teman sekost saat masih berstatus mahasiswi yang sok merasa intelektual padahal mah biasa aja..ya tapi ujung-ujungnya IPK doi juga cuma lumayan hingga jadi ora kanggo sampai [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>There’s Something About Marry</strong>…remind you with something? yea bingo! it’s a title of movie &#8211;<em>black comedy, satire dan pastinya lucu dong</em>&#8211; film tahun 1998 yang Ney tonton bareng dengan teman-teman sekost saat masih berstatus mahasiswi yang sok merasa intelektual padahal mah biasa aja..ya tapi ujung-ujungnya IPK doi juga cuma lumayan hingga jadi <em>ora kanggo</em> sampai sekarang tuh he..he..*Upps sorry Ney..</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi aku bukan mau menceritakan film yang Ney tonton itu jika penasaran tanya Om Google, yang jelas salah dua pemainnya aktris berwajah eksotis Cameron Diaz serta aktor watak Ben Stiller, pas mewakili wajah ordinary America..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Ney sibuk, dia memintaku untuk menceritakan kesan tentang Kisah Morrie and Mitch ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-345     alignright" title="Tuesdays With Morrie" src="http://www.nenyok.com/wp-content/uploads/2009/12/Morrie.jpg" alt="Tuesdays With Morrie" width="200" height="150" />Kuamati buku ini, setting covernya sangat menarik ada sebuah bangku kayu di tepi danau dan rerumputan hijau yang menjadi alasnya, padanan warna yang pas, semalam Nenyok mengcopy dan mengirimnya khusus untukku, dia bilang itu hadiah dari Bundo dari pulau sumatera sana, kau penasaran bukan bagaimana caranya bisa tiba di Mars, tak perlu pakai jasa pos, aku hanya meminta Ney memasukan buku itu ke suatu alat kemudian memecahkan buku itu menjadi partikel-partikel nano dan dia mengirimkannya melalui frekwensi tertentu kemudian aku mengkonversikannya, menyusun kembali partikel nano-nya menjadi materi bentuk semula; buku yang utuh ini, hebat bukan? :ya seperti saat menjadi invisible, begitulah cara kerjanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih belum mengerti?<span id="more-342"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengertilah!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">atau lupakan saja!!! He..he..</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah, aku –Zet a.k.a Zarkalina&#8211; ingin bercerita tentang Buku <strong>Tuesdays With Morrie</strong> sekadar kesanku, jadi ini bukan review atau resensi ya…jangan salah kira!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Terinspirasi judul film yang diceritakan Ney maka kesan pertama setelah selesai membaca buku itu adalah…<em>Owwh.. There’s Something About Morrie!!!!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Well, gagasan Morrie jelas &#8211;seperti kontradiktif dengan tata budaya yang dianut lingkungannya&#8211; sesuatu yang mungkin jadi barang aneh dalam budaya materialisme dan hedonisme sekarang, bukan soal penyakit ALS yang diderita Morrie, tapi gagasan pemikiran dan cara pandangnya tentang banyak hal &#8212;dicetuskan oleh seorang profesor sosiologi yang bahkan hidup dalam budaya barat yang sangat menjunjung tinggi kebebasan individu berbasis sekulerisme&#8211; meski secara subjektif aku mengatakan mungkin saja itu tak terjadi jika Morrie tidak dalam kondisi menghadapi maut yang makin dekat, tapi itu alasan yang tak perlu dicari-cari dan tak penting untuk diperbincangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Okay..aku ingin menceritakan hal-hal yang paling menarik yang aku sukai dan lumayan memberikan pencerahan setelah aku membacanya. Morrie!!, He is a Profesor, definitely of course, so mempunyai gagasan atau ide yang cemerlang adalah hal semestinya bagi orang selevel professor.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahu tidak aku selalu berangan mempunyai sahabat berbagi cerita seorang Profesor yang mungkin sedikit romantis huahahaha <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  apapula ini. Mmhh  maksudku seorang sosok kebapakan yang dengannya aku bisa banyak berdiskusi tentang banyak hal,  sebenarnya kalau buatku pastinya tentang mengajukan pertanyaan-pertanyaan, ya seperti Mitch kepada Morrie tapi ya tentunya kondisinya kesehatannya tidak separah itu, paling tidak aku bisa makan bersamanya dengan normal, mungkin mengajaknya menonton film horor di bioskop, minum kopi bersama sambil berdebat atau tertawa dengan keras. *Hallo adakah Professor yang membaca ini dan mau menjadi temanku, oh ya kalau bisa umurnya dia atas 50 ya supaya aku bisa memanggilnya Daddy..namanya juga mungkin harus berawalan Z seperti namaku, siapa tahu aku bisa menuliskan perbincangan kami seperti Mitch and Morrie, padanan nama yang seperti sudah ditakdirkan *khayalandotcom</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah, orang-orang yang diceritakan buku yang menurutku smart,  intelektual, humble apalagi relijius, selalu saja menarik perhatianku seperti kutub magnet yang mempunyai daya magnetis kuat yang membuat aku terhisap ke arahnya &#8212;layaknya blackhole yang menghisap semua materi tanpa ampun&#8211; atau mungkin aku ingin menyerupai mereka, entahlah!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan basa-basi jhe..tuh apa kubilang aku ini seorang pengkhayal ulung kan <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah…</p>
<p style="text-align: justify;">Mitch and Morrie, salah satu kisah romantis buatku, persahabatan yang essensinya jauh melampui makna persahabatan itu sendiri, perbedaan generasi diantara mereka justru saling menyambungkan frekuensi pemikiran keduanya, yang satu memberi ilmu satunya memberi kasih sayang, saling memberi dan menerima tepat terejawantahkan dalam relasi seorang murid dan guru yang menyentuh setiap hati pembacanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum Morrie berbicara tentang makna hidup dan hal yang paling menarik perhatianku saat dia berbicara soal <em>budaya, perkawinan, dan tentang memaafkan diri sendiri.</em></p>
<p>Simaklah kata-katanya berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>“Menanti datangnya ajal, hanya salah satu diantara yang patut disedihkan, Mitch. Tapi hidup tanpa kebahagiann lebih menyedihkan. Banyak diantara orang yang mengunjungiku adalah orang yang tak bahagia,”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mengapa?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Ya pertama, kita orang Amerika hidup dalam budaya yang tidak membuat kita sendiri merasa nyaman. Peradaban ini mengajarkan banyak hal yang keliru. Dan kita harus cukup tangguh untuk berani mengatakan bahwa bila budaya itu tidak sesuai dengan hati jangan diteruskan. Ciptakan budaya kita sendiri”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sungguh aku setuju dengan ucapan Sang Professor, bahwa jika itu bertentangan dengan hati nurani untuk apa diteruskan karena biasanya cenderung merusak jika hasil akal budi atau budaya ini menentang fithrah manusia, aku kira budaya yang benar adalah saat budaya itu tidak berbenturan dengan norma serta tidak memicu konflik yang membuat manusia bingung membedakan mana yang benar dan yang salah, dan rasanya yang paling ideal adalah ketika budaya yang merupakan karya akal budi manusia tetap tunduk dalam koridor norma agama, rasanya yakin tak akan banyak misinterpretasi dalam banyak hal, you know bukankah agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan kesantunan, dan hati manusia biasanya cenderung melakukan hal-hal baik tidak menyalahi fithrah dan naluri yang membuatnya mampu untuk tetap berusaha  lurus. Bener ga? IMHO Cmiw..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Morrie juga bilang, tata ekonomi yang ada di dunia cenderung membuat manusia materialistis dan seolah menuhankan benda dan menganggap itu sebagai sumber kebahagian dan tujuan hidup, kemudian tentang manusia beliau mengatakan seharusnya kita yakin bahwa manusia dasarnya sama, tak seharusnya yang putih merasa lebih tinggi dari yang hitam dan semacamnya, dan jika umat manusia meyakini itu, maka pasti ada hasrat yang besar untuk bergabung dalam sebuah keluarga besar umat manusia, ya katakanlah tidak dikotakkan-kotakkan oleh nasionalisme atau batas geografis yang sebenarnya maya (hanya asumsi-asumsi manusia itu sendiri) semua itu disadari Morrie karena pada hakikatnya manusia terlahir dalam keadaan sama dan juga mempunyai akhir yang sama yaitu kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahu tidak, itu ide yang menarik, keluarga besar manusia, hmm bahkan dalam term islam, bukankah sejatinya Allah  menciptakan manusia dalam berbagai ras dan suku bangsa dan itu bukan jadi alasan untuk saling berbeda, karena di mata Alloh ketaqwaanlah yang jadi ukurannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya jelas ya Ney, jika Morrie yang Jew dan kemudian agnostik itu, memiliki gagasan demikian, belajar dari pengalaman hidup yang dijalaninya maka dalam ajaran agama kita, semuanya sudah disampaikan dengan jelas dan rinci, well, ingat kan islam adalah rahmatan Lil alamin, segala aturan hidup dari yang tetek bengek hingga soal-soal besar sudah tercakup didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut kalian..</p>
<p style="text-align: justify;">Aduh aku masih ingin memperbincangkan pandangan Morrie tentang perkawinan dan memaafkan, tapi rupanya aku terlalu lelah, mataku sudah terkantuk-kantuk, kita lanjutkan nanti, Oh ya selama membaca buku itu, yang intinya bagaimana sesorang yang begitu dekat dengan kematian &#8211;Morrie— yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah vonis yang bisa melumpuhkan jiwanya hingga bisa terjebak dalam amarah dan memposisikan diri sebagai korban nasib, tidak demikian dengan  Morrie, Ia memilih menjadikan saat-saat terakhir hidupnya dengan memberi dengan tetap bersemangat berbagi tetap memberi manfaat bagi orang-orang disekitar bahkan seluruh dunia termasuk aku sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sedikit pertanyaan kecil mungkin, selama aku membaca bukunya aku tak melihat ada bahasan bagaimana kematian sesungguhnya di mata Morrie, dia hanya mengatakan belajar menghadapi kematian sebagaimana belajar menghadapi hidup. Hmm …</p>
<p style="text-align: justify;">Sepemahamanku kematian adalah pintu atau awal kehidupan yang baru yang abadi, dan hidup di dunia sekarang adalah hidup untuk membekali hidup abadi selanjutnya, tidak sekedar mati begitu saja bukan??</p>
<p style="text-align: justify;">What do you think friends..</p>
<p style="text-align: justify;">Kukatakan dengan jelas, Buku ini mencerahkan, menginspirasi because <strong>There&#8217;s Something About Morrie..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi bacalah!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">-Zet-</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gifts, Me and Friends</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/gifts-me-and-friends.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/gifts-me-and-friends.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 22:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bundo]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[kyaine]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Assalamua&#8217;alaikum semua,
Well, first.. I want say thank you so much to Bundo Rahmi yang udah kasih gift yang paling menyenangkan….Buku Tuesdays With Morrie-nya sudah aku terima dengan baik, meskipun kantor pos disini agak aneh, karena aku di telpon oleh Pak Pos untuk mengambil paketnya sendiri –-tentu aku bertanya, apakah tugas shipping di layanan pengiriman milik [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamua&#8217;alaikum semua,</p>
<p style="text-align: justify;">Well, first.. I want say thank you so much to Bundo Rahmi yang udah kasih gift yang paling menyenangkan….Buku <strong>Tuesdays With Morrie-</strong>nya sudah aku terima dengan baik, meskipun kantor pos disini agak aneh, karena aku di telpon oleh Pak Pos untuk mengambil paketnya sendiri –-tentu aku bertanya, apakah tugas shipping di layanan pengiriman milik pemerintah ini sudah di ditiadakan&#8211; tapi kebetulan ada seorang teman kesana dan aku minta tolong diambilkan meski akhirnya menunggu sehari semalam karena baru keesokan harinya aku menerima buku itu tepatnya hari Jum’at tanggal 20 November 2009 pukul 11;30 siang, &#8211;ah ya itulah gunanya berteman bukan&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutku : “Suatu hubungan persahabatan sudah dikatakakan dekat jika sudah tak sungkan meminta bantuan” Thanks ya Miss Ell….</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya mungkin agak terlambat untuk mengucapkan terimakasih karena pertama akhir-akhir ini emailku selalu saja bermasalah saat memulai untuk menulis surat, akhirnya kuputuskan untuk melakukannya dengan membuat tulisan ini. Aku agak malu karena kukira ini tak akan cukup mewakili dan menggambarkan betapa besarnya penghargaanku terhadap Bundo Rahmi *Bundo, maaf,  tolong izinkan aku menyebut namamu di bagian itu, aku suka melafalkannya,</p>
<p style="text-align: justify;">R -A- H -M -I; terdengar lembut sekali*<span id="more-338"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sangat percaya keterlambatanku mengucapkan terimakasih terutama sih pentingnya konfirmasi buku ini sampai atau tidak bagi Bundo adalah hal yang wajar  &#8211;Bundo pasti tak menghendaki kirimannya datang pada alamat dan manusia yang tak jelas rimbanya; sebenarnya memang begitu, karena aku masih saja bersikukuh dengan nickname nenyok-ku meski alamatnya juga agak samar tapi itu juga bukan tanpa alasan, hidupku yang nomad tentu bisa membuat tempat tinggalku berubah-ubah suatu saat&#8211;   semoga, tak jadi soal buat bundo kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi keterlambatan responku  &#8212;yang jika diukur berdasar waktu masuk terkategori unresponsive&#8212; tak mencerminkan besar kecilnya antusiasme, justru sebaliknya, Ah Bundo, jika dirimu dekat, mungkin aku sudah memelukmu, mencium pipimu tak bisa lagi berkata-kata betapa seorang wanita “being alone” seperti aku masih ada yang memperhatikan dengan cara seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kukira di abad ini, di generasiku sekarang hubungan seperti ini nyaris tak ada bedanya dengan hubungan dekat dalam dunia nyata, jarak dan waktu tak jadi penghalang, karena ketulusan perasaan lewat ujaran akan mempunyai ruh dan makna mendalam yang dirasakan oleh lawan bicaranya” </em>Kukira begitu..tapi paling tidak itu yang kurasakan..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tiba-tiba ada interupsi dari Kyaine </strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“<em>Hey, hallo Ney I am still here, maksudku telingaku  masih bekerja dengan baik, hmm maksudku aku bisa mencerna dan membaca kalimat-kalimat itu dengan baik.”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Hehe.. sorry Mas Gus, I didn’t meant it, maksudku semua gift dari sahabat selalu kurasakan sebagai suatu pemberian <strong>“paling menyenangkan”</strong> apapun itu, bagaimanapun itu, karena nilai terbesarnya bukan terletak pada “benda” nya tapi pada efek senang, pada rasa yang mengiringinya, apalagi kalau bukan silaturrahim yang hangat yang semoga &#8211;aku selalu berdoa untuk ini&#8211; akan menjadi kebaikan kelak, ya aku belum dapat dan mungkin saja tak bisa membalasnya dengan hal serupa, tapi bukankah Allah sebaik-baik pembalas jadi aku tentu aku tak perlu cemas dengan hutang budi yang tak mampu kubayar&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jadi kata <strong>“paling menyenangkan” </strong>yang kugunakan untuk setiap sahabat <strong>sama sekali tidak berhubungan dengan soal skala …</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi, bagaimana tidak?</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm dua buku sekaligus yaitu  <strong>Chicken Soup For the Soul</strong> dan <strong>Bagaimana Menjadi Blogger  Bayaran</strong>, padahal aku hanya memenangkan judul terakhir di acara kendurinya Mas Gus itu, jadi selebihnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Dan buatku selebihnya adalah kebingungan mencari kata-kata yang paling tepat untuk mewakili perasaan “paling menyenangkan” ku itu, Tuan, Nyonya!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Dan inilah caraku..saat ini.. ya saat ini.. paling tidak..</p>
<p style="text-align: justify;">Komunitas Kyaine and Bundo and friends memang begitu hangat melebihi perasaan hangat saat merasakan rindu karena “<em>cinta eros yang dihujamkan malaikat cupid</em>” ya meski perlu beberapa jeda bagiku untuk beradaptasi tapi akhirnya tanpa aku sadari aku  sudah ada didalamnya dengan kehangatan melebihi geyser  Yellowstone National Park Amerika plus keakraban yang mengalir melebihi derasnya arus air terjun niagara, menghanyutkan dan mengikat, ingat mengikat!!! tapi ikatannya bukan seperti belenggu justru ikatan itu yang membuat hariku bisa lebih berwarna dan sadar bahwa dalam hidup memang kita tak bisa benar-benar sendirian..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Meski aku suka dengan sunyi tapi tanpa terhubung dengan manusia lainnya justru itulah sunyi yang sebenar-benarnya, dan kiranya aku bisa mati kesepian karenanya”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jika aku sebutkan satu persatu sahabat narablog yang membuat aku merasa terikat dengan kesan mendalam yang bisa kuraba dari tulisannnya dan kedekatannya selama ini, tentu akan membuat kalian penat membacanya, dan kukira meski kemudian ada saat-saat kontak itu tak seintens biasanya baik dari aku maupun mereka &#8211;karena satu dan lain hal&#8211; itu tak membuat kecil hati, karena kuyakin itu bukan berarti saling melupakan dan akan banyak permakluman jika tak bisa berkunjung seperti biasanya so satu-satunya penghubung adalah sepotong doa agar mereka dalam keadaan baik-baik saja. Amin</p>
<p style="text-align: justify;">Ah ya, <strong>Tuesdays with Morrie</strong> kubaca lebih dari sehari, baru semalam sebelum berangkat tidur kuselesaikan,  sungguh aku terkesan, ah kalian tahu akhir-akhir ini aku lebih sering menyimak berita-berita politik atau ekonomi walaupun sekilas, hanya untuk merasa tidak ketinggalan berita mungkin, atau paling mencoba membuat semacam analisa kecil-kecilan yang aku obrolkan dengan temanku di dunia nyata namun aku belum dapat membaginya buat kalian, terlalu malu untuk merasa diri seperti seorang pemikir atau merasa bisa beropini dengan benar, karena memang bukan, lebih tepatnya aku adalah pengkhayal dan pengeluh atau peramal?,  tentu sama sekali salah untuk kosakata yang terakhir itu he..he..</p>
<p style="text-align: justify;">Oh iya, menurutku melalui media buku-buku yang inspiring semacam ini  &#8211;buku yang tidak mengenal kata kadaluarsa&#8211;  kita bisa melakukan kontemplasi dan refleksi diri meskipun kenyataannya aku seringkali gagal di saat-saat awal (bahkan sampai akhir hingga perlu berulang-ulang),  melewati proses yang tidak mudah  jadi aku sering mengulangi membacanya terutama di bagian-bagian yang aku sukai, sekedar memahamkan kembali atau mengingatkan diri sendiri apa yang baik yang bisa ku ambil pelajarannya dari buku itu..</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah nanti kuceritakan bagaimana kesanku tentang buku itu, bagian yang paling menarik —maksudku paling menampar dan menyindirku&#8212; tentu ini mungkin terlihat tidak penting bagi orang lain tapi setidaknya beri kesempatan aku untuk sekedar memberi komentar dan aku memberi kalian kesempatan untuk membaca pikiranku sedikit pula..</p>
<p style="text-align: justify;">Hahaha.. tahu tidak, aku merasa tulisan dengan gaya begini jelas-jelas menampakkan jika aku terinfluence dengan buku yang baru saja aku baca padahal besok atau lusa..entah kapan, mungkin aku akan membaca (lagi) kisah Sherlock Holmes dan ikut-ikutan membuat cerita detektif, meski hasilnya pasti tak bagus bagi amatiran sepertiku..</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi percayalah, aku bukan bunglon..katakan saja, manusia yang sangat suka menceracau dan tak puas rasanya jika ceracauanku tak kuperlihatkan pada dunia…</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi postingan panjang, kuharap kau menarik nafas terlebih dahulu teman!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah!!</p>
<p style="text-align: justify;">*Peluk hangat buat <a href="http://nakjadimande.com">Bundo</a>, dan salam takzim untuk <a href="http://guskar.com">Panjenengan Kyaine</a></p>
<p style="text-align: justify;">Semangaaaaatttttt dan selamat pagi untuk semua, semoga hari ini menjadi milik kita. Amien.</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/03/k-a-n-g-e-n.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: K.A.N.G.E.N'>K.A.N.G.E.N</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/gifts-me-and-friends.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
