<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA &#187; bahagia</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/tag/bahagia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>There&#8217;s Something About Morrie</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 10:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bundo nakja]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[morrie]]></category>
		<category><![CDATA[selasa]]></category>
		<category><![CDATA[tuesdays with morrie]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[There’s Something About Marry…remind you with something? yea bingo! it’s a title of movie &#8211;black comedy, satire dan pastinya lucu dong&#8211; film tahun 1998 yang Ney tonton bareng dengan teman-teman sekost saat masih berstatus mahasiswi yang sok merasa intelektual padahal mah biasa aja..ya tapi ujung-ujungnya IPK doi juga cuma lumayan hingga jadi ora kanggo sampai [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>There’s Something About Marry</strong>…remind you with something? yea bingo! it’s a title of movie &#8211;<em>black comedy, satire dan pastinya lucu dong</em>&#8211; film tahun 1998 yang Ney tonton bareng dengan teman-teman sekost saat masih berstatus mahasiswi yang sok merasa intelektual padahal mah biasa aja..ya tapi ujung-ujungnya IPK doi juga cuma lumayan hingga jadi <em>ora kanggo</em> sampai sekarang tuh he..he..*Upps sorry Ney..</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi aku bukan mau menceritakan film yang Ney tonton itu jika penasaran tanya Om Google, yang jelas salah dua pemainnya aktris berwajah eksotis Cameron Diaz serta aktor watak Ben Stiller, pas mewakili wajah ordinary America..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Ney sibuk, dia memintaku untuk menceritakan kesan tentang Kisah Morrie and Mitch ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-345     alignright" title="Tuesdays With Morrie" src="http://www.nenyok.com/wp-content/uploads/2009/12/Morrie.jpg" alt="Tuesdays With Morrie" width="200" height="150" />Kuamati buku ini, setting covernya sangat menarik ada sebuah bangku kayu di tepi danau dan rerumputan hijau yang menjadi alasnya, padanan warna yang pas, semalam Nenyok mengcopy dan mengirimnya khusus untukku, dia bilang itu hadiah dari Bundo dari pulau sumatera sana, kau penasaran bukan bagaimana caranya bisa tiba di Mars, tak perlu pakai jasa pos, aku hanya meminta Ney memasukan buku itu ke suatu alat kemudian memecahkan buku itu menjadi partikel-partikel nano dan dia mengirimkannya melalui frekwensi tertentu kemudian aku mengkonversikannya, menyusun kembali partikel nano-nya menjadi materi bentuk semula; buku yang utuh ini, hebat bukan? :ya seperti saat menjadi invisible, begitulah cara kerjanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih belum mengerti?<span id="more-342"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengertilah!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">atau lupakan saja!!! He..he..</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah, aku –Zet a.k.a Zarkalina&#8211; ingin bercerita tentang Buku <strong>Tuesdays With Morrie</strong> sekadar kesanku, jadi ini bukan review atau resensi ya…jangan salah kira!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Terinspirasi judul film yang diceritakan Ney maka kesan pertama setelah selesai membaca buku itu adalah…<em>Owwh.. There’s Something About Morrie!!!!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Well, gagasan Morrie jelas &#8211;seperti kontradiktif dengan tata budaya yang dianut lingkungannya&#8211; sesuatu yang mungkin jadi barang aneh dalam budaya materialisme dan hedonisme sekarang, bukan soal penyakit ALS yang diderita Morrie, tapi gagasan pemikiran dan cara pandangnya tentang banyak hal &#8212;dicetuskan oleh seorang profesor sosiologi yang bahkan hidup dalam budaya barat yang sangat menjunjung tinggi kebebasan individu berbasis sekulerisme&#8211; meski secara subjektif aku mengatakan mungkin saja itu tak terjadi jika Morrie tidak dalam kondisi menghadapi maut yang makin dekat, tapi itu alasan yang tak perlu dicari-cari dan tak penting untuk diperbincangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Okay..aku ingin menceritakan hal-hal yang paling menarik yang aku sukai dan lumayan memberikan pencerahan setelah aku membacanya. Morrie!!, He is a Profesor, definitely of course, so mempunyai gagasan atau ide yang cemerlang adalah hal semestinya bagi orang selevel professor.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahu tidak aku selalu berangan mempunyai sahabat berbagi cerita seorang Profesor yang mungkin sedikit romantis huahahaha <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  apapula ini. Mmhh  maksudku seorang sosok kebapakan yang dengannya aku bisa banyak berdiskusi tentang banyak hal,  sebenarnya kalau buatku pastinya tentang mengajukan pertanyaan-pertanyaan, ya seperti Mitch kepada Morrie tapi ya tentunya kondisinya kesehatannya tidak separah itu, paling tidak aku bisa makan bersamanya dengan normal, mungkin mengajaknya menonton film horor di bioskop, minum kopi bersama sambil berdebat atau tertawa dengan keras. *Hallo adakah Professor yang membaca ini dan mau menjadi temanku, oh ya kalau bisa umurnya dia atas 50 ya supaya aku bisa memanggilnya Daddy..namanya juga mungkin harus berawalan Z seperti namaku, siapa tahu aku bisa menuliskan perbincangan kami seperti Mitch and Morrie, padanan nama yang seperti sudah ditakdirkan *khayalandotcom</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah, orang-orang yang diceritakan buku yang menurutku smart,  intelektual, humble apalagi relijius, selalu saja menarik perhatianku seperti kutub magnet yang mempunyai daya magnetis kuat yang membuat aku terhisap ke arahnya &#8212;layaknya blackhole yang menghisap semua materi tanpa ampun&#8211; atau mungkin aku ingin menyerupai mereka, entahlah!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan basa-basi jhe..tuh apa kubilang aku ini seorang pengkhayal ulung kan <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah…</p>
<p style="text-align: justify;">Mitch and Morrie, salah satu kisah romantis buatku, persahabatan yang essensinya jauh melampui makna persahabatan itu sendiri, perbedaan generasi diantara mereka justru saling menyambungkan frekuensi pemikiran keduanya, yang satu memberi ilmu satunya memberi kasih sayang, saling memberi dan menerima tepat terejawantahkan dalam relasi seorang murid dan guru yang menyentuh setiap hati pembacanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum Morrie berbicara tentang makna hidup dan hal yang paling menarik perhatianku saat dia berbicara soal <em>budaya, perkawinan, dan tentang memaafkan diri sendiri.</em></p>
<p>Simaklah kata-katanya berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>“Menanti datangnya ajal, hanya salah satu diantara yang patut disedihkan, Mitch. Tapi hidup tanpa kebahagiann lebih menyedihkan. Banyak diantara orang yang mengunjungiku adalah orang yang tak bahagia,”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mengapa?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Ya pertama, kita orang Amerika hidup dalam budaya yang tidak membuat kita sendiri merasa nyaman. Peradaban ini mengajarkan banyak hal yang keliru. Dan kita harus cukup tangguh untuk berani mengatakan bahwa bila budaya itu tidak sesuai dengan hati jangan diteruskan. Ciptakan budaya kita sendiri”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sungguh aku setuju dengan ucapan Sang Professor, bahwa jika itu bertentangan dengan hati nurani untuk apa diteruskan karena biasanya cenderung merusak jika hasil akal budi atau budaya ini menentang fithrah manusia, aku kira budaya yang benar adalah saat budaya itu tidak berbenturan dengan norma serta tidak memicu konflik yang membuat manusia bingung membedakan mana yang benar dan yang salah, dan rasanya yang paling ideal adalah ketika budaya yang merupakan karya akal budi manusia tetap tunduk dalam koridor norma agama, rasanya yakin tak akan banyak misinterpretasi dalam banyak hal, you know bukankah agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan kesantunan, dan hati manusia biasanya cenderung melakukan hal-hal baik tidak menyalahi fithrah dan naluri yang membuatnya mampu untuk tetap berusaha  lurus. Bener ga? IMHO Cmiw..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Morrie juga bilang, tata ekonomi yang ada di dunia cenderung membuat manusia materialistis dan seolah menuhankan benda dan menganggap itu sebagai sumber kebahagian dan tujuan hidup, kemudian tentang manusia beliau mengatakan seharusnya kita yakin bahwa manusia dasarnya sama, tak seharusnya yang putih merasa lebih tinggi dari yang hitam dan semacamnya, dan jika umat manusia meyakini itu, maka pasti ada hasrat yang besar untuk bergabung dalam sebuah keluarga besar umat manusia, ya katakanlah tidak dikotakkan-kotakkan oleh nasionalisme atau batas geografis yang sebenarnya maya (hanya asumsi-asumsi manusia itu sendiri) semua itu disadari Morrie karena pada hakikatnya manusia terlahir dalam keadaan sama dan juga mempunyai akhir yang sama yaitu kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahu tidak, itu ide yang menarik, keluarga besar manusia, hmm bahkan dalam term islam, bukankah sejatinya Allah  menciptakan manusia dalam berbagai ras dan suku bangsa dan itu bukan jadi alasan untuk saling berbeda, karena di mata Alloh ketaqwaanlah yang jadi ukurannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya jelas ya Ney, jika Morrie yang Jew dan kemudian agnostik itu, memiliki gagasan demikian, belajar dari pengalaman hidup yang dijalaninya maka dalam ajaran agama kita, semuanya sudah disampaikan dengan jelas dan rinci, well, ingat kan islam adalah rahmatan Lil alamin, segala aturan hidup dari yang tetek bengek hingga soal-soal besar sudah tercakup didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut kalian..</p>
<p style="text-align: justify;">Aduh aku masih ingin memperbincangkan pandangan Morrie tentang perkawinan dan memaafkan, tapi rupanya aku terlalu lelah, mataku sudah terkantuk-kantuk, kita lanjutkan nanti, Oh ya selama membaca buku itu, yang intinya bagaimana sesorang yang begitu dekat dengan kematian &#8211;Morrie— yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah vonis yang bisa melumpuhkan jiwanya hingga bisa terjebak dalam amarah dan memposisikan diri sebagai korban nasib, tidak demikian dengan  Morrie, Ia memilih menjadikan saat-saat terakhir hidupnya dengan memberi dengan tetap bersemangat berbagi tetap memberi manfaat bagi orang-orang disekitar bahkan seluruh dunia termasuk aku sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sedikit pertanyaan kecil mungkin, selama aku membaca bukunya aku tak melihat ada bahasan bagaimana kematian sesungguhnya di mata Morrie, dia hanya mengatakan belajar menghadapi kematian sebagaimana belajar menghadapi hidup. Hmm …</p>
<p style="text-align: justify;">Sepemahamanku kematian adalah pintu atau awal kehidupan yang baru yang abadi, dan hidup di dunia sekarang adalah hidup untuk membekali hidup abadi selanjutnya, tidak sekedar mati begitu saja bukan??</p>
<p style="text-align: justify;">What do you think friends..</p>
<p style="text-align: justify;">Kukatakan dengan jelas, Buku ini mencerahkan, menginspirasi because <strong>There&#8217;s Something About Morrie..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi bacalah!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">-Zet-</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita-cerita</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/cerita-cerita.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/cerita-cerita.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Prolog:  Sabtu pagi 14 november pukul 05:30 pagi  Aku meninggalkan Mars, mengorbit bumi, melihat realita…keseharian bagi banyak manusia marjinal di muka bumi  dan termasuk didalamnya ada seorang mahkluk bernickname nenyok..baru kembali ke mars minggu pagi dinihari pukul 12:30
My Trip, my Extraordinary journey..
 Jam 3 dini hari adalah jam biologis tanpa harus pake alarm otomatis kelopak [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: justify;">Prolog:  <em>Sabtu pagi 14 november pukul 05:30 pagi  Aku meninggalkan Mars, mengorbit bumi, melihat realita…keseharian bagi banyak manusia marjinal di muka bumi  dan termasuk didalamnya ada seorang mahkluk bernickname nenyok..baru kembali ke mars minggu pagi dinihari pukul 12:30</em></h6>
<p><em>My Trip, my Extraordinary journey..</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>Jam 3 dini hari adalah jam biologis tanpa harus pake alarm otomatis kelopak mataku terbuka dan biasanya menyeretku bercumbu dengan gemericik air dingin, beritual sekadar mengadukan kelemahan dan kerapuhanku yang tiada tara, meski seringnya sambil terkantuk-kantuk. Duh Rabb ampuni aku dengan segala pikiran kotor dan macam-macamku, coz bagaimana bisa, aku kepikiran to kill someone ha..ha..ha..(padahal ga lucu). Ah sudahlah kok jadi curhat, dan pastinya ini ga asyik sama sekali topik begini buat jadi curhatan.. get over it friends, its not too serious? *just freaky mind : karena kebencian yang sering datang tiba-tiba saja*</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalananku menghabiskan kurang lebih 2 hari dua malam dengan berkereta hampir 5 jam sekali jalan untuk beberapa kali transit,  transportasi publik yang murah meriah kurasa, begitu pas bagi kaum proletar macam aku, sangat merakyat dan yang lebih menyenangkan lagi, menyaksikan tingkah polah manusia-manusia yang berinteraksi didalamnya, meski suasana di dalam kereta ekonomi yang aku tumpangi ini tentu saja jauh dari nyaman, sudah bisa duduk juga masih beruntung, berdesak-desakan adalah hal biasa, perjuangan rakyat kecil mengais nafkah beberapa lembar rupiah ribuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm….Ok lets see, apa yang kudapat:</p>
<p style="text-align: justify;">#Para Penjual Makanan, mereka gigih sekali menawarkan barang dagangannya, Salak Pondoh yang pertama kali ditawarkan lima ribu rupiah untuk 15 biji kemudian bisa tembus 5000 rupiah untuk 35 biji, aku hanya menyodorkan uang seribu, alhasil dapet salah 5 biji buat obat pusing kepala. Oh ya itupun belaku untuk jenis buah-bahan yang lain, seperti Mangga Arumanis yang tadinya ceban 5 bisa jadi 7 atau 8 biji, kemudian ada juga Jeruk Mandarin yang tadinya ceban 3 bisa menjadi 5 atau 6…, oh ya satu lagi, tukang tahu..hmm seribu 5 biji dengan 3 cengek dalam satu kantong plastik, dan kau tahu aku menghabiskan 15 biji sekali makan, hihi..lapar apa rakus ya.  Oh ya kecuali untuk  pedagang minuman, itu sudah harga pas, aku sendiri menghabiskan dua gelas kopi latte dingin, sueger re!!! cukup dengan seribu pergelas. Ah betul-betul marketer sejati..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran tentang ini adalah : &#8220;Bersabarlah menunggu maka kita akan dapat jumlah lebih banyak dengan harga tetap “</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Bohemian Band, well semacam pemusik jalanan, biasa kita menyebutnya pengamen,  antri silih berganti dari ujung gerbong ke ujung gerbong lainnya dengan segala peralatan macam keyboard, drum kecil, gitar dan vokalis yang lebih dari satu, plus personel yang berjalan paling belakang, bertugas meminta uang dari para penumpang, dan kulihat-lihat diantara mereka juga ada yang keliatan bersih tuh, ndak kumuh gitu..dan yang lebih hebatnya mereka ngamen sambil jalan tentunya, dengan suara yang seolah-plah berkejaran dengan suara para penjual makanan, macam-macam lagu yang dinyanyikan, semisal lagunya Kangen Band, Nidji, ST 12, Peterpan banyak lah, kusiapkan recehan seribu untuk menghargai peluh dan suara mereka, ada juga pengamen cilik dengan suara pas-pasan dan peralatan seadanya, satu hal, jangan salah mereka melakukan semua itu dengan bersimbah peluh namun tak terlihat mengeluh. Hhmm great!!!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran dan nasehat yang bisa aku berikan adalah “Bernyanyilah sepenuh hati maka uang akan mengalir ke kantung plastikmu kecuali jika kalian kanak-kanak”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Ada lagi pemandangan yang membuat yang melihatnya sungguh merasa malu, Ow berpacaran di kereta, kenapa kusimpulkan begitu, coz mereka terlihat berpelukan, saling memandang mesra, bahkan saling memberikan ciuman, doh plis Mas Mbak..klo mo ngadate jangan ditempat umum, sumpah deh hari itu dosaku nambah dan aku jadi sadar bahwa imanku masih sangat lemah ternyata.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari Abu Said Al-Khudri ra: Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman. (HR Muslim) </em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran yang didapat adalah jika ingin menguji imanmu, tegurlah orang-orang seperti itu, dan boleh jadi mereka akan berlindung atas nama hak asasi manusia</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Nah ini yang paling rada-rada meragukan, dan jelas aku kurang setuju,  meminta sumbangan dengan alasan pembangunan mesjid, dengan pidato yang religius, doa yang memukau, meski ragu, aku selipkan serebu perak di amplop yang sudah lecek dengan nama-nama susunan panitia yang tidak jelas, tapi akhirnya berusaha husnudon aja. Amin</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran yang bisa dipetik adalah “Pelitlah jika kamu merasa ragu&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Tukang Bersih-Bersih. Ini juga bisa dibilang penjual jasa, sampah makanan di gerbong kereta itu banyak, ga menyamankan pandangan mata, pantes aku nyari tempat sampah ga ada, ternyata memang sengaja, mungkin untuk memberi kesempatan pada penjual jasa bersihin sampah di gerbong, mereka sifatnya sukarela, ya terserah kita kasih berapa,..tapi prihatin juga siy ada yang mintanya sambil pake maksa, eh pas liatnya rambutnya diwarnai, gayanya sok stylish anak muda hare gini. Duh jadi tu cuma buat warnai rambut toh..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran yang bisa dipetik “Bawalah tempat sampah sendiri atau dengan kau hanya akan membuat orang lain rajin mewarnai rambutnya daripada mencari pekerajaan  layak</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Jenis manusia lainya, tak lain tak bukan, kalau dalam term ekonomi, bisa dibilang kaum marjinal, hmm.. ya pengemis alias peminta-minta, kaum miskin, yang hidup mengandalkan belas kasihan orang lain, kaum ini tak hanya ada di dalam gerbong kereta, tapi bisa kita jumpai di banyak tempat, well bagi kenyamanan kota tentu mereka pengganggu tapi bisa jadi ladang pahala bagi orang yang suka bersedakah (bukankah memberi itu ga perlu pake alasan) ya..bisa lah dimaklumi bagi orang-orang yang anggota tubuhnya invalid, tua dan renta yang membuat mereka tak mampu bekerja dengan normal, tapi bagaimana dengan yang keliatan bertenaga, kuat..gendut lagi..Ooh Syiit..jangan harap uangku mengalir ke tanganmu anak muda!!!!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saranku adalah  “Cobalah kaji kembali bunyi UUD tentang “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">#Yang terakhir, ini termasuk kejadian yang langka aku saksikan, seorang pencopet yang ketahuan, dicaci dan dipukuli ramai-ramai di dalam kereta, doh beneran deh, hatiku langsung ciut, ada rasa takut menyergap, suara-suara teriakan manusia-manusia itu nyaris membuat jantungku copot dan apa..ya pokoknya perasaanku tuh semacam getir, jadi kupeluk Alpina coklatku erat-erat. Sambil berkomat-kamit sebisanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah manusia-manusia!!, dengan peluh setiap harinya, berangkat pagi, pulang malam, bekerja keras setiap harinya,  kadang membayarnya dengan istirahat yang kurang, tidur yang sedikit bahkan makanan yang tak layak, apa yang dicari? Apakah masih ada waktu buat Rabb-nya ..</p>
<p style="text-align: justify;">Dari satu kutipan</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Siapa yang mencari kebahagiaan dalam barang, ia senantiasa dibawa lari keinginan yang terus menaik. Siapa yang mencarinya dalam uang, sering kali kebahagiaan dibawa lari oleh jumlah yang tidak pernah cukup. Siapa yang mencarinya dalam jabatan, semakin tinggi jabatannya semakin tinggi juga rasa takut kehilangan. Siapa yang mencarinya dalam keterkenalan, cepat atau lambat keterkenalan membawa onak duri. Ada duri ego, tinggi hati, harga diri sampai dengan hobi untuk seringkali menyakiti.”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong> “When is enough enough?” Kapan cukup itu terasa cukup?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/cerita-cerita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjajahan Aneh</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/09/penjajahan-aneh.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/09/penjajahan-aneh.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 08:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[amal. muslim]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hawa nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[lipstick]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Konon….
Harta yang melimpah, permata hati yang lucu dan pintar, paras yang elok rupawan, karir yang mapan, pasangan yang penuh pengertian, hidup yang kelihatan begitu sempurna ya..so&#8230;.What a dream?

Yea..kita melihatnya..What a dream!!! semua mendambakan begitu, tampak ideal dan memikat setiap orang yang memandangnya, tapi nyatanya apa yang nampak di permukaan, apa-apa yang biasa kelihatan di depan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Konon….<br />
Harta yang melimpah, permata hati yang lucu dan pintar, paras yang elok rupawan, karir yang mapan, pasangan yang penuh pengertian, hidup yang kelihatan begitu sempurna ya..so&#8230;.What a dream?
</p>
<p style="text-align: justify;">Yea..kita melihatnya..What a dream!!! semua mendambakan begitu, tampak ideal dan memikat setiap orang yang memandangnya, tapi nyatanya apa yang nampak di permukaan, apa-apa yang biasa kelihatan di depan umum tak sesempurna kenyataannya kek lipstick, tahu kan lipstick tampak memikat, merona merah menyala dibibir, memoles sempurna, bahkan memberi kesan bentuk yang lebih indah dari aslinya, beberapa bahkan tak hanya menyukai lipstick tapi memilih untuk memakai topeng bukan hanya satu tapi banyak. <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-244"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hidup itu…hidup itu…adalah anugerah begitu Ryan Dmasiv bilang, kenapa harus mencari jalan yang rumit jika ada jalan lurus eh atau mungkin untuk mendapatkan hasil lurus justru harus melalui jalan rumit, jadi untuk mendapatan hasil terbaik, untuk belajar menerima kenyataan hidup, ikhlas menjalani semuanya, membutuhkan pemikiran dan pemahaman yang mumpuni dan komplek tak sesederhana kelihatannya, ya kalau hanya sebatas berbicara sebatas kata-kata tentu mudah untuk terucap, lidah tak bertulang bukan, tak terbatas kata-kata *lagu jadul sapa ya*</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia yang lebih sempurna dari makhluk lain karena potensi akalnya, yang menempati posisi tertinggi dalam rantai makanan, terkadang toh bisa juga bertindak di luar nalar ya, atau bahkan merasa terlalu nalar hingga terjebak dalam pembenaran. Padahal siapa tahu pembenaran adalah terkategorikan kesalahan, dari suatu kutipan, sepotong dosa dan kesalahan adalah penjajah, segala keputusan untuk memilih salah, berdosa dalam segala bentuknya adalah keputusan dan untuk menjajah diri sendiri dengan model penjajahan yang sangat aneh, membiarkan diri terhanyut dalam hawa nafsu yang destruktif terasa ni&#8217;mat di awalnya dan malapetaka di akhir karena itu semua sesungguhnya keni&#8217;matan semu. Orang salah selalu merasa gelisah bukan?</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Rasululloh menyebutkan &#8220;Barangsiapa yang amal baiknya membuat hatinya senang, dan amal buruknya membuat dirinya sedih, maka dia itu adalah muslim&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ah..dunia&#8230;hidup…mimpi….manusia….memangnya apa yang dicari sesungguhnya? tak mengertikah? bahagia adalah niscaya jika mampu memerdekakan diri dengan menjadikan nurani dan suara hati menjadi dasar pengakuan dalam diri….Well ya, orang mukmin tentu saja bukan orang tanpa dosa, mereka punya salah, punya dosa tapi kesadaran yang dijaga nyawa dan nyalanya telah membuat orang mungkin punya recovery yang handal, begitu kutipan dari sebuah buku.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbahagia yu dengan membuat diri merdeka katanya itulah kuncinya, jangan pake lipstick atau topeng apalagi yang murah bisa bahaya he..he..</p>
<p style="text-align: justify;">Gw?..hmm..manusia juga kok <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/09/penjajahan-aneh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
