<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA &#187; anak</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/tag/anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:59:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Zet And Her Mom Stories</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 17:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cathleya notes]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cathleya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini pagi yang cerah di angkasa, dari Chalif kapalku, selepas munajatku di pagi hari, aku membuka layar komputerku dan saat kubuka surelku, tertera surat dari Zet, dia mengatakan ingin berbincang denganku, menceritakan sesuatu yang selama ini disimpannya, tentang Ibunya, akupun membalas suratnya dan mengatakan sepakat, kita bertemu saat bulan penuh menyinari bumi dan itu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini pagi yang cerah di angkasa, dari Chalif kapalku, selepas munajatku di pagi hari, aku membuka layar komputerku dan saat kubuka surelku, tertera surat dari Zet, dia mengatakan ingin berbincang denganku, menceritakan sesuatu yang selama ini disimpannya, tentang Ibunya, akupun membalas suratnya dan mengatakan sepakat, kita bertemu saat bulan penuh menyinari bumi dan itu artinya beberapa hari lagi, kebetulan aku punya waktu banyak untuk sekedar bersantai di tengah tugas-tugasku menjaga Chalif dan membersihkan sampah luar angkasa dan aku tahu aku akan mendengar sesuatu yang mungkin mengejutkan dari seorang Zet, ya seperti biasanya namun aku hanya akan mendengarkan..ya menjadi pendengar yang baik tentunya…</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu tiba juga…</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat di layar, Zet sudah disana, tersenyum sumringah, dengan celana jeans biru dekil no 27-nya,  baju kaos hitam berlengan pendek dan masih dengan rambut cepaknya yang mirip Demi Moore lebih terlihat seperti bocah yang beranjak remaja dibanding perempuan dewasa yang selalu kelihatan berpikir daripada bersenang-senang, Zet mungkin keberatan jika kuceritakan penampilan kesehariannya, tapi biarlah, itu karena aku suka dengan sahabatku satu ini, meski kutahu jika Zet keluar dari rumah anti dinginnya di mars, yang tampak hanya muka dan telapak tangannya dengan kerudung menutupi leher dan baju gamisnya seperti baju zirah yang berkibar-kibar tertiup angin. Oh ya kulihat disitu dimejanya ada segelas kopi hangat menemani dan kau tahu seperti biasa kamarnya selalu terlihat berantakan, Ah Zet, kau belum berubah dalam hal kebersihan rupanya..</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Dan aku sendiri tetap dengan uniformku berwarna pastel, karena aturan disini mengharuskan demikian, kami hanya berdua, maksudku ruangan yang kutempati juga memang ruang pribadiku dimana setiap ada yang masuk tentu harus seizinku, dan Zet tahu itu hingga dia tak sungkan keliatan begitu santai bersamakau di layar sana ..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Okay Zet, aku siap mendengarkanmu, ceritakanlah tentang Ibumu, aku juga toh belum tahu banyak,”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Iya Ley, ini sesuatu tentang Ibuku..sesuatu yang sederhana tapi tak sederhana kelihatannya..tapi kurasa aku ingin kau mengetahuinya.”</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pertanyaan dalam hatiku berawal dari rasa iri Ley, aku iri dengan salah satu temanku di bumi dulu yang kelihatannya dekat sekali dengan Ibunya. Arrghh&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sering bertanya pada diriku sendiri mengapa aku merasa tidak dekat dengan Ibuku, seperti ada jarak yang memisahkan kami, ada dinding yang sulit kutembus, kedekatan kami selalu saja membuatku sungkan, dari kecil aku jarang sekali mengungkapkan perasaanku dan begitupun Ibuku jarang menanyakannya, kecuali kalau aku sakit baru nampak sekali perhatiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan ini berlanjut hingga aku dewasa, meskipun kami suka ngobrol seperti biasanya tapi aku hampir tidak pernah mengungkapkan hal-hal yang sifatnya pribadi, atau menceritakan sesuatu yang kuanggap penting mungkin karena itulah akhirnya aku terbiasa menyimpan dan menyelesaikan setiap masalahku sendiri, memang selama ini aku lebih dekat dengan ayahku tapi itupun tak membuatku lebih leluasa menyampaikan masalahku, yang ada seringnya kami berdebat tentang banyak hal, dan kau tahu jika ayahku tak sependapat denganku, aku marah kepadanya berhari-hari bahkan karena pertengkaran itu, aku pernah mogok makan hampir dua hari tapi tanpa disangka, tiba-tiba Ibuku datang membujukku dengan sangat lembut padahal kau tahu aku kira dia tak akan melakukannya karena biasanya Ibuku lebih sering bersekutu dengan ayah menentang pendapatku, dan itu terjadi sejak sekolahku masih di bangku SD, kau tahu Ley aku pikir selama ini aku sudah agak keliru dan kejam sekali menilai orangtuaku, waktu aku kecil aku sering mengira bahwa mereka tidak betul-betul menyayangiku, wuih anak macam apa aku ini ya Ley, mungkin karena perlakuan mereka sedikit keras ya Ley, seorang anak perempuan yang diperlakukan sedikit maskulin, tapi aku bersyukur untuk itu karena aku jadi terbiasa mandiri dan ga terlalu cengeng meski gampang sekali nangis (hmm bukankah itu pertanda cengeng? )</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, namun begitupun banyak sekali kenangan indah saat aku kecil, aku ingat saat aku sakit gigi, aku meraung-raung tak tahan menahan sakit dan aku ingat semalaman ayah dan ibuku menungguiku di samping tempat tidurku, waktu itu aku melihat mulut mereka selalu komat-kamit tanpa henti berdoa sepertinya sambil membelai keningku bahkan aku tak ingat kapan tangisanku reda hingga aku terlelap, dan ajaib besoknya gigiku sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya satu lagi saat umurku lima tahun, itu kali pertama ulang tahunku dirayakan, aku ingat aku dibelikkan baju bagus, kemudian aku membungkus berbagai macam makanan dalam satu kantong plastik untuk kuberikan pada teman-temanku, dan aku sungguh bangga akan itu, ya kebanggaan gadis kecil hanya karena hari itu merasa bak seorang putri. Ley banyak sekali kenangan indah yang lain kali aku bisa ceritakkan</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingat, aku mulai membandel saat kelas satu SD, aku berkelahi dengan temen laki-laki sekelasku hingga giginya rontok dan berdarah karena tinjuku, aku lupa karena apa tapi aku ingat menjelang istirahat aku menahannya di dalam kelas dan mulailah perkelahian itu. Igh aku sangar sekali rupanya. Dan Kau tahu Ley, Ibuku tak tahu akan hal itu dan banyak hal yang ibuku tak tahu tentang aku, sudah kubilang kan aku terbiasa menyelesaikan masalahku sendiri dengan caraku, terkecuali akhir-akhir ini justru aku sering menceritakannya kepada beliau bagaimana aku, kau tahu dia terkaget-kaget mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah Ibuku, sosok yang wajahnya bertekstur agak keras dan agak sedikit gengsi dan sungkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan “kelembutan” ekspresi sayangnya jarang diberikan dengan cara memeluk atau mencium padahal aku sangat membutuhkan itu dulu, tapi aku tak merasa menyesal karena itu tak menggambarkan besar kecil rasa sayang, hanya saja Ibuku menunjukannya dengan cara berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, Ibuku seorang pekerja keras, ia menjadi yatim piatu sejak usia SMP, dan kau tahu waktu itu saudaranya berdelapan tapi itu tak banyak menolongnya, bahkan hanya untuk menampungnya sementara sekalipun, Ibuku berjuang sendirian menyelesaikan sekolahnya dengan bekerja, Doh Ley usia segitu pada hari ini adalah masa bersenang-senang sedangkan Ibuku malah berjuang untuk sekedar bisa makan dan sekolah sampai Ibuku mencapai cita-citanya menjadi seorang guru, kau tahu Ley ternyata Ibuku tak mendendam sama sekali pada saudara-saudaranya itu, bahkan kulihat banyak saudara-saudaranya kemudian sering meminta tolong sekedar meminjam uang yang jumlahnya besar padahal bisa saja Ibuku mengatakan &#8220;tidak &#8221; mengingat apa yang sudah mereka lakukan dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ley, karena hal itulah justru aku yang menyimpan dendam itu, aku sungguh tak rela tapi sekali lagi Ibuku selalu mengajariku agar aku ikhlas dan tidak medendam, semua perihal diserahkan pada Yang Maha Kuasa, berusaha memberi bahkan di saat kita dalam keadaan sempit. Apa yang beliau katakan kepadaku sangat berbekas di hatiku, meski aku belum bisa mengamalkan sepenuhnya dan  kini aku jauh dengannya, aku tinggal di Mars karena memang sudah tuntutan tapi aku berjanji suatu saat kelak aku akan mengajaknya meski kurasa dia akan menolak hanya dengan alasan tak ingin merepotkan aku, hanya ku ingin satu hal saja Ley, bahwa Ibuku bisa panjang umur dalam keadaan sehat selalu dan aku sendiri ingin selalu membahagiakannya dengan segala cara, dengan yang ku bisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi Ley, kini aku ingin menembus dinding itu, dinding yang dulu terasa begitu memisahkan kami, menjadi sekat yang tak pernah kumengerti jadi meski secara fisik kami jauh tapi aku ingin hatiku tetap dekat dengan Ibu, aku tak akan lagi sungkan memeluk dan menciumnya atau menceritakan segala perasaan yang aku alami baik susah atau senang karena aku yakin Ibuku tak akan keberatan untuk semua itu, pun sebaliknya Zet aku ingin Ibuku juga demikian kepadaku, dia harus merasa memilki seorang anak perempuan dan aku bisa pula berlaku seperti sahabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin di wajah rentanya, dia selalu keliatan tersenyum, tak ada lagi duka hanya tawa dan kebahagiaan yang layak didapatkan seorang Ibu, menikmati senja dengan penuh sukacita dan aku akan melakukan apapun untuk itu Ley, demi Ibuku yang syurga ada di telapak kakinya, aku hanya ingin beliau ridho kepadaku dunia dan akhirat.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jika saja mampu kititip kata pada rembulan, aku ingin mengatakan, <em>“Bu, aku cinta akan dirimu, meski kasihmu tak akan tertandingi dengan apapun tapi izinkan aku menghapus sedihmu berganti bahagia, izinkan aku memelukmu, membisikan kata sayangku, dan melantunkan doa untukmu selalu”</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>I love You  Mom, sungguh&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">*floop*</p>
<p style="text-align: justify;">Monitor di depanku tiba-tiba sekilas gelap, dan tak tampak lagi Zet di layar, ah aku tahu dia sedang menangis dan dia tak ingin aku melihatnya, pasti beberapa menit lagi jika sudah reda dia akan hidupkan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm..menyimak cerita Zet, tiba-tiba rasa kangen pada Ibuku menyeruak di dada, mata terasa panas dan berair rupanya akupun menangis, Ah Ibu, bahkan Rasululluh menyebutnya tiga kali untuk ketaatan yang layak mereka dapatkan dari anak-anaknya selama bukan menyuruh maksiat kepada Allah, meski ku tahu di dunia yang gila ini ada manusia yang naluri keibuannya tertutup hawa nafsu tapi Ibu tetaplah Ibu, seseorang yang mesti dihormati dan disayangi selamanya, apapun alasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Well, bersabarlah Zet, yakinlah bahwa kau mampu membahagiakan Ibumu, dengan cara yang kau mau. Amin</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/08/untuk-kegundahan-zet.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet'>Untuk &#8220;kegundahan&#8221; Zet</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/04/surat-untuk-zet-jawaban-atas-kegelisahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan'>Surat untuk Zet &#124; Jawaban Atas Kegelisahan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2010/04/zet-and-her-moms-stories.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Mom Letter</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/a-mom-letter.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/a-mom-letter.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 13:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[al quran]]></category>
		<category><![CDATA[amal. muslim]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[mothers day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Nak..!
Ibumu ini hanya seorang Ibu biasa saja, tak ada yang istimewa, tidak sekaya Siti Khadijah, tidak secantik Siti Fatimah, tidak secerdas Siti Aisyah, bahkan kalian sering complain dengan masakanku, ah seorang Ibu yang terlalu sederhana dimata kalian, aku ingat sekali kata-kata kalian yang lucu itu bahwa kalian menginginkan tiga hal dariku, yaitu aku tak boleh [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/pagi-adalah-gairah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pagi Adalah Gairah'>Pagi Adalah Gairah</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/pakaian-dan-wajah-dari-cahaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pakaian dan Wajah dari Cahaya'>Pakaian dan Wajah dari Cahaya</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/05/senyumlah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Senyumlah..!!'>Senyumlah..!!</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nak..!</p>
<p style="text-align: justify;">Ibumu ini hanya seorang Ibu biasa saja, tak ada yang istimewa, tidak sekaya Siti Khadijah, tidak secantik Siti Fatimah, tidak secerdas Siti Aisyah, bahkan kalian sering complain dengan masakanku, ah seorang Ibu yang terlalu sederhana dimata kalian, aku ingat sekali kata-kata kalian yang lucu itu bahwa kalian menginginkan tiga hal dariku, yaitu aku tak boleh gendut, tak boleh tua dan tak boleh mati, dan kalian pun ingin terus jadi anak kecil agar bisa kupeluk-peluk terus, agar setiap berangkat tidur masing-masing kalian mendapat dua ciuman di pipi satu ciuman di kening dan satu ciuman kecil di bibir, satu pelukan erat dan tak lupa bisikan selamat malam, doa anak shalih di telinga kalian, dan aku tahu kalian akan tidur lelap hingga pagi. Sungguh kalian bak permata berkilau dan kau tahu nak, itu menghapus semua kesal saat tingkah kalian terasa mengjengkelkan dirasaku dan aku sering tidak sabar karenanya. Maaf!!</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!</p>
<p style="text-align: justify;">Ada saat-saat aku tak bisa memenuhi keinginanmu, tak bisa memberikan sepenuh waktuku sesuai dengan kecukupanmu, kadang marah, gelisah, sedih, penuh keluh dan kesah dan sayangnya susah menutupinya dari kalian, hingga kalian tahu saat-saat aku mengalami itu, maaf sungguh maaf karena aku tahu itu sering menggundahkan hati kalian, tapi komohon jangan sekali-kali merasa tak diinginkan, karena sesungguhnya aku sangat mencintai kalian justru disaat-saat sulit, kalian lah salah satu hal yang bisa membuat aku tersenyum lagi bahkan tertawa, tegar menghadapi semuanya, dan kalian harus tahu kalian adalah harta paling berharga, titipan dan amanah Allah yang harus kujaga, kurawat sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Ibumu ini papa harta, bahkan ilmuku juga tak seberapa, aku juga mungkin sangat ketinggalan jaman dalam banyak hal, <em><strong>but listen to me!!! I just wanna be a good Mom</strong></em>, hingga tak sampai terbersit dalam hatimu rasa sesal memiliki Ibu seperti aku, selalu kulantunkan di setiap doaku semoga kalian mampu menjadi muslim yang taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala gerak-gerik, mampu menjadi pribadi tangguh, mempunyai skill yang mumpuni sesuai dengan profesi halal yang kalian akan pilih kelak, mampu berikan manfaat untuk makhluk lainnya, sabar, ikhlas, tawakal menerima segala ketentuan Allah dalam hidup kalian, menjadi al faruq (pembeda) antara haq dan yang bathil seperti Sahabat Rasul (semoga Alloh merahmatinya) Umar Al Faruq.</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah keinginan Ibumu sulit bagimu, atau terlalu muluk-muluk kah, aku hanya tak ingin kita saling silang sengketa saat perjumpaan dengan Allah tiba dan kalian mengatakan pada-Nya bahwa aku adalah Ibu yang lalai meski aku tahu bahkan anak seorang Nabipun bisa durhaka, kalian masih inget ceritaku tentang putranya Nabi Nuh, dan itu bukan salah Sang Ayah bukan?&#8211;Ya Allah!!! jauhkan sifat demikian bagi kalian&#8211; agar suatu kelak, saat Allah meminta pertanggung jawaban atas amanah-Nya atas titipan-Nya padaku, aku menemui-Nya dengan lapang dada dan mengatakan bahwa aku telah berusaha semampuku, menjaga kalian agar tetap ada di jalan-Mu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingatlah Firman Allah tentang nasihat Lukman kepada anak-anaknya..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh, Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri (QS Lukman:18)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nak!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup di dunia adalah awal perjalanan bagi kehidupan abadi kelak, semuanya fana karena semua bermuara pada satu pintu yaitu kematian yang akan menjadi awal kehidupan yang sesungguhnya. Namun bukan berarti kau tak boleh bermimpi atau bahkan lemah dan tak punya mimpi, justru rendalah mimpimu di dunia ini setinggi langit tapi ingat semuanya harus tetap teguh di jalan-Nya karena apa yang akan kalian lakukan sekarang akan ada sebuah <em><strong>“harga</strong></em>” yang akan kalian bayar kelak, pun tak luput buatku.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“(Lukman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan), Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti (QS Lukman, 16)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nak..!</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tahu, ada yang lebih mencintai kalian selain aku yaitu Allah, kasih sayang-Nya melebihi kasih sayang seorang Ibu terhadap anak-anaknya dan aku ingin mencintai kalian karena DIA, DIA yang tak pernah tidur, hanya kepada DIA kuserahkan seluruh perlindungan atas kalian..</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh, aku mencintai kalian, sangat mencintai kalian, <em>you are the best things in my lifes, the worth things in my whole life, plis forgive all my mistakes:</em> teriak amarahku ekspresi kesalku, saat aku bilang tidak karena kelelahan, saat kukatakan capek ketika kalian mengajaku bermain, saat kuminta kalian untuk belajar, saat ku berkata keras meminta kalian untuk shalat, segala kekurangan dan kelebihanku semoga kalian memakluminya, aku hanya menginginkan yang terbaik untuk dunia dan akhirat kalian, tak jua kuharap setitik balasanpun, demi DIA yang mengenggam nafas kita semoga Allah selalu mencurahkan Rahmat-Nya di sepanjang hidup kalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!</p>
<p style="text-align: justify;">Bekerjalah seolah kalian akan hidup selamanya, dan beribadahlah seolah kalian akan mati besok.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian termasuk perkara yang penting (QS Lukman : 17)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jauhi satu kata saja, <strong>Hopeles</strong>, dan ikuti satu kata saja <strong>Istiqomah</strong> di jalan-Nya…Rabbi Habli Minass Sholihin.. Amin Ya Rabbal Alamin, ya Rabb kabulkan doa kami…</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Tolong camkan goresanku ini, lekatkan di kalbumu yang paling dalam hingga mendarah daging dalam hidupmu hingga jika aku telah tiada, kalian tetap mengingatku dengan cinta yang tak pernah padam bak cahaya abadi di dalam hatimu dengan namaku yang selalu kau sebut dalam doamu.</p>
<p style="text-align: justify;">I love you kids..I do love you..and you know kids?  in my eyes you always my babies my cutes babies ever lasting <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><em>Note: </em></p>
<p style="text-align: left;"><em>Dedicated for Muslims Children in the whole world, especially Han and Joe..</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/pagi-adalah-gairah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pagi Adalah Gairah'>Pagi Adalah Gairah</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/04/pakaian-dan-wajah-dari-cahaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pakaian dan Wajah dari Cahaya'>Pakaian dan Wajah dari Cahaya</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2010/05/senyumlah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Senyumlah..!!'>Senyumlah..!!</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/a-mom-letter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Igh.. Pak Haji mah!!!</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/10/igh-pak-haji-mah.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/10/igh-pak-haji-mah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 07:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ironic]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[paradox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[
Seorang pemuda tanggung berlari tergopoh-gopoh nyamperin Pak Haji yang sedang asyik berjalan-jalan  di depan rumahnya sambil liat bunga-bunga..
&#8220;Pak Haji……………..Pak Haji!!!!!!&#8221;
Pak Haji kaget…
&#8220;Ada apa ieu teh sepertinya gawat”
“Duh Pak Haji, anak Pak Haji lagi maen judi tuh”
“Astaghfirullah..” spontan Pak Haji berucap dengan  wajahnya memucat plus menyiratkan kekagetan dan kemarahan…
“Tapi dia menang Pak Haji” sahut pemuda [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Seorang pemuda tanggung berlari tergopoh-gopoh nyamperin Pak Haji yang sedang asyik berjalan-jalan  di depan rumahnya sambil liat bunga-bunga..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pak Haji……………..Pak Haji!!!!!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Haji kaget…</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada apa ieu teh sepertinya gawat”</p>
<p style="text-align: justify;">“Duh Pak Haji, anak Pak Haji lagi maen judi tuh”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>“Astaghfirullah..”</em></strong> spontan Pak Haji berucap dengan  wajahnya memucat plus menyiratkan kekagetan dan kemarahan…</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi dia menang Pak Haji” sahut pemuda itu lagi…</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> “Alhamdulillah..” </em></strong>ujar Pak Haji…</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">*to be continued&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/10/igh-pak-haji-mah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Memeluk Landak</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/09/cara-memeluk-landak.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/09/cara-memeluk-landak.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 01:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[landak]]></category>
		<category><![CDATA[lesson]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenyok.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[(Nice Lesson for Parents and &#8220;Calon Parents&#8221;)
 Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah.
Belum ada.
Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi.
Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.
Pukul 18.30. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(Nice Lesson for Parents and &#8220;Calon Parents&#8221;)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 18.30. Tinnn&#8230;&#8230;&#8230;.. Tiiiinnnnn&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mama, mama&#8230;. Mama, mama&#8230;.&#8221; Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, &#8220;Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, &#8220;Mama, mama&#8230; mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba&#8230; &#8220;Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!&#8221; Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Cassie sayang Mama&#8230; Cassie salah apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya:</p>
<p style="text-align: justify;">Mama, Cassie salah apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Mama tidak suka dekat-dekat Cassie?</p>
<p style="text-align: justify;">Cassie mengganggu Mama?</p>
<p style="text-align: justify;">Cassie tidak boleh sayang Mama?</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menghilang dari pandangan. &#8220;Cassie mana?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.&#8221; Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu  hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.</p>
<p>Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka.<br />
Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?
</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Source: Unknown</p>
<p style="%&lt;/p">


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/09/cara-memeluk-landak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
