<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neo SENYAWA</title>
	<atom:link href="http://www.nenyok.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nenyok.com</link>
	<description>Every Cloud Has A Silver Lining</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Dec 2009 16:07:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Rabb ampuni aku part 1</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/rabb-ampuni-aku-part-1.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/rabb-ampuni-aku-part-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 16:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[amal. muslim]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Rabb
Sudilah kiranya ENGKAU
Memadamkan api
Jika meraung raung alarm kebakaran di hatiku
Rabb, ampuni aku hari ini
(Insomnia, 11:11 pm)


No related posts.


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabb<br />
Sudilah kiranya ENGKAU<br />
Memadamkan api<br />
Jika meraung raung alarm kebakaran di hatiku</p>
<p>Rabb, ampuni aku hari ini</p>
<p>(Insomnia, 11:11 pm)</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/rabb-ampuni-aku-part-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang &#8220;Tidak Tahu&#8221;</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/tentang-tidak-tahu.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/tentang-tidak-tahu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 12:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Ditanya apa tak tahu, ditanya kapan tak tahu, ditanya bagaimana tak tahu. Ditanya mengapa malah semakin tak tahu, jadi apa yang kamu tahu memangnya, untuk apa memegang amanah jika tak tahu apa yang akan dan telah dilakukan.
Kalau kalian yang semestinya tahu saja tak tahu, bagaimana dengan kita, apapun pertanyaan jika dijawab dengan tak tahu.
Baiklah baiknya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kotak Pandora Raja'>Kotak Pandora Raja</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ditanya apa tak tahu, ditanya kapan tak tahu, ditanya bagaimana tak tahu. Ditanya mengapa malah semakin tak tahu, jadi apa yang kamu tahu memangnya, untuk apa memegang amanah jika tak tahu apa yang akan dan telah dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kalian yang semestinya tahu saja tak tahu, bagaimana dengan kita, apapun pertanyaan jika dijawab dengan tak tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah baiknya kau ambil kesimpulan sendiri di otakmu yang pintar itu bahwa  <em><strong>&#8220;Satu satunya yang kau tahu adalah kau tak tahu apa-apa&#8221;  </strong></em>kalau begitu apa bedanya dengan aku si jelata<strong><em>.  </em></strong>Jadi untuk apa kau duduk disitu, menghabiskan waktu, menguras tenagamu, usah rakyat berharap hanya membuat kebingungan menjadi bertambah-tambah.. <em>So Weird..hah</em></p>
<p style="text-align: justify;">Lidah tak bertulang banyak gunanya rupanya, tapi tahukah, orang berilmu pernah mengatakan padaku bahwa nanti pada waktunya ada saat  dimana  semua bagian tubuhmu punya hak mengatakan yang sebenarnya Tuan dan Nyonya (yang kursi kalian saja begitu terlihat berkilauan)  sungguh menyeramkan bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup sajalah, sudahi sajalah sandiwara tanpa alur,  tapi bagus!! mungkin karena itu aku jadi menyadari dan makin mengerti dunia yang kini hidup dengan aturan yang kita buat sendiri memang tak memberikan rasa aman, rasa terlinuingi dan saling percaya satu dengan lainnya tapi  menuju satu kata saja yaitu <strong>SEKARAT</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al Maidah :50)</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: right;"><em>Kutahu suatu saat akan ada sebuah era baru, Di mana saatnya kuberbalik dan menertawakan teorimu (Primadona By Sherina)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Note: *M</em>erayakan kematian kapitalisme yang makin mendekat pasti&#8221;</p>
<p> </p>
<blockquote><p> </p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kotak Pandora Raja'>Kotak Pandora Raja</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/09/tentang-cinta-mu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Cinta-Mu'>Tentang Cinta-Mu</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/tentang-tidak-tahu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Mom Letter</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/a-mom-letter.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/a-mom-letter.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 13:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[al quran]]></category>
		<category><![CDATA[amal. muslim]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[mothers day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Nak..!
Ibumu ini hanya seorang Ibu biasa saja, tak ada yang istimewa, tidak sekaya Siti Khadijah, tidak secantik Siti Fatimah, tidak secerdas Siti Aisyah, bahkan kalian sering complain dengan masakanku, ah seorang Ibu yang terlalu sederhana dimata kalian, aku ingat sekali kata-kata kalian yang lucu itu bahwa kalian menginginkan tiga hal dariku, yaitu aku tak boleh [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/pagi-adalah-gairah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pagi Adalah Gairah'>Pagi Adalah Gairah</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nak..!</p>
<p style="text-align: justify;">Ibumu ini hanya seorang Ibu biasa saja, tak ada yang istimewa, tidak sekaya Siti Khadijah, tidak secantik Siti Fatimah, tidak secerdas Siti Aisyah, bahkan kalian sering complain dengan masakanku, ah seorang Ibu yang terlalu sederhana dimata kalian, aku ingat sekali kata-kata kalian yang lucu itu bahwa kalian menginginkan tiga hal dariku, yaitu aku tak boleh gendut, tak boleh tua dan tak boleh mati, dan kalian pun ingin terus jadi anak kecil agar bisa kupeluk-peluk terus, agar setiap berangkat tidur masing-masing kalian mendapat dua ciuman di pipi satu ciuman di kening dan satu ciuman kecil di bibir, satu pelukan erat dan tak lupa bisikan selamat malam, doa anak shalih di telinga kalian, dan aku tahu kalian akan tidur lelap hingga pagi. Sungguh kalian bak permata berkilau dan kau tahu nak, itu menghapus semua kesal saat tingkah kalian terasa mengjengkelkan dirasaku dan aku sering tidak sabar karenanya. Maaf!!</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!</p>
<p style="text-align: justify;">Ada saat-saat aku tak bisa memenuhi keinginanmu, tak bisa memberikan sepenuh waktuku sesuai dengan kecukupanmu, kadang marah, gelisah, sedih, penuh keluh dan kesah dan sayangnya susah menutupinya dari kalian, hingga kalian tahu saat-saat aku mengalami itu, maaf sungguh maaf karena aku tahu itu sering menggundahkan hati kalian, tapi komohon jangan sekali-kali merasa tak diinginkan, karena sesungguhnya aku sangat mencintai kalian justru disaat-saat sulit, kalian lah salah satu hal yang bisa membuat aku tersenyum lagi bahkan tertawa, tegar menghadapi semuanya, dan kalian harus tahu kalian adalah harta paling berharga, titipan dan amanah Allah yang harus kujaga, kurawat sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Ibumu ini papa harta, bahkan ilmuku juga tak seberapa, aku juga mungkin sangat ketinggalan jaman dalam banyak hal, <em><strong>but listen to me!!! I just wanna be a good Mom</strong></em>, hingga tak sampai terbersit dalam hatimu rasa sesal memiliki Ibu seperti aku, selalu kulantunkan di setiap doaku semoga kalian mampu menjadi muslim yang taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala gerak-gerik, mampu menjadi pribadi tangguh, mempunyai skill yang mumpuni sesuai dengan profesi halal yang kalian akan pilih kelak, mampu berikan manfaat untuk makhluk lainnya, sabar, ikhlas, tawakal menerima segala ketentuan Allah dalam hidup kalian, menjadi al faruq (pembeda) antara haq dan yang bathil seperti Sahabat Rasul (semoga Alloh merahmatinya) Umar Al Faruq.</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah keinginan Ibumu sulit bagimu, atau terlalu muluk-muluk kah, aku hanya tak ingin kita saling silang sengketa saat perjumpaan dengan Allah tiba dan kalian mengatakan pada-Nya bahwa aku adalah Ibu yang lalai meski aku tahu bahkan anak seorang Nabipun bisa durhaka, kalian masih inget ceritaku tentang putranya Nabi Nuh, dan itu bukan salah Sang Ayah bukan?&#8211;Ya Allah!!! jauhkan sifat demikian bagi kalian&#8211; agar suatu kelak, saat Allah meminta pertanggung jawaban atas amanah-Nya atas titipan-Nya padaku, aku menemui-Nya dengan lapang dada dan mengatakan bahwa aku telah berusaha semampuku, menjaga kalian agar tetap ada di jalan-Mu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingatlah Firman Allah tentang nasihat Lukman kepada anak-anaknya..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh, Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri (QS Lukman:18)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nak!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup di dunia adalah awal perjalanan bagi kehidupan abadi kelak, semuanya fana karena semua bermuara pada satu pintu yaitu kematian yang akan menjadi awal kehidupan yang sesungguhnya. Namun bukan berarti kau tak boleh bermimpi atau bahkan lemah dan tak punya mimpi, justru rendalah mimpimu di dunia ini setinggi langit tapi ingat semuanya harus tetap teguh di jalan-Nya karena apa yang akan kalian lakukan sekarang akan ada sebuah <em><strong>“harga</strong></em>” yang akan kalian bayar kelak, pun tak luput buatku.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“(Lukman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan), Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti (QS Lukman, 16)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nak..!</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tahu, ada yang lebih mencintai kalian selain aku yaitu Allah, kasih sayang-Nya melebihi kasih sayang seorang Ibu terhadap anak-anaknya dan aku ingin mencintai kalian karena DIA, DIA yang tak pernah tidur, hanya kepada DIA kuserahkan seluruh perlindungan atas kalian..</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh, aku mencintai kalian, sangat mencintai kalian, <em>you are the best things in my lifes, the worth things in my whole life, plis forgive all my mistakes:</em> teriak amarahku ekspresi kesalku, saat aku bilang tidak karena kelelahan, saat kukatakan capek ketika kalian mengajaku bermain, saat kuminta kalian untuk belajar, saat ku berkata keras meminta kalian untuk shalat, segala kekurangan dan kelebihanku semoga kalian memakluminya, aku hanya menginginkan yang terbaik untuk dunia dan akhirat kalian, tak jua kuharap setitik balasanpun, demi DIA yang mengenggam nafas kita semoga Allah selalu mencurahkan Rahmat-Nya di sepanjang hidup kalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!</p>
<p style="text-align: justify;">Bekerjalah seolah kalian akan hidup selamanya, dan beribadahlah seolah kalian akan mati besok.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian termasuk perkara yang penting (QS Lukman : 17)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jauhi satu kata saja, <strong>Hopeles</strong>, dan ikuti satu kata saja <strong>Istiqomah</strong> di jalan-Nya…Rabbi Habli Minass Sholihin.. Amin Ya Rabbal Alamin, ya Rabb kabulkan doa kami…</p>
<p style="text-align: justify;">Nak..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Tolong camkan goresanku ini, lekatkan di kalbumu yang paling dalam hingga mendarah daging dalam hidupmu hingga jika aku telah tiada, kalian tetap mengingatku dengan cinta yang tak pernah padam bak cahaya abadi di dalam hatimu dengan namaku yang selalu kau sebut dalam doamu.</p>
<p style="text-align: justify;">I love you kids..I do love you..and you know kids?  in my eyes you always my babies my cutes babies ever lasting <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><em>Note: </em></p>
<p style="text-align: left;"><em>Dedicated for Muslims Children in the whole world, especially Han and Joe..</em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/pagi-adalah-gairah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pagi Adalah Gairah'>Pagi Adalah Gairah</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/a-mom-letter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyanyian Untuk Keadilan</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/nyanyian-untuk-keadilan.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/nyanyian-untuk-keadilan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 10:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[
Mereka tidak suka dengan saya sehingga saya yakin dia tidak ada keadilan buat saya, tidak akan ada sesuatu yang fair yang bisa saya dapatkan.


Dalam posisi disudutkan sudah lumrah kata-kata begini ”saya sedang didzalimi”

Sekilas tidak ada yang keliru dengan kalimat diatas biasanya kalau kita sudah subjektif, rasio itu sudah tak dilibatkan dalam penilaian terhadap seseorang. Pertanyaannya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kotak Pandora Raja'>Kotak Pandora Raja</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/10/ngintip-rapor-obama-yu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngintip Rapor Obama yu!!!'>Ngintip Rapor Obama yu!!!</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mereka tidak suka dengan saya sehingga saya yakin dia tidak ada keadilan buat saya, tidak akan ada sesuatu yang fair yang bisa saya dapatkan.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dalam posisi disudutkan sudah lumrah kata-kata begini ”saya sedang didzalimi”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sekilas tidak ada yang keliru dengan kalimat diatas biasanya kalau kita sudah subjektif, rasio itu sudah tak dilibatkan dalam penilaian terhadap seseorang. Pertanyaannya adalah kenapa kalimat itu mesti diungkapkan dari seorang yang mestinya tak layak mengungkapkan, kenapa masalah yang mestinya dipandang profesional jadi dialihkan terkesan menyerang secara personal, karena tak suka lah, kerana dendam lah, mau mebunuh karakter saya lah, well dugaan itu bisa saja benar, tapi sepertinya sudah diluar konteks permasalahan yang sebenarnya, masalah pribadi tak perlu dibawa kemeja publik apalagi hanya menimbulkan polemik baru yang tidak penting serta wacana yang tidak jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Nyimak berita politik ekonomi dan semacamnya dengan infotainmet sudah nyaris sama rasanya <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Setiap kebijakan kan ada relnya ya, ibaratnya koridornya lah kalau berjalan diluar itu berarti namanya penyimpangan or skandal padahal jika cukup yakin dengan ungkapan<span id="more-404"></span><strong> “Berani karena benar takut karena salah”</strong> mestinya tidak harus merasa kebakaran jenggot, calm saja, hati boleh panas kepala tetap dingin, atau jangan-jangan ini <em>state crime</em> yang sangat terorganisasi, wallahu’alam.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah ya, siapa juga yang mau dikorbankan, mau jadi tumbal, mau dipersalahkan, dimana dalam sistem yang bekerja sekarang semua saling kait mengkait, tahu sama tahu dan kalau bisa harus tutup mulut semampunya, setiap “dosa”  tak mungkin dilakukan sendirian, mungkin karena itu “sumpah” yang dalam term islam adalah garda terakhir yang harusnya tidak sembarangan diucapkan, sudah jadi makanan sehari-hari, kalau bahasa sundanamah sudah “campah” alias klo virus sudah resisten. Sumpah bak hiasan di bibir saja dari lidah tak bertulang, sumpah sudah tak bisa jadi tolok ukur benar dan tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Menteri dalam UU adalah pembantu Kepala Pemerintahan a.k.a Presiden, logikanya jika pembantunya melakukan sesuatu terkena sesuatu, sudah selayaknya majikan ikut bertanggung jawab terlibat atau tidak, bukan hanya diam tanpa kata, tidak berusaha bersembunyi atau tak ingin disentuh, berani berbuat berani bertanggung jawab, susah senang jalani bersama, that’s the team worked  for <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">6.7 T bukan soal angka semata tapi potret moral manusia yang mungkin nihil niat baik dan rasa memiliki, cuma satu bank swasta jelas-jelas gagal di bela mati-matian dengan dana talangan agar tetap survive sedangkan balita yang kurang gizi, penderita filariasis, TKW yang dibantai di negeri orang, chikunguya, kebakaran, recovery bencana alam, pegangguran wah mumet amat ngelistnya, apakah jadi prioritas? tidak   ngenes and prihatinkah? Ini semua realitas di depan mata..</p>
<p style="text-align: justify;">Hukum dan keadilan itu milik siapa, lucu di kita ini, ambil kakao, semangka, timun, ayam, surel curhat, siapa yang bilang perbuatan mencuri itu benar, tapi untuk mereka hukum seperti sebuah tim reaksi cepat langsung mendapat hukuman seakan sebuah dosa besar dan hotel prodeo sudah kelaziman, yang memiriskan saat mereka  berhadapan dengan hukum, meraka datang dengan tangan kosong tanpa ada perlindungan bahkan  untuk sekedar memberi alasan atau membela diri, azas praduga tak bersalah sepertinya bukan milik para jelata. Sedangkan buat para borjuis, banyak ruang dan waktu untuk menyusun dalih terlebih dahulu, beralasan, membuat alibi bahkan kalau bisa membuat skenario yang meyakinkan agar terhindar dari cengkaraman keadilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiranya  suara gemuruh rakyat, suara gemerincing koin akhirnya sedikit menciutkan, mungkin mereka malu,  kalau malu, malulah pada Tuhan hingga tanpa suara gemuruh suara di seantero negeri tanpa gemerincing berkarung-karung koin keadilan bisa tetap terwujud bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Masih inget kasus pembunuhan Munir, siapa dalangnya, siapa ??</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang  keliru? manusia, sistem. kebijakan, faktor globalisasi atau jangan-jangan semua keliru plus interaksi dari semua itu. Yang sering terjadi, problem solving di negeri ini urung tuntas tapi malah menimbulkan masalah baru yang more more complicated.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau manusia-manusia yang mestinya terkategori dan qualified untuk jadi politisi bijak, negarawan ulung tapi ternyata salah masuk gerbong malah seringnya cengeng and lebay mending bikin blog aja deh, disini boleh kok curhat, narsis atau lebay sesukanya <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Atau jangan-jangan lebih suka sama peti es ya, semua serba dibekukan, setelah jadi es masukin peti, dan meleleh didalam sana, hilang tanpa jejak selamanya..</p>
<p style="text-align: justify;">Eh kali ini gw ga akan bilang ini indonesia banget tapi ini benar-benar pernah terjadi di indonesia…</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi keadilan itu akan tetap berbicara kawan!!</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kotak Pandora Raja'>Kotak Pandora Raja</a></li><li><a href='http://www.nenyok.com/2009/10/ngintip-rapor-obama-yu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngintip Rapor Obama yu!!!'>Ngintip Rapor Obama yu!!!</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/nyanyian-untuk-keadilan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Colibri dan Ilalang</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/colibri-dan-ilalang.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/colibri-dan-ilalang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 15:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[amal. muslim]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Pakde Cholik]]></category>
		<category><![CDATA[parade puisi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[PPC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Ya Rabbana ..
Sang Pengendali Siang dan Malam.
Sang Colibri !! sayapmu memang tak sebanding kepak jibril-Nya.
Sang Ilalang!! tumbuh tubuhmu menjulang langit kala hujan
lenyap bergelung akar menghujam lipatan tanah kala bumi gersang
Tapi dzikir kalian tak pernah henti, sebuah pertanda ketergantungan akan DIA.
Sang Maha Menghidupkan dan Mematikan Allah Ajja Wajalla
Tak hendak ku samai kisah para nabi, perjuangan para [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Ya Rabbana ..<br />
Sang Pengendali Siang dan Malam.</p>
<p style="text-align: left;">Sang Colibri !! sayapmu memang tak sebanding kepak jibril-Nya.<br />
Sang Ilalang!! tumbuh tubuhmu menjulang langit kala hujan<br />
lenyap bergelung akar menghujam lipatan tanah kala bumi gersang</p>
<p style="text-align: left;">Tapi dzikir kalian tak pernah henti, sebuah pertanda ketergantungan akan DIA.<br />
Sang Maha Menghidupkan dan Mematikan Allah Ajja Wajalla</p>
<p style="text-align: left;">Tak hendak ku samai kisah para nabi, perjuangan para syuhada<br />
karenaku hanya setitik buih dihamparan lautan<br />
bahkan istana pasir megahku mudah terlupakan<br />
saat riak ombak menyaputnya semaput tak berjejak</p>
<p style="text-align: left;">Dan aku bertanya tentang bantah menentang-Mu<br />
Beralasan terlindas roda jaman, terkurung peradaban memuakkan<br />
Aku jumawa merasa penuh daya padahal sembunyikan lemah jiwa.<br />
Sebuah penanda, aku menghamba  hina, terhempas  lepas di jurang kegelisahan</p>
<p style="text-align: left;">Bahkan ku tak mampu menyamai colibri-Mu yang mampu bergerak konstan<br />
Sedang imanku hanya merangkak naik turun tak beraturan<br />
Bahkan ku tak mampu menyamai Ilalang-Mu yang ikhlas akan hujan dan gersang<br />
Sedang amalku pamrih pujian menyilaukan</p>
<p style="text-align: left;">Kini kuingin kembali mencari jalan pulang meski tertatih merintih menggapai-Mu<br />
dan Engkau malah yang berlari mendekatku penuh syahdu</p>
<p style="text-align: left;">Ya Rabbana…<br />
Pencipta Langit dan Bumi<br />
Aku bukan Colibri dan pun tak kuasa laksana ilalang<br />
Tapi tolong izinkan agar ku tak enggan<br />
Kepakan sayap patahku ku penuh arti, tumbuh fitrahku sepenuh makna<br />
Aku di genggaman cinta-Mu,
</p>
<p style="text-align: left;">Hanya satu harap, damai jiwa  selamanya….Amien</p>
<p style="text-align: left;"><em><strong>&#8211;denting gerimis senja, 09 desember 2009- </strong></em></p>
<p style="text-align: left;"><em>Note:  <a title="Parade Puisi Cinta" href="http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta" target="_blank">Coretan ini sebagai upeti pada acara Parade Puisi Cinta yang diselenggarakan Panjenengan Pakde Cholik..</a></em></p>
<p style="text-align: left;">Okay, Wish me luck!!  Thanks  a lot Buddies <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/colibri-dan-ilalang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teruntuk Sang Bunda</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/teruntuk-sang-bunda.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/teruntuk-sang-bunda.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hari ibu]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Bunda..Ku pernah radangkan hatimu hingga bulan menutup matanya karena jengah dan malu melihat manusia seperti aku  manusia tak tahu malu.
 
Bunda..ku pernah gejolakan amarah jiwamu hingga matahari berpaling menjauhkan senyum paginya, enggan membagi cahaya untukku, manusia seperti aku, yang penuh penolakan
 
Bunda..Ku pernah mengalirkan sungai untuk airmatamu hingga tangis hujan tercurah deras, tuk samarkan pilumu, [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>Bunda..</em><em>Ku pernah radangkan hatimu hingga bulan menutup matanya karena jengah dan malu melihat manusia seperti aku  manusia tak tahu malu.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bunda..k</em><em>u pernah gejolakan amarah jiwamu hingga matahari berpaling menjauhkan senyum paginya, enggan membagi cahaya untukku, manusia seperti aku, yang penuh penolakan</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bunda..</em><em>Ku pernah mengalirkan sungai untuk airmatamu hingga tangis hujan tercurah deras, tuk samarkan pilumu, sejukan hatimu dari tajamnya kata yang kutoreh dari  serapahku yang bermata pisau kebencian</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bunda..</em><em>Ku ingat suatu kala, lakuku menusuk kalbumu hingga berakhir dalam  sesalanku yang begitu lekat melekat dan kuharap lenyap dari pandanganmu seketika..</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bunda..</em><em>Kau tetaplah seorang Bunda, manusia setengah dewa, berhati emas bertelapak kaki surga, Tak kan bergeming dari kasih abadi tercurah ruah bagi belahan jiwa, t</em><em>ak terkecuali untukku, anakmu yang penuh dosa..</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bunda..</em><em>Jika saja kuhimpun langit dan bumi di belakangku</em><em><br />
</em><em> Menebus segala dosaku, pasti tak kuasa menyamai ketulusanmu</em><em><br />
</em><em> Tak tertandingi untaian jutaan  maafmu, bagiku m</em><em>anusia tak berbudi…</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Bunda..</em><em>Sungguh, aku rela terhukum selamanya</em><em><br />
</em><em> Dalam penjara hampa, jika saja tangis laramu terganti bahagia</em><em><br />
</em><em> Jika saja gunungan perihmu terganti senyum ceria</em><em><br />
</em><em> Bunda akan kulakukan apa saja, agar kau selalu dan selalu memelukku dalam doa yang terlantun tiada jemu sepanjang hidupmu..</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Bunda..</em><em>Sungguh di pekat malam, di setiap dentangan waktu</em><em><br />
</em><em> Di jernih hatiku..aku mecintaimu walau tak pasti ku membalasmu</em><em><br />
</em><em> Namun, maafkanlah aku, kumohon dengan sangat..teramat sangat….</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Rabb..Sang Maha Pengasih</em><em><br />
</em><em> Di pintu-Mu aku mengetuk, terlirih doa untuk bunda</em><em><br />
</em><em> Ampunkanlah dosa-dosanya,mudahkan timbangan kebaikannya kelak</em><em><br />
</em><em> Jauhkan mereka dari siksa-Mu, biarkan mendekap khusnul khatimah di nafas terakhirnya</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil”</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Amin Ya Rabbal Alamin</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>(The nightfall, December, 7 2009) </em></p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/teruntuk-sang-bunda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ceracauku</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/ceracauku-minggu-ini.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/ceracauku-minggu-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 06:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[romansa]]></category>
		<category><![CDATA[the summer triangle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[
SETIA  SEBENARNYA

Ayo naiklah ke rumah pohonku ini, duduklah disampingku sayang,
 
Memandang segitiga The Summer Triangle langit utara
 Hey.. seperti terbaginya cintamu  dahulu..
Indah bukan?
 Heh&#8230;bukan cintamu sayang..
 Tapi bintang di  pikuk malam, kilauan  Deneb, Vega dan Altair itu.
Kau bertanya sayang.?
 Apa arti jejak perihmu
 yang enggan beranjak, masih saja lekat di bilik-bilik jantungku
 Tahun lalu saat [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center"><strong>SETIA  SEBENARNYA</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: center"><em>Ayo naiklah ke rumah pohonku ini, duduklah disampingku sayang,</em><em><br />
</em><em> </em></p>
<p style="text-align: center"><em>Memandang segitiga <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Summer_Triangle">The Summer Triangle</a> langit utara</em><em><br />
</em><em> Hey.. seperti terbaginya cintamu  dahulu..</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Indah bukan?</em><em><br />
</em><em> Heh&#8230;bukan cintamu sayang..</em><em><br />
</em><em> Tapi bintang di  pikuk malam, kilauan  <a href="http://www.nenyok.com/2009/04/junks-space.html">Deneb, Vega dan Altair </a>itu.</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Kau bertanya sayang.?</em><em><br />
</em><em> Apa arti jejak perihmu</em><em><br />
</em><em> yang enggan beranjak, masih saja lekat di bilik-bilik jantungku</em><em><br />
</em><em> Tahun lalu saat laraku tersembunyi dalam sunyi</em><em><br />
</em><em> Berjelaga peluk hening,</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Ya ya ya&#8230;aku manusia terlalu  perempuan </em><em><br />
</em><em> ah rasanya sungguh sakit, teramat sangat, bak sembilu mengiris kalbu</em><em><br />
</em><em> Bak raja mati langkah di medan laga pertahanan sisilia</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Kau tahu…dengan pasti</em><em><br />
</em><em> Kini dengarkanlah aku seksama..</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Aku lebih menyukai bintang daripada bulan</em><em><br />
</em><em> kau bukan bintangku</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Aku lebih menyukai proton dibanding elektron</em><em><br />
</em><em> kau bukan protonku</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Aku lebih menyukai api dibanding air</em><em><br />
</em><em> kau bukan apiku</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Aku lebih menyukai hitam dibanding putih</em><em><br />
</em><em> kau bukan hitamku</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Aku menyukai pantai dibanding bukit</em><em><br />
</em><em> kau bukan pantaiku</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Namun dia atas semua itu sayang!!</em><em><br />
</em><em> Kini ku terbuai sentuhan matahari</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Dan kau tahu.</em><em><br />
</em><em> Kaulah matahari itu ..</em><em><br />
</em><em> Sedari dulu… kini dan esok..selamanya..</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Tatap mataku, cahayamu berpendaran disana</em><em><br />
</em><em> Semestinya kau tahu, tanpa kubicara, banyak cinta untukmu.</em>
</p>
<p style="text-align: center"><em>Nyaris limit tak hingga..Itulah sebenarnya setia..</em></p>
<p style="text-align: center"><em>Jadi tersenyumlah</em></p>
<p style="text-align: center"><em>&#8212;&#8211; The Nightfall, December 1,  2009&#8212;-<span id="more-347"></span></em></p>
<p style="text-align: center"><em> </em></p>
<p style="text-align: left;">
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Saat Cinta Kedua Menyapa </strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong><em><span style="color: #993300;"> </span></em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>Pernah..bahkan sangat iya..</em><em><br />
</em><em> Renyah tawamu, ujar manjamu</em><em><br />
</em><em> Hempas suara hatiku ke dinding keraguan</em><em><br />
</em><em> Senyap tergeletak menyerah kalah</em><em><br />
</em><em> Melayangkan jiwa, angan tak berdaya</em><em><br />
</em><em> Dan sadari ku tlah berpaling, memutar haluan</em><em><br />
</em><em> menuju arah lain</em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Katakan ku harus bagaimana</em><em><br />
</em><em> Mengusir desir-desir rindu menyelubung kalbu</em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tolong mentari..jangan tertawai aku</em><em><br />
</em><em> Jika rinduku tak kenal waktu</em><em><br />
</em><em> Kangenku yang tak tahu malu</em><em><br />
</em><em> Pesonanya laksana Aldebaran menyingkap langit kelam</em><em><br />
</em><em> Laksana hujan meluruh bumi kerontang</em><em><br />
</em><em> Laksana jatuhnya apel meluruh gravitasi</em><em><br />
</em><em> Tak mampu teriak berontak..</em><em><br />
</em><em> Luluh lantak, terdampar di sudut sayu matamu</em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tolong hentikan itu kawan</em><em><br />
</em><em> Aku tak sanggup lagi</em><em><br />
</em><em> Kehendak ini tak kan jua kupertahankan</em><em><br />
</em><em> Asmara tanpa teryakinkan</em><em><br />
</em><em> Tak lebih dari gelora romansa tanpa kesan</em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Sudahi saja, lupakan semua kata</em><em><br />
</em><em> Karena kata hanya kata, bukan seperti hati</em><em><br />
</em><em> yang mampu bicara sesungguhnya</em><em><br />
</em><em> kembalilah pada kala bilamana cahaya memelukmu</em><em><br />
</em><em> Saat hening berbicara tentang kasih-Nya di hatimu.</em><em><br />
</em><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Itulah cinta sebenar-benarnya..</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>(After dawn,  December 3, 2009) </em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>HAIKU RINDU</strong></p>
</blockquote>
<blockquote></blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Sound of my heart<br />
The feeling of my blue love<br />
Missing you so much</em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>(hening senja, 3 desember 2009)</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>JANJI SUCI </strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Semesta bicara, satukan dua rasa dari naluri serupa</em><em><br />
</em><em> Penantian melepas dahaga raga</em><em><br />
</em><em> Mencoba saling mengerti antara dua kepala</em><em><br />
</em><em> Itulah cinta dengan pengertian yang tiada tara</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Hingga</em><em><br />
</em><em> Tanpamu aku, tanpaku kamu</em><em><br />
</em><em> Berkeping</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Bersama, sempurnalah hasrat terjerat</em><em><br />
</em><em> Ikatan suci tanpa cacat</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Memulai perjalanan panjang  eksistensi</em><em><br />
</em><em> Tanpa lelah mencari arti sejati</em><em><br />
</em><em> Menghimpun dua jiwa di bahtera kehidupan</em><em><br />
</em><em> Mencinta sepenuh alasan,</em></p>
<p><em> </em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>Ingatlah</em><em><br />
</em><em> Cinta, bukan cinta jika tanpa rasa</em><em><br />
</em><em> Cinta, bukan cinta jika memedihkan</em><em><br />
</em><em> Buatlah cintamu hakiki seperti cinta-Nya</em>
</p>
<p style="text-align: center;"><em>(the nightfall, december 4, 2009)</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Love each other or perish -WH Auden-</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/ceracauku-minggu-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>There&#8217;s Something About Morrie</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 10:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik]]></category>
		<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bundo nakja]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[morrie]]></category>
		<category><![CDATA[selasa]]></category>
		<category><![CDATA[tuesdays with morrie]]></category>
		<category><![CDATA[zet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[There’s Something About Marry…remind you with something? yea bingo! it’s a title of movie &#8211;black comedy, satire dan pastinya lucu dong&#8211; film tahun 1998 yang Ney tonton bareng dengan teman-teman sekost saat masih berstatus mahasiswi yang sok merasa intelektual padahal mah biasa aja..ya tapi ujung-ujungnya IPK doi juga cuma lumayan hingga jadi ora kanggo sampai [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>There’s Something About Marry</strong>…remind you with something? yea bingo! it’s a title of movie &#8211;<em>black comedy, satire dan pastinya lucu dong</em>&#8211; film tahun 1998 yang Ney tonton bareng dengan teman-teman sekost saat masih berstatus mahasiswi yang sok merasa intelektual padahal mah biasa aja..ya tapi ujung-ujungnya IPK doi juga cuma lumayan hingga jadi <em>ora kanggo</em> sampai sekarang tuh he..he..*Upps sorry Ney..</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi aku bukan mau menceritakan film yang Ney tonton itu jika penasaran tanya Om Google, yang jelas salah dua pemainnya aktris berwajah eksotis Cameron Diaz serta aktor watak Ben Stiller, pas mewakili wajah ordinary America..</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Ney sibuk, dia memintaku untuk menceritakan kesan tentang Kisah Morrie and Mitch ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-345     alignright" title="Tuesdays With Morrie" src="http://www.nenyok.com/wp-content/uploads/2009/12/Morrie.jpg" alt="Tuesdays With Morrie" width="200" height="150" />Kuamati buku ini, setting covernya sangat menarik ada sebuah bangku kayu di tepi danau dan rerumputan hijau yang menjadi alasnya, padanan warna yang pas, semalam Nenyok mengcopy dan mengirimnya khusus untukku, dia bilang itu hadiah dari Bundo dari pulau sumatera sana, kau penasaran bukan bagaimana caranya bisa tiba di Mars, tak perlu pakai jasa pos, aku hanya meminta Ney memasukan buku itu ke suatu alat kemudian memecahkan buku itu menjadi partikel-partikel nano dan dia mengirimkannya melalui frekwensi tertentu kemudian aku mengkonversikannya, menyusun kembali partikel nano-nya menjadi materi bentuk semula; buku yang utuh ini, hebat bukan? :ya seperti saat menjadi invisible, begitulah cara kerjanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih belum mengerti?<span id="more-342"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengertilah!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">atau lupakan saja!!! He..he..</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah, aku –Zet a.k.a Zarkalina&#8211; ingin bercerita tentang Buku <strong>Tuesdays With Morrie</strong> sekadar kesanku, jadi ini bukan review atau resensi ya…jangan salah kira!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Terinspirasi judul film yang diceritakan Ney maka kesan pertama setelah selesai membaca buku itu adalah…<em>Owwh.. There’s Something About Morrie!!!!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Well, gagasan Morrie jelas &#8211;seperti kontradiktif dengan tata budaya yang dianut lingkungannya&#8211; sesuatu yang mungkin jadi barang aneh dalam budaya materialisme dan hedonisme sekarang, bukan soal penyakit ALS yang diderita Morrie, tapi gagasan pemikiran dan cara pandangnya tentang banyak hal &#8212;dicetuskan oleh seorang profesor sosiologi yang bahkan hidup dalam budaya barat yang sangat menjunjung tinggi kebebasan individu berbasis sekulerisme&#8211; meski secara subjektif aku mengatakan mungkin saja itu tak terjadi jika Morrie tidak dalam kondisi menghadapi maut yang makin dekat, tapi itu alasan yang tak perlu dicari-cari dan tak penting untuk diperbincangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Okay..aku ingin menceritakan hal-hal yang paling menarik yang aku sukai dan lumayan memberikan pencerahan setelah aku membacanya. Morrie!!, He is a Profesor, definitely of course, so mempunyai gagasan atau ide yang cemerlang adalah hal semestinya bagi orang selevel professor.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahu tidak aku selalu berangan mempunyai sahabat berbagi cerita seorang Profesor yang mungkin sedikit romantis huahahaha <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  apapula ini. Mmhh  maksudku seorang sosok kebapakan yang dengannya aku bisa banyak berdiskusi tentang banyak hal,  sebenarnya kalau buatku pastinya tentang mengajukan pertanyaan-pertanyaan, ya seperti Mitch kepada Morrie tapi ya tentunya kondisinya kesehatannya tidak separah itu, paling tidak aku bisa makan bersamanya dengan normal, mungkin mengajaknya menonton film horor di bioskop, minum kopi bersama sambil berdebat atau tertawa dengan keras. *Hallo adakah Professor yang membaca ini dan mau menjadi temanku, oh ya kalau bisa umurnya dia atas 50 ya supaya aku bisa memanggilnya Daddy..namanya juga mungkin harus berawalan Z seperti namaku, siapa tahu aku bisa menuliskan perbincangan kami seperti Mitch and Morrie, padanan nama yang seperti sudah ditakdirkan *khayalandotcom</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah, orang-orang yang diceritakan buku yang menurutku smart,  intelektual, humble apalagi relijius, selalu saja menarik perhatianku seperti kutub magnet yang mempunyai daya magnetis kuat yang membuat aku terhisap ke arahnya &#8212;layaknya blackhole yang menghisap semua materi tanpa ampun&#8211; atau mungkin aku ingin menyerupai mereka, entahlah!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan basa-basi jhe..tuh apa kubilang aku ini seorang pengkhayal ulung kan <img src='http://www.nenyok.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah…</p>
<p style="text-align: justify;">Mitch and Morrie, salah satu kisah romantis buatku, persahabatan yang essensinya jauh melampui makna persahabatan itu sendiri, perbedaan generasi diantara mereka justru saling menyambungkan frekuensi pemikiran keduanya, yang satu memberi ilmu satunya memberi kasih sayang, saling memberi dan menerima tepat terejawantahkan dalam relasi seorang murid dan guru yang menyentuh setiap hati pembacanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum Morrie berbicara tentang makna hidup dan hal yang paling menarik perhatianku saat dia berbicara soal <em>budaya, perkawinan, dan tentang memaafkan diri sendiri.</em></p>
<p>Simaklah kata-katanya berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>“Menanti datangnya ajal, hanya salah satu diantara yang patut disedihkan, Mitch. Tapi hidup tanpa kebahagiann lebih menyedihkan. Banyak diantara orang yang mengunjungiku adalah orang yang tak bahagia,”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mengapa?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Ya pertama, kita orang Amerika hidup dalam budaya yang tidak membuat kita sendiri merasa nyaman. Peradaban ini mengajarkan banyak hal yang keliru. Dan kita harus cukup tangguh untuk berani mengatakan bahwa bila budaya itu tidak sesuai dengan hati jangan diteruskan. Ciptakan budaya kita sendiri”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sungguh aku setuju dengan ucapan Sang Professor, bahwa jika itu bertentangan dengan hati nurani untuk apa diteruskan karena biasanya cenderung merusak jika hasil akal budi atau budaya ini menentang fithrah manusia, aku kira budaya yang benar adalah saat budaya itu tidak berbenturan dengan norma serta tidak memicu konflik yang membuat manusia bingung membedakan mana yang benar dan yang salah, dan rasanya yang paling ideal adalah ketika budaya yang merupakan karya akal budi manusia tetap tunduk dalam koridor norma agama, rasanya yakin tak akan banyak misinterpretasi dalam banyak hal, you know bukankah agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan kesantunan, dan hati manusia biasanya cenderung melakukan hal-hal baik tidak menyalahi fithrah dan naluri yang membuatnya mampu untuk tetap berusaha  lurus. Bener ga? IMHO Cmiw..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Morrie juga bilang, tata ekonomi yang ada di dunia cenderung membuat manusia materialistis dan seolah menuhankan benda dan menganggap itu sebagai sumber kebahagian dan tujuan hidup, kemudian tentang manusia beliau mengatakan seharusnya kita yakin bahwa manusia dasarnya sama, tak seharusnya yang putih merasa lebih tinggi dari yang hitam dan semacamnya, dan jika umat manusia meyakini itu, maka pasti ada hasrat yang besar untuk bergabung dalam sebuah keluarga besar umat manusia, ya katakanlah tidak dikotakkan-kotakkan oleh nasionalisme atau batas geografis yang sebenarnya maya (hanya asumsi-asumsi manusia itu sendiri) semua itu disadari Morrie karena pada hakikatnya manusia terlahir dalam keadaan sama dan juga mempunyai akhir yang sama yaitu kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahu tidak, itu ide yang menarik, keluarga besar manusia, hmm bahkan dalam term islam, bukankah sejatinya Allah  menciptakan manusia dalam berbagai ras dan suku bangsa dan itu bukan jadi alasan untuk saling berbeda, karena di mata Alloh ketaqwaanlah yang jadi ukurannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya jelas ya Ney, jika Morrie yang Jew dan kemudian agnostik itu, memiliki gagasan demikian, belajar dari pengalaman hidup yang dijalaninya maka dalam ajaran agama kita, semuanya sudah disampaikan dengan jelas dan rinci, well, ingat kan islam adalah rahmatan Lil alamin, segala aturan hidup dari yang tetek bengek hingga soal-soal besar sudah tercakup didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut kalian..</p>
<p style="text-align: justify;">Aduh aku masih ingin memperbincangkan pandangan Morrie tentang perkawinan dan memaafkan, tapi rupanya aku terlalu lelah, mataku sudah terkantuk-kantuk, kita lanjutkan nanti, Oh ya selama membaca buku itu, yang intinya bagaimana sesorang yang begitu dekat dengan kematian &#8211;Morrie— yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah vonis yang bisa melumpuhkan jiwanya hingga bisa terjebak dalam amarah dan memposisikan diri sebagai korban nasib, tidak demikian dengan  Morrie, Ia memilih menjadikan saat-saat terakhir hidupnya dengan memberi dengan tetap bersemangat berbagi tetap memberi manfaat bagi orang-orang disekitar bahkan seluruh dunia termasuk aku sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sedikit pertanyaan kecil mungkin, selama aku membaca bukunya aku tak melihat ada bahasan bagaimana kematian sesungguhnya di mata Morrie, dia hanya mengatakan belajar menghadapi kematian sebagaimana belajar menghadapi hidup. Hmm …</p>
<p style="text-align: justify;">Sepemahamanku kematian adalah pintu atau awal kehidupan yang baru yang abadi, dan hidup di dunia sekarang adalah hidup untuk membekali hidup abadi selanjutnya, tidak sekedar mati begitu saja bukan??</p>
<p style="text-align: justify;">What do you think friends..</p>
<p style="text-align: justify;">Kukatakan dengan jelas, Buku ini mencerahkan, menginspirasi because <strong>There&#8217;s Something About Morrie..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi bacalah!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">-Zet-</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/12/theres-something-about-morrie.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gifts, Me and Friends</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/gifts-me-and-friends.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/gifts-me-and-friends.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 22:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily diary]]></category>
		<category><![CDATA[poem or poetry]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bundo]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[kyaine]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Assalamua&#8217;alaikum semua,
Well, first.. I want say thank you so much to Bundo Rahmi yang udah kasih gift yang paling menyenangkan….Buku Tuesdays With Morrie-nya sudah aku terima dengan baik, meskipun kantor pos disini agak aneh, karena aku di telpon oleh Pak Pos untuk mengambil paketnya sendiri –-tentu aku bertanya, apakah tugas shipping di layanan pengiriman milik [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamua&#8217;alaikum semua,</p>
<p style="text-align: justify;">Well, first.. I want say thank you so much to Bundo Rahmi yang udah kasih gift yang paling menyenangkan….Buku <strong>Tuesdays With Morrie-</strong>nya sudah aku terima dengan baik, meskipun kantor pos disini agak aneh, karena aku di telpon oleh Pak Pos untuk mengambil paketnya sendiri –-tentu aku bertanya, apakah tugas shipping di layanan pengiriman milik pemerintah ini sudah di ditiadakan&#8211; tapi kebetulan ada seorang teman kesana dan aku minta tolong diambilkan meski akhirnya menunggu sehari semalam karena baru keesokan harinya aku menerima buku itu tepatnya hari Jum’at tanggal 20 November 2009 pukul 11;30 siang, &#8211;ah ya itulah gunanya berteman bukan&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutku : “Suatu hubungan persahabatan sudah dikatakakan dekat jika sudah tak sungkan meminta bantuan” Thanks ya Miss Ell….</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya mungkin agak terlambat untuk mengucapkan terimakasih karena pertama akhir-akhir ini emailku selalu saja bermasalah saat memulai untuk menulis surat, akhirnya kuputuskan untuk melakukannya dengan membuat tulisan ini. Aku agak malu karena kukira ini tak akan cukup mewakili dan menggambarkan betapa besarnya penghargaanku terhadap Bundo Rahmi *Bundo, maaf,  tolong izinkan aku menyebut namamu di bagian itu, aku suka melafalkannya,</p>
<p style="text-align: justify;">R -A- H -M -I; terdengar lembut sekali*<span id="more-338"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sangat percaya keterlambatanku mengucapkan terimakasih terutama sih pentingnya konfirmasi buku ini sampai atau tidak bagi Bundo adalah hal yang wajar  &#8211;Bundo pasti tak menghendaki kirimannya datang pada alamat dan manusia yang tak jelas rimbanya; sebenarnya memang begitu, karena aku masih saja bersikukuh dengan nickname nenyok-ku meski alamatnya juga agak samar tapi itu juga bukan tanpa alasan, hidupku yang nomad tentu bisa membuat tempat tinggalku berubah-ubah suatu saat&#8211;   semoga, tak jadi soal buat bundo kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi keterlambatan responku  &#8212;yang jika diukur berdasar waktu masuk terkategori unresponsive&#8212; tak mencerminkan besar kecilnya antusiasme, justru sebaliknya, Ah Bundo, jika dirimu dekat, mungkin aku sudah memelukmu, mencium pipimu tak bisa lagi berkata-kata betapa seorang wanita “being alone” seperti aku masih ada yang memperhatikan dengan cara seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kukira di abad ini, di generasiku sekarang hubungan seperti ini nyaris tak ada bedanya dengan hubungan dekat dalam dunia nyata, jarak dan waktu tak jadi penghalang, karena ketulusan perasaan lewat ujaran akan mempunyai ruh dan makna mendalam yang dirasakan oleh lawan bicaranya” </em>Kukira begitu..tapi paling tidak itu yang kurasakan..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tiba-tiba ada interupsi dari Kyaine </strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">“<em>Hey, hallo Ney I am still here, maksudku telingaku  masih bekerja dengan baik, hmm maksudku aku bisa mencerna dan membaca kalimat-kalimat itu dengan baik.”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Hehe.. sorry Mas Gus, I didn’t meant it, maksudku semua gift dari sahabat selalu kurasakan sebagai suatu pemberian <strong>“paling menyenangkan”</strong> apapun itu, bagaimanapun itu, karena nilai terbesarnya bukan terletak pada “benda” nya tapi pada efek senang, pada rasa yang mengiringinya, apalagi kalau bukan silaturrahim yang hangat yang semoga &#8211;aku selalu berdoa untuk ini&#8211; akan menjadi kebaikan kelak, ya aku belum dapat dan mungkin saja tak bisa membalasnya dengan hal serupa, tapi bukankah Allah sebaik-baik pembalas jadi aku tentu aku tak perlu cemas dengan hutang budi yang tak mampu kubayar&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jadi kata <strong>“paling menyenangkan” </strong>yang kugunakan untuk setiap sahabat <strong>sama sekali tidak berhubungan dengan soal skala …</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi, bagaimana tidak?</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm dua buku sekaligus yaitu  <strong>Chicken Soup For the Soul</strong> dan <strong>Bagaimana Menjadi Blogger  Bayaran</strong>, padahal aku hanya memenangkan judul terakhir di acara kendurinya Mas Gus itu, jadi selebihnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Dan buatku selebihnya adalah kebingungan mencari kata-kata yang paling tepat untuk mewakili perasaan “paling menyenangkan” ku itu, Tuan, Nyonya!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Dan inilah caraku..saat ini.. ya saat ini.. paling tidak..</p>
<p style="text-align: justify;">Komunitas Kyaine and Bundo and friends memang begitu hangat melebihi perasaan hangat saat merasakan rindu karena “<em>cinta eros yang dihujamkan malaikat cupid</em>” ya meski perlu beberapa jeda bagiku untuk beradaptasi tapi akhirnya tanpa aku sadari aku  sudah ada didalamnya dengan kehangatan melebihi geyser  Yellowstone National Park Amerika plus keakraban yang mengalir melebihi derasnya arus air terjun niagara, menghanyutkan dan mengikat, ingat mengikat!!! tapi ikatannya bukan seperti belenggu justru ikatan itu yang membuat hariku bisa lebih berwarna dan sadar bahwa dalam hidup memang kita tak bisa benar-benar sendirian..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Meski aku suka dengan sunyi tapi tanpa terhubung dengan manusia lainnya justru itulah sunyi yang sebenar-benarnya, dan kiranya aku bisa mati kesepian karenanya”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jika aku sebutkan satu persatu sahabat narablog yang membuat aku merasa terikat dengan kesan mendalam yang bisa kuraba dari tulisannnya dan kedekatannya selama ini, tentu akan membuat kalian penat membacanya, dan kukira meski kemudian ada saat-saat kontak itu tak seintens biasanya baik dari aku maupun mereka &#8211;karena satu dan lain hal&#8211; itu tak membuat kecil hati, karena kuyakin itu bukan berarti saling melupakan dan akan banyak permakluman jika tak bisa berkunjung seperti biasanya so satu-satunya penghubung adalah sepotong doa agar mereka dalam keadaan baik-baik saja. Amin</p>
<p style="text-align: justify;">Ah ya, <strong>Tuesdays with Morrie</strong> kubaca lebih dari sehari, baru semalam sebelum berangkat tidur kuselesaikan,  sungguh aku terkesan, ah kalian tahu akhir-akhir ini aku lebih sering menyimak berita-berita politik atau ekonomi walaupun sekilas, hanya untuk merasa tidak ketinggalan berita mungkin, atau paling mencoba membuat semacam analisa kecil-kecilan yang aku obrolkan dengan temanku di dunia nyata namun aku belum dapat membaginya buat kalian, terlalu malu untuk merasa diri seperti seorang pemikir atau merasa bisa beropini dengan benar, karena memang bukan, lebih tepatnya aku adalah pengkhayal dan pengeluh atau peramal?,  tentu sama sekali salah untuk kosakata yang terakhir itu he..he..</p>
<p style="text-align: justify;">Oh iya, menurutku melalui media buku-buku yang inspiring semacam ini  &#8211;buku yang tidak mengenal kata kadaluarsa&#8211;  kita bisa melakukan kontemplasi dan refleksi diri meskipun kenyataannya aku seringkali gagal di saat-saat awal (bahkan sampai akhir hingga perlu berulang-ulang),  melewati proses yang tidak mudah  jadi aku sering mengulangi membacanya terutama di bagian-bagian yang aku sukai, sekedar memahamkan kembali atau mengingatkan diri sendiri apa yang baik yang bisa ku ambil pelajarannya dari buku itu..</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah nanti kuceritakan bagaimana kesanku tentang buku itu, bagian yang paling menarik —maksudku paling menampar dan menyindirku&#8212; tentu ini mungkin terlihat tidak penting bagi orang lain tapi setidaknya beri kesempatan aku untuk sekedar memberi komentar dan aku memberi kalian kesempatan untuk membaca pikiranku sedikit pula..</p>
<p style="text-align: justify;">Hahaha.. tahu tidak, aku merasa tulisan dengan gaya begini jelas-jelas menampakkan jika aku terinfluence dengan buku yang baru saja aku baca padahal besok atau lusa..entah kapan, mungkin aku akan membaca (lagi) kisah Sherlock Holmes dan ikut-ikutan membuat cerita detektif, meski hasilnya pasti tak bagus bagi amatiran sepertiku..</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi percayalah, aku bukan bunglon..katakan saja, manusia yang sangat suka menceracau dan tak puas rasanya jika ceracauanku tak kuperlihatkan pada dunia…</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi postingan panjang, kuharap kau menarik nafas terlebih dahulu teman!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah!!</p>
<p style="text-align: justify;">*Peluk hangat buat <a href="http://nakjadimande.com">Bundo</a>, dan salam takzim untuk <a href="http://guskar.com">Panjenengan Kyaine</a></p>
<p style="text-align: justify;">Semangaaaaatttttt dan selamat pagi untuk semua, semoga hari ini menjadi milik kita. Amien.</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/gifts-me-and-friends.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kotak Pandora Raja</title>
		<link>http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html</link>
		<comments>http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 02:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
				<category><![CDATA[serius mode on]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nenyok.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Duh Masya Allah, semua terasa makin pelik kalau Pakde Romo bilang layaknya benang kusut masai. sungguh tak mengerti bagaimana menbedakan yang bohong atau tidak, yang nyata tak dipercaya sementara kebohongan tampak berbaju kejujuran karena semua kata semua ucap saling berangkaian satu sama lain. namun anehnya kebohongan yang sudah terucapkan terkesan dapat diselamatkan hanya dengan satu [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Duh Masya Allah, semua terasa makin pelik kalau <a href="http://selagibisa.blogspot.com/2009/11/benang-kusut.html">Pakde Romo bilang layaknya benang kusut masai</a>. sungguh tak mengerti bagaimana menbedakan yang bohong atau tidak, yang nyata tak dipercaya sementara kebohongan tampak berbaju kejujuran karena semua kata semua ucap saling berangkaian satu sama lain. namun anehnya kebohongan yang sudah terucapkan terkesan dapat diselamatkan hanya dengan satu istilah yaitu &#8220;alat bukti&#8221;, tengok saja yang tadinya mengatakan A kemudian jadi B yang tadinya mengatakan B kemudian menjadi A tak serta merta dipercaya bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hati mereka yang tahu yang kebenarannya..</p>
<p style="text-align: justify;">Semua terfokus kesana  hingga lupa di pelosok-pelosok masih banyak balita yang kurang gizi, masih ada rakyat yang makan nasi aking atau masih ada penduduk yang harus mencari air bermil-mil jauhnya hanya untuk bisa minum. bahkan bencana yang masih terasa kegetirannya jika diibaratkan sakit entah kapan sembuh, Nyaris  terlupakan atau pura-pura tak melihat, yang bertanggung jawab yang lebih punya kehendak dan kuasa untuk rakyat malah terlibat pertarungan sengit yang mementingkan egoismenya sendiri malah seperti terjebak pada persoalan kalah menang, bukannya salah atau benar.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga definisi soal apa yang disebut &#8220;kepentingan umum&#8221; dan siapa yang berhak menentukan ini kepentingan umum atau bukan? dan tentang  apa  dan siapa yang disebut  &#8220;masyarakat luas&#8221;  pun masih dipertanyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalih..ya..mungkin hari ini orang yang memang yang dianggap pandai  adalah orang yang pintar berdalih, memutarbalikan fakta, menggemuruhkan kebohongan dimana-mana yang justru hal itu semakin menunjukan bagaimana kualitasnya di mata masyarakat. Semakin berdalih semakin tampak kebohongan melingkupinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya..rakyat kecil, masyarakat yang tak mengerti persis apa yang terjadi mungkin saja gampang dipengaruhi, diombang-ambing opini bahkan dibuatkan rekayasa untuk dipojokkan, tapi sekali lagi Tuhantak  tidur, melihat semua tingkah polah makhluknya bahkan jika hanya sekedar bisikan hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur saja, lama-lama muak dengan semua ini, atau lama-lama bisa menimbulkan sikap masa bodoh lah, toh tanpa ada kalian juga rakyat masih bisa hidup, tak berpengaruh sama sekali keberadaan kalian itu, kita masih bisa makan, minum,  dan mempersiapkan diri untuk hidup yang lebih abadi kelak, dengan peradilan yang seadil-adilnya, tanpa ada celah sedikitpun untuk menutupi kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum proletar dan marjinal seperti kami, sudah lelah, gamang melihat hingar bingar istana, Silahkan kalian bertarung di panggung yang kalian ciptakan sendiri,  sementara itu, Sang Raja hanya duduk diam, lebih asyik menciptakan labirin-labirin baru yang membuat anak-anaknya makin tersesat jauh tanpa ketegasan yang nyata..</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah mudah saja, Sang Raja hanya perlu bersabda  setelah sebelumnya melihat dengan pandangan yang arif bijaksana, bukannya membiarkan putra-putraya bertarung sedemikina rupa hanya demi kalah menang, hanya demi menunjukkan siapa yang kuat dan lemah, suara rakyat hanya gaung yang dianggap akan lenyap dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh kita tak peduli soal kalah menang, kita peduli dengan mana yang benar dan salah, kalaupun di dunia ini tak ada hukuman yang mampu memberikan kata adil,  tak usahlah cemas, pupuklah faham sabar dan tawakal karena Tuhan lebih tahu porsi yang tepat bagi setiap makhluk-makluk-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dunia ini, keadilan boleh jadi adalah sesuatu yang nisbi dimana hukum Tuhan, hati nurani sudah tak jadi hirau, jauh tersimpan dan terkubur dalam-dalam di kotak pandora.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan percaya kata-kata Nietsczhe yang ini<em> &#8216;Kita butuh kebohongan untuk menaklukkan realita&#8221; </em>atau yang ini  <em>&#8221;Dengan bantuan bohong seseorang dapat lebih percaya pada kehidupan.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Thats Bullshit honey!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur adalah jujur sebagaimana bohong adalah bohong seperti air dan minyak tak ada ruang untuk bersenyawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Deal!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;">
</blockquote>
<p style="text-align: right;">
<blockquote>
<p style="text-align: right;">
</blockquote>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nenyok.com/2009/11/kotak-pandora-raja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
