Teruntuk Sang Bunda
Bunda..Ku pernah radangkan hatimu hingga bulan menutup matanya karena jengah dan malu melihat manusia seperti aku manusia tak tahu malu.
Bunda..ku pernah gejolakan amarah jiwamu hingga matahari berpaling menjauhkan senyum paginya, enggan membagi cahaya untukku, manusia seperti aku, yang penuh penolakan
Bunda..Ku pernah mengalirkan sungai untuk airmatamu hingga tangis hujan tercurah deras, tuk samarkan pilumu, sejukan hatimu dari tajamnya kata yang kutoreh dari serapahku yang bermata pisau kebencian
Bunda..Ku ingat suatu kala, lakuku menusuk kalbumu hingga berakhir dalam sesalanku yang begitu lekat melekat dan kuharap lenyap dari pandanganmu seketika..
Bunda..Kau tetaplah seorang Bunda, manusia setengah dewa, berhati emas bertelapak kaki surga, Tak kan bergeming dari kasih abadi tercurah ruah bagi belahan jiwa, tak terkecuali untukku, anakmu yang penuh dosa..
Bunda..Jika saja kuhimpun langit dan bumi di belakangku
Menebus segala dosaku, pasti tak kuasa menyamai ketulusanmu
Tak tertandingi untaian jutaan maafmu, bagiku manusia tak berbudi…
Bunda..Sungguh, aku rela terhukum selamanya
Dalam penjara hampa, jika saja tangis laramu terganti bahagia
Jika saja gunungan perihmu terganti senyum ceria
Bunda akan kulakukan apa saja, agar kau selalu dan selalu memelukku dalam doa yang terlantun tiada jemu sepanjang hidupmu..
Bunda..Sungguh di pekat malam, di setiap dentangan waktu
Di jernih hatiku..aku mecintaimu walau tak pasti ku membalasmu
Namun, maafkanlah aku, kumohon dengan sangat..teramat sangat….
Rabb..Sang Maha Pengasih
Di pintu-Mu aku mengetuk, terlirih doa untuk bunda
Ampunkanlah dosa-dosanya,mudahkan timbangan kebaikannya kelak
Jauhkan mereka dari siksa-Mu, biarkan mendekap khusnul khatimah di nafas terakhirnya
“Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil”
Amin Ya Rabbal Alamin
(The nightfall, December, 7 2009)
No related posts.

Salam
Jadi kangen banget sama Ambu dan Abah, Rabb berikanlah selalu kebaikan dan keberkahan bagi mereka. Amin
[...] Mbak Nenyok [...]
Salam Takzim
Mohon Izin menyampaikan titipan dari zipoer7 dijemput ya disini
Terima kasih sebelumnya
Salam Takzim Batavusqu
dan Yang Maha Pengasih takkan mampu menolak doa indah dari seorang anak yang shaleh..
lama nggak kesini salam mbak kita sama2 sudah bermetamorphose
Salam Takzim
Kalau tidak keberatan, tengok award ya di blog zipoer7
Salam Takzim Batavusqu
jadi kangen ama emmak di kampung..
nice post, Nenyok!
Neeyyy… terharu hikz hikz
)
untaian kata-katamu benar-benar meresap dalam kalbu ku
ini diikutkan di rumahnya Guskar ya Ney?
bagus banget deh (berguru sama Ney ah, buat ikutan PPC di rumah Pakde
mengharukan puisinya ..
alhamdulillah masih bisa merasakan hangat sayang dan kasihnya Bunda.
Cara Membuat Web
Tadi basuan telepon bundaku tanya lagi dimana.. ternyata lagi dirumah.. ehehhe
Amiiinnn …
(ah kenapa mata saya berkaca-kaca ini Ney …)
Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/
amien allahuma amien.
pda bunda tertumpah seluruh cinta dan kasih..
** jadi kan9en sama ibu,meski kami jauh tapi ikatan bathin ibu dan anak san9ad kuatkan ney ?
**balik la9i.
9anti theme yah??
abu abu uyyyy
Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#8)…
Teruntuk Sang Bunda
Oleh : Nenyok
Bunda..Ku pernah radangkan hatimu hingga bulan menutup matanya karena jengah dan malu melihat manusia seperti aku manusia tak tahu malu.
Bunda..Ku pernah gejolakkan amarah jiwamu hingga matahari berpaling menjauhkan s…
Mampir silaturahmi dan met kenal…
[...] Mbak Nenyok [...]