Tentang “Tidak Tahu”

Ditanya apa tak tahu, ditanya kapan tak tahu, ditanya bagaimana tak tahu. Ditanya mengapa malah semakin tak tahu, jadi apa yang kamu tahu memangnya, untuk apa memegang amanah jika tak tahu apa yang akan dan telah dilakukan.

Kalau kalian yang semestinya tahu saja tak tahu, bagaimana dengan kita, apapun pertanyaan jika dijawab dengan tak tahu.

Baiklah baiknya kau ambil kesimpulan sendiri di otakmu yang pintar itu bahwa  “Satu satunya yang kau tahu adalah kau tak tahu apa-apa”  kalau begitu apa bedanya dengan aku si jelataJadi untuk apa kau duduk disitu, menghabiskan waktu, menguras tenagamu, usah rakyat berharap hanya membuat kebingungan menjadi bertambah-tambah.. So Weird..hah

Lidah tak bertulang banyak gunanya rupanya, tapi tahukah, orang berilmu pernah mengatakan padaku bahwa nanti pada waktunya ada saat  dimana  semua bagian tubuhmu punya hak mengatakan yang sebenarnya Tuan dan Nyonya (yang kursi kalian saja begitu terlihat berkilauan)  sungguh menyeramkan bukan?

Cukup sajalah, sudahi sajalah sandiwara tanpa alur,  tapi bagus!! mungkin karena itu aku jadi menyadari dan makin mengerti dunia yang kini hidup dengan aturan yang kita buat sendiri memang tak memberikan rasa aman, rasa terlinuingi dan saling percaya satu dengan lainnya tapi  menuju satu kata saja yaitu SEKARAT

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al Maidah :50)

Kutahu suatu saat akan ada sebuah era baru, Di mana saatnya kuberbalik dan menertawakan teorimu (Primadona By Sherina)

Note: *Merayakan kematian kapitalisme yang makin mendekat pasti”

 

 

 

Related posts:

  1. Tentang Cinta-Mu
  2. Kotak Pandora Raja

12 Responses to “ Tentang “Tidak Tahu” ”

  1. nenyok says:

    salam,
    Night All, ini postingan gara-gara nyimak saat Madam Gultom (Miranda Gultom) di wawancarai Pansus, sumpah aku keheranan amat sangat alias bengong, jadi keinget Arthalyta dulu, para perempuan “HEBAT” :D

  2. Hning says:

    Aku pernah dengar di mana, tentang guru yang baik “memfasilitasi jawaban”, bukannya memberikan jawaban pasti. Tugasnya guru menginspirasi, menggugah rasa ingin tahu.

    Bukannya mencekoki fakta. Bukan untuk tampil lebih pintar di mata orang lain. Apalagi merasa lebih tinggi dari sekedar jelata.

    • Nenyok says:

      Salam,
      Mungkin karena mereka bukan guru kali ya :)

      *Btw, ini hning yang di blognya Panjenengan Kyaine kah, owh i can say nothing but exciting, thanks for visiting here :)

  3. hedi says:

    saya suka bilang ” tidak tahu “, alasan nya ya emang nga tahu …

  4. ketidak tahuan yang dibuat2 sehingga menjadi benar2 tidak tahu lagi apa yg sebenarnya tak diketahui atau diketahui.
    semuanya menjadi makin abu2 yg nggak tahu kapan dan bagaimana bisa menjadi abu2.
    salam.

  5. kawanlama95 says:

    kita mengetahui yang tidak ketahui dan tidak mengetahui yang diketahui

  6. guskar says:

    kesaksiannya disumpah di atas kitab suci, dan “tidak tahu” jd jawaban yang paling aman.
    dalam pergaulan sehari2 pun mulut kita terbiasa untuk bilang tidak tahu, krn malas menggunakan waktu sedikit untuk berfikir. lama-lama, “tidak tahu = tahu?!”, jika mengucapkannya disertai dengan bahasa tubuh menaikkan pundak dan menelengkan kepala. tahu deh?!

  7. nh18 says:

    Beuh …
    Dalem bener ini …
    Ada kekesalan dan kegemasan yang kental didalamnya …

    Salam saya

  8. nakjaDimande says:

    aku pun menunggu waktu, saat tubuhku berhak mengatakan tahu atas semua..

  9. wi3nd says:

    jaweaban untuk men9amankan diri ney..

  10. H says:

    Tulisan yang krenyesss :D

    ada beberapa kosakata yang baru juga aku dengar.

  11. Abu Ghalib says:

    saya paling elergi dg jawaban tidak tahu, setidaknya jawablah “nanti kita akan cari tahu” biar terkesan ada usaha dan keinginan untuk membantu…nice article

    salam kenal

Leave a Reply