Nyanyian Untuk Keadilan

Mereka tidak suka dengan saya sehingga saya yakin dia tidak ada keadilan buat saya, tidak akan ada sesuatu yang fair yang bisa saya dapatkan.

Dalam posisi disudutkan sudah lumrah kata-kata begini ”saya sedang didzalimi”

Sekilas tidak ada yang keliru dengan kalimat diatas biasanya kalau kita sudah subjektif, rasio itu sudah tak dilibatkan dalam penilaian terhadap seseorang. Pertanyaannya adalah kenapa kalimat itu mesti diungkapkan dari seorang yang mestinya tak layak mengungkapkan, kenapa masalah yang mestinya dipandang profesional jadi dialihkan terkesan menyerang secara personal, karena tak suka lah, kerana dendam lah, mau mebunuh karakter saya lah, well dugaan itu bisa saja benar, tapi sepertinya sudah diluar konteks permasalahan yang sebenarnya, masalah pribadi tak perlu dibawa kemeja publik apalagi hanya menimbulkan polemik baru yang tidak penting serta wacana yang tidak jelas.

Nyimak berita politik ekonomi dan semacamnya dengan infotainmet sudah nyaris sama rasanya :D

Setiap kebijakan kan ada relnya ya, ibaratnya koridornya lah kalau berjalan diluar itu berarti namanya penyimpangan or skandal padahal jika cukup yakin dengan ungkapan “Berani karena benar takut karena salah” mestinya tidak harus merasa kebakaran jenggot, calm saja, hati boleh panas kepala tetap dingin, atau jangan-jangan ini state crime yang sangat terorganisasi, wallahu’alam.

Ah ya, siapa juga yang mau dikorbankan, mau jadi tumbal, mau dipersalahkan, dimana dalam sistem yang bekerja sekarang semua saling kait mengkait, tahu sama tahu dan kalau bisa harus tutup mulut semampunya, setiap “dosa” tak mungkin dilakukan sendirian, mungkin karena itu “sumpah” yang dalam term islam adalah garda terakhir yang harusnya tidak sembarangan diucapkan, sudah jadi makanan sehari-hari, kalau bahasa sundanamah sudah “campah” alias klo virus sudah resisten. Sumpah bak hiasan di bibir saja dari lidah tak bertulang, sumpah sudah tak bisa jadi tolok ukur benar dan tidak.

Menteri dalam UU adalah pembantu Kepala Pemerintahan a.k.a Presiden, logikanya jika pembantunya melakukan sesuatu terkena sesuatu, sudah selayaknya majikan ikut bertanggung jawab terlibat atau tidak, bukan hanya diam tanpa kata, tidak berusaha bersembunyi atau tak ingin disentuh, berani berbuat berani bertanggung jawab, susah senang jalani bersama, that’s the team worked  for :)

6.7 T bukan soal angka semata tapi potret moral manusia yang mungkin nihil niat baik dan rasa memiliki, cuma satu bank swasta jelas-jelas gagal di bela mati-matian dengan dana talangan agar tetap survive sedangkan balita yang kurang gizi, penderita filariasis, TKW yang dibantai di negeri orang, chikunguya, kebakaran, recovery bencana alam, pegangguran wah mumet amat ngelistnya, apakah jadi prioritas? tidak ngenes and prihatinkah? Ini semua realitas di depan mata..

Hukum dan keadilan itu milik siapa, lucu di kita ini, ambil kakao, semangka, timun, ayam, surel curhat, siapa yang bilang perbuatan mencuri itu benar, tapi untuk mereka hukum seperti sebuah tim reaksi cepat langsung mendapat hukuman seakan sebuah dosa besar dan hotel prodeo sudah kelaziman, yang memiriskan saat mereka berhadapan dengan hukum, meraka datang dengan tangan kosong tanpa ada perlindungan bahkan untuk sekedar memberi alasan atau membela diri, azas praduga tak bersalah sepertinya bukan milik para jelata. Sedangkan buat para borjuis, banyak ruang dan waktu untuk menyusun dalih terlebih dahulu, beralasan, membuat alibi bahkan kalau bisa membuat skenario yang meyakinkan agar terhindar dari cengkaraman keadilan.

Kiranya suara gemuruh rakyat, suara gemerincing koin akhirnya sedikit menciutkan, mungkin mereka malu, kalau malu, malulah pada Tuhan hingga tanpa suara gemuruh suara di seantero negeri tanpa gemerincing berkarung-karung koin keadilan bisa tetap terwujud bukan?

Masih inget kasus pembunuhan Munir, siapa dalangnya, siapa ??

Apa yang keliru? manusia, sistem. kebijakan, faktor globalisasi atau jangan-jangan semua keliru plus interaksi dari semua itu. Yang sering terjadi, problem solving di negeri ini urung tuntas tapi malah menimbulkan masalah baru yang more more complicated.

Kalau manusia-manusia yang mestinya terkategori dan qualified untuk jadi politisi bijak, negarawan ulung tapi ternyata salah masuk gerbong malah seringnya cengeng and lebay mending bikin blog aja deh, disini boleh kok curhat, narsis atau lebay sesukanya :D

Atau jangan-jangan lebih suka sama peti es ya, semua serba dibekukan, setelah jadi es masukin peti, dan meleleh didalam sana, hilang tanpa jejak selamanya..

Eh kali ini gw ga akan bilang ini indonesia banget tapi ini benar-benar pernah terjadi di indonesia…

Tapi keadilan itu akan tetap berbicara kawan!!

Related posts:

  1. Kotak Pandora Raja
  2. Ngintip Rapor Obama yu!!!

13 Responses to “ Nyanyian Untuk Keadilan ”

  1. nenyok says:

    Salam,
    Hidup itu melelahkan, dan kalau lebay bakal tambah melelahkan,jangan pada repot menggali kuburan sendiri, apa susahnya to be honest, so jangan lebay please, Sir, Madame :D Lebaylah pada tempatnya he..he..

  2. nakjaDimande says:

    Ney, peti es diperlukan agar minumannya tetap dingin, bukankah mereka seperti sumanto yang berkata: ‘apapun makanannya minumnya tetap darah rakyat’ :mrgreen:
    —————————
    Rupanya mereka pengikut Sumanto ya, baru tahu aku Bundcay :mrgreen: *syeremdotcom

  3. nh18 says:

    Yang jelas …
    Semakin banyak saya nonton siaran TV serupa itu … semakin bingung saya …
    Saya takut sekali dibohongi …
    Saya mencoba tidak melibatkan emosi saya … takut subjectif …
    dan memang benar kata ney … ini jadi mirip infotainment …
    (yang lebih seru adalah kata-kata dari Pengacaranya lho … )(hehehe)

    Yang jelas saya lebih suka nonton acara TV yang bejudul … “Hidup ini Indah ” … meski sedikit dibawakan dengan norak oleh hostnya …
    Tetapi … sungguh … banyak pelajaran dari insan-insan inspiratif disana … cerita perjuangan anak manusia dari …
    bukan siapa-siapa … menjadi … “siapa-siapa”

    Pernah nonton Ney ???
    cerita kuli yang berhasil menjadi pengusaha …
    cerita tukang jualan keliling yang sukses menjadi pengusaha restoran
    dan sebagainya …
    Perjuangan tanpa lelah … gigih …
    menginspirasi kita semua … (at least saya )

    Salam saya
    (beuh panjang juga komen saya …)

  4. Hari Mulya says:

    hmm.. kaLo saya maLes mikirin itu.. makin dipikirin makin pusing…

  5. Roy says:

    wah diriku juga sering mengamati itu tu……
    tapi setelah di amati kayaknya kita bener2 gak bisa mastiin mana ikan mana kucingnya….
    jadi…. tonton aja…ntar juga keliatan sendiri….
    hahaha

  6. guskar says:

    membaca artikel ini saya serasa menemukan kembali sahabat yang lama hilang ~noe~
    tp ini ~ney~ :)

    menyaksikan kekonyolan negeri ini, yang saban harinya berganti lakon dan pemainnya, saya yg cuma jd penonton sering kagum : wow.. sempurna sekali skenarionya, siapa harus berbuat bagaimana dan berkata apa, sdh tertata dengan rapinya.
    hidup di negeri drakula, barangkali masih akan dinikmati oleh cucu2 saya kelak

  7. Roy says:

    dateng lagi ah………
    e… ternyata masih sama… lom brubah/…. ntar lok ada artikl baru kabari ya… hahaha

  8. Nda says:

    ooohhh…drama keadilan…

  9. batavusqu says:

    Salam Takzim
    Mohon izin dan mohon maap,
    Selamat tahun baru 1431H
    Semoga banyak pahala yang disimpan
    Salam Takzim Batavusqu

  10. mba nenyok, tau gak, td aku sempet nyasar ke mars ujung kulon (alisa blog lama mba nen yg di WP hohihihi)…

    selamat taun baru hijriyah yah mba.. :)

    btw, mau ngajak utk ikutan tasyakuran blog dila di http://dhila13.wordpress.com/2009/12/17/tasbih-bukan-kontes-biasa-sticky/ yang beruntung nanti akan dapat sebuah novel sebagai bingkisan.. dateng yaa… :)

  11. ningrum says:

    ney, bahasa tingkat tinggi.. jarang nonton belakangan ini. ndak tau perkembangan :(
    ney bener banget, “apa susahnya to be honest”, kalo emang niat, kita bisa kok jadi orang jujur. dan jujur itu tidak memalukan. daripada kita bo’ong di dunia, trus ntar ketauan semuanya pas yaumil mahsyar nanti disana. udah ga bisa diperbaiki lagi tu kebohongan dan kesalahan (ckckckck… out of topic ga sih ney? jadi malu hehe)

  12. Ata says:


    cuman berharap semuanya menjadi baik..
    dan keadilan akan ditegakkan di tanah air ini
    ..

  13. wi3nd says:

    nda mu banyak komen..
    semo9a dan berharap amsih ada “keadilan ” itu..
    amien

Leave a Reply