Colibri dan Ilalang
Ya Rabbana ..
Sang Pengendali Siang dan Malam.
Sang Colibri !! sayapmu memang tak sebanding kepak jibril-Nya.
Sang Ilalang!! tumbuh tubuhmu menjulang langit kala hujan
lenyap bergelung akar menghujam lipatan tanah kala bumi gersang
Tapi dzikir kalian tak pernah henti, sebuah pertanda ketergantungan akan DIA.
Sang Maha Menghidupkan dan Mematikan Allah Ajja Wajalla
Tak hendak ku samai kisah para nabi, perjuangan para syuhada
karenaku hanya setitik buih dihamparan lautan
bahkan istana pasir megahku mudah terlupakan
saat riak ombak menyaputnya semaput tak berjejak
Dan aku bertanya tentang bantah menentang-Mu
Beralasan terlindas roda jaman, terkurung peradaban memuakkan
Aku jumawa merasa penuh daya padahal sembunyikan lemah jiwa.
Sebuah penanda, aku menghamba hina, terhempas lepas di jurang kegelisahan
Bahkan ku tak mampu menyamai colibri-Mu yang mampu bergerak konstan
Sedang imanku hanya merangkak naik turun tak beraturan
Bahkan ku tak mampu menyamai Ilalang-Mu yang ikhlas akan hujan dan gersang
Sedang amalku pamrih pujian menyilaukan
Kini kuingin kembali mencari jalan pulang meski tertatih merintih menggapai-Mu
dan Engkau malah yang berlari mendekatku penuh syahdu
Ya Rabbana…
Pencipta Langit dan Bumi
Aku bukan Colibri dan pun tak kuasa laksana ilalang
Tapi tolong izinkan agar ku tak enggan
Kepakan sayap patahku ku penuh arti, tumbuh fitrahku sepenuh makna
Aku di genggaman cinta-Mu,
Hanya satu harap, damai jiwa selamanya….Amien
–denting gerimis senja, 09 desember 2009-
Okay, Wish me luck!! Thanks a lot Buddies
No related posts.

Salam,
Sebenarnya gw memilih jadi rumput mengikut perkataan al Faruq: semoga tercurah Rahmat-Nya padamu ya Khalifah Umar dan aku kecipratan. Amin
Salam Takzim
Semoga Pemilik Semesta mendengarnya
Salam Takzim Batavusqu
—————-
Amien ya rabbal alamin, DIA Maha Mendengar, sangat pasti
kunjungan pagi hari dari dewan juri,
hmm.., colibri dan ilalang [sebaiknya juri menyimpan komentarnya]
kyaine segera terbitkan surat tugas untuk lastri supaya ke mars untuk belajar membuat puisi bersama cathleya dan zet.
**mdh2n rein diijinkan bundonya untuk menyertai lastri
***biarkan mereka merasakan nikmatnya duduk di punggung colibri yang mengepakkan sayapnya melesat ke planet mars
——————
Zet dan cathleya pipinya memerah karena malu, segala yang indah jika indah hanya milik Sang Pencipta Semesta. Mars terbuka, bercengkrma bersama pasti keni’matan silaturahmi tiada tara.
perubahan sudah di cek.. menurut bundo angka yang muncul diawalnya itu sudah pas, menandakan sang penulis menginginkan hari cepat berlalu..
————–
Trims Bun, ah ya entahlah semalam itu pikiranku terkunci di tanggal 12, dan baru menyadari pagi ini lalu kuubah karena ku tak yakin masih bisa memeluk 12 desember 2009, tapi Bunda benar aku ingin waktu segera berlalu
Salam Takzim
Sukse ya, semoga mendapatkan tali asih dari pakde Cholik
Salam Takzim Batavusqu
———-
Semoga Pakde Cholik membaca komentar Mas Zip he..he..
suka banget ma bait yg ini mba
Bahkan ku tak mampu menyamai colibri-Mu yang mampu bergerak konstan
Sedang imanku hanya merangkak naik turun tak beraturan
Bahkan ku tak mampu menyamai Ilalang-Mu yang ikhlas akan hujan dan gersang
Sedang amalku pamrih pujian menyilaukan
keren mba. jadi malu ketika teringat manusia yang diciptakan dengan sempurna, malah tak bisa menyamai mahlukNya yang lain, kolibri dan ilalang…
——————–
Ya karena kita manusia kali ya *alesandotcom*, anyway trims apresiasinya
manteb bgt puisi, mba Nenyok!
dua jempol dah!
d(^_^)b
mba nenyoookkk… udah lama nih dila gak mampir ke mars… sekarang baru bisa mampir,,, gak punya duit sih,,, hikz… apakabar mba?? moga menang yaaa puisinya… amiin hehe
Neny, lama aku tak mengunjungimu, ternyata kini engkau telah menghasilkan puisi yang mengagumkan. sukses selalu
virus pak de kita tercinta sudah sampai sini juga nih
Salam saya
yeeaachh **jempol wat ney ..:)
selalu cerdas den9an kalimatnya **ban99a
hahahaha……
dah pindah ya…
diriku punyanya alamat yang lama…….
untung dirumah lama ada alamat rumah baru ne… jadi bisa mampir deh….. ne diriku mau aktif lagi….. berusaha bagi waktu…. hahaha
hi… datang lagi… biar artikel barunya di komenin…weks… hahhaa
puisi yang indah… Bagus sekali, Mbak.
Ga nyesel mampir.. Sekarang mau tengok tengok ke dalam rumahnya.. boleh ya…
Membaca ini, terasa bahwa kita hanya debu …
lirik religius yang mencerahkan, mbak ney. kita memang bukan colibri atau ilalang. tapi atas kehendak-Nya, kita sesungguhnya bisa memainkan peran yang tak kalah bermartabat dalam menciptakan kedamaian hidup sebagai khalifah di muka bumi.
Salam Takzim
Selamat Sore menjelang Senja, mengunjungi agar tak terlupa wahai sahabat
Salam Takzim Batavusqu
juri mencatat ada perubahan theme disini, hehhhhehh.. mengintip gadis mars di malam minggu.
sepertinya saya ktinggalan berita
para blogger pada gencar menulis puisi
Salam Takzim
Mengunjungi sahabat sebagai peneman makan siang
Salam Takzim Batavusqu
wahai pujangga, juri PPC hendak bicara sejenak padamu
sampai detik ini sudah 4 puisi yang juri diskualifikasi karena sangat sulit bagi juri untuk menilainya karena kedekatan juri dgn penulisnya. Sejujurnya puisimu termasuk dalam kumpulan yang terbaik. juri mohon ijin, sudikah ney memberikan tempatmu untuk penulis puisi yang lain? juri tahu ney akan berlapang dada.. **walaupun ini tidak fair untukmu
Salam,
Bundcay sayang, its okay, never mind, sama sekali tak keberatan dan terimakasih untuk sanjungannya, in any case silaturrahmi and chemistry among us melebihi apapun mwaaaah