Ceracauku

SETIA  SEBENARNYA

Ayo naiklah ke rumah pohonku ini, duduklah disampingku sayang,

Memandang segitiga The Summer Triangle langit utara
Hey.. seperti terbaginya cintamu  dahulu..

Indah bukan?
Heh…bukan cintamu sayang..
Tapi bintang di  pikuk malam, kilauan  Deneb, Vega dan Altair itu.

Kau bertanya sayang.?
Apa arti jejak perihmu
yang enggan beranjak, masih saja lekat di bilik-bilik jantungku
Tahun lalu saat laraku tersembunyi dalam sunyi
Berjelaga peluk hening,

Ya ya ya…aku manusia terlalu  perempuan
ah rasanya sungguh sakit, teramat sangat, bak sembilu mengiris kalbu
Bak raja mati langkah di medan laga pertahanan sisilia

Kau tahu…dengan pasti
Kini dengarkanlah aku seksama..

Aku lebih menyukai bintang daripada bulan
kau bukan bintangku

Aku lebih menyukai proton dibanding elektron
kau bukan protonku

Aku lebih menyukai api dibanding air
kau bukan apiku

Aku lebih menyukai hitam dibanding putih
kau bukan hitamku

Aku menyukai pantai dibanding bukit
kau bukan pantaiku

Namun dia atas semua itu sayang!!
Kini ku terbuai sentuhan matahari

Dan kau tahu.
Kaulah matahari itu ..
Sedari dulu… kini dan esok..selamanya..

Tatap mataku, cahayamu berpendaran disana
Semestinya kau tahu, tanpa kubicara, banyak cinta untukmu.

Nyaris limit tak hingga..Itulah sebenarnya setia..

Jadi tersenyumlah

—– The Nightfall, December 1,  2009—-

Saat Cinta Kedua Menyapa

Pernah..bahkan sangat iya..
Renyah tawamu, ujar manjamu
Hempas suara hatiku ke dinding keraguan
Senyap tergeletak menyerah kalah
Melayangkan jiwa, angan tak berdaya
Dan sadari ku tlah berpaling, memutar haluan
menuju arah lain

Katakan ku harus bagaimana
Mengusir desir-desir rindu menyelubung kalbu

Tolong mentari..jangan tertawai aku
Jika rinduku tak kenal waktu
Kangenku yang tak tahu malu
Pesonanya laksana Aldebaran menyingkap langit kelam
Laksana hujan meluruh bumi kerontang
Laksana jatuhnya apel meluruh gravitasi
Tak mampu teriak berontak..
Luluh lantak, terdampar di sudut sayu matamu

Tolong hentikan itu kawan
Aku tak sanggup lagi
Kehendak ini tak kan jua kupertahankan
Asmara tanpa teryakinkan
Tak lebih dari gelora romansa tanpa kesan

Sudahi saja, lupakan semua kata
Karena kata hanya kata, bukan seperti hati
yang mampu bicara sesungguhnya
kembalilah pada kala bilamana cahaya memelukmu
Saat hening berbicara tentang kasih-Nya di hatimu.

Itulah cinta sebenar-benarnya..

(After dawn,  December 3, 2009)

HAIKU RINDU

Sound of my heart
The feeling of my blue love
Missing you so much

(hening senja, 3 desember 2009)

JANJI SUCI

Semesta bicara, satukan dua rasa dari naluri serupa
Penantian melepas dahaga raga
Mencoba saling mengerti antara dua kepala
Itulah cinta dengan pengertian yang tiada tara

Hingga
Tanpamu aku, tanpaku kamu
Berkeping

Bersama, sempurnalah hasrat terjerat
Ikatan suci tanpa cacat

Memulai perjalanan panjang eksistensi
Tanpa lelah mencari arti sejati
Menghimpun dua jiwa di bahtera kehidupan
Mencinta sepenuh alasan,

Ingatlah
Cinta, bukan cinta jika tanpa rasa
Cinta, bukan cinta jika memedihkan
Buatlah cintamu hakiki seperti cinta-Nya

(the nightfall, december 4, 2009)

Love each other or perish -WH Auden-

No related posts.

9 Responses to “ Ceracauku ”

  1. nenyok says:

    Salam,
    Duh ga PD buat diikutkan ke Parade Puisi Cintanya Pakde Chalik, apalagi dewan jurinya itu lho..bikin panas dingin :D (jangan jewer aku ya Bundo) bikin aku ciut semaput, keknya mesti cari inspirasi lagi yang pantas buat PPC. Doh…doh doh…

  2. wi3nd says:

    aih ney,9imana aku klu ney ajah nda pede.. :D

  3. batavusqu says:

    Salam Takzim
    Aku lebih menyukai api dibanding air
    kau bukan apiku

    Aku lebih menyukai hitam dibanding putih
    kau bukan hitamku

    Aku menyukai pantai dibanding bukit
    kau bukan pantaiku

    Sungguh indah
    Kenapa tidak diikutin pada acara PPC di mbah Kung
    Salam Takzim Batavusqu

  4. fanz says:

    semoga menang sist :)

  5. guskar says:

    ney, pd suatu ketika reinkhadija – putri bundo, membisikkan kalimat kurang lebih seperti ini : paklik bisa rekomendasikan blog nenyok.com ke teman2 (untuk urusan perpuisian).
    membaca puisi ney di atas memang terasa nikmatnya dan bisikan rein benar sekali.

  6. bocah ilang says:

    Bismillah…
    Teteh….,kangennnnn.kangennnnn,,kangennnnnn….
    buagusnyoo teh..katakatanya induahhhhhh ^^V
    Dan jika..salahkah aku memadamkan api dengan air mata bintang
    Hanya karena hatiku berjenis kelamin wanita..

    *ditimpuk teteh cuz koment ngawur..ehe ^^*

    Tetehhhhhhhhhh…, semangat berkarya yah teh…biarkan setiap kata tak bermakna kita sekalipun menjadi saksi kita kelak..SEMANGAD teteh ^^v

    *bayangin teteh bengong sekali laghi setelah baca koment tak nyambungku*

    ahahaha..*kabuuuuur >_<

  7. Hanster says:

    Salam kenal.. :)

  8. elmoudy says:

    Nyaris limit tak hingga..Itulah sebenarnya setia..

    bisa dirasakan… tapi sulit untu didefinisikan lebih
    bisa kurasakan persis dimana limit itu
    tapi karena limit itu pula..
    aku cukup sulit merasakan dan lebih merasakan limit itu
    semakin ingin kurasakan..
    limit itu semakin tak terkangkau.. hingga tak berhingga..
    lalu setia itu… cukup dijalani