A Mom Letter
Nak..!
Ibumu ini hanya seorang Ibu biasa saja, tak ada yang istimewa, tidak sekaya Siti Khadijah, tidak secantik Siti Fatimah, tidak secerdas Siti Aisyah, bahkan kalian sering complain dengan masakanku, ah seorang Ibu yang terlalu sederhana dimata kalian, aku ingat sekali kata-kata kalian yang lucu itu bahwa kalian menginginkan tiga hal dariku, yaitu aku tak boleh gendut, tak boleh tua dan tak boleh mati, dan kalian pun ingin terus jadi anak kecil agar bisa kupeluk-peluk terus, agar setiap berangkat tidur masing-masing kalian mendapat dua ciuman di pipi satu ciuman di kening dan satu ciuman kecil di bibir, satu pelukan erat dan tak lupa bisikan selamat malam, doa anak shalih di telinga kalian, dan aku tahu kalian akan tidur lelap hingga pagi. Sungguh kalian bak permata berkilau dan kau tahu nak, itu menghapus semua kesal saat tingkah kalian terasa mengjengkelkan dirasaku dan aku sering tidak sabar karenanya. Maaf!!
Nak..!!
Ada saat-saat aku tak bisa memenuhi keinginanmu, tak bisa memberikan sepenuh waktuku sesuai dengan kecukupanmu, kadang marah, gelisah, sedih, penuh keluh dan kesah dan sayangnya susah menutupinya dari kalian, hingga kalian tahu saat-saat aku mengalami itu, maaf sungguh maaf karena aku tahu itu sering menggundahkan hati kalian, tapi komohon jangan sekali-kali merasa tak diinginkan, karena sesungguhnya aku sangat mencintai kalian justru disaat-saat sulit, kalian lah salah satu hal yang bisa membuat aku tersenyum lagi bahkan tertawa, tegar menghadapi semuanya, dan kalian harus tahu kalian adalah harta paling berharga, titipan dan amanah Allah yang harus kujaga, kurawat sebaik-baiknya.
Nak..!!!
Ibumu ini papa harta, bahkan ilmuku juga tak seberapa, aku juga mungkin sangat ketinggalan jaman dalam banyak hal, but listen to me!!! I just wanna be a good Mom, hingga tak sampai terbersit dalam hatimu rasa sesal memiliki Ibu seperti aku, selalu kulantunkan di setiap doaku semoga kalian mampu menjadi muslim yang taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala gerak-gerik, mampu menjadi pribadi tangguh, mempunyai skill yang mumpuni sesuai dengan profesi halal yang kalian akan pilih kelak, mampu berikan manfaat untuk makhluk lainnya, sabar, ikhlas, tawakal menerima segala ketentuan Allah dalam hidup kalian, menjadi al faruq (pembeda) antara haq dan yang bathil seperti Sahabat Rasul (semoga Alloh merahmatinya) Umar Al Faruq.
Nak..!!
Apakah keinginan Ibumu sulit bagimu, atau terlalu muluk-muluk kah, aku hanya tak ingin kita saling silang sengketa saat perjumpaan dengan Allah tiba dan kalian mengatakan pada-Nya bahwa aku adalah Ibu yang lalai meski aku tahu bahkan anak seorang Nabipun bisa durhaka, kalian masih inget ceritaku tentang putranya Nabi Nuh, dan itu bukan salah Sang Ayah bukan?–Ya Allah!!! jauhkan sifat demikian bagi kalian– agar suatu kelak, saat Allah meminta pertanggung jawaban atas amanah-Nya atas titipan-Nya padaku, aku menemui-Nya dengan lapang dada dan mengatakan bahwa aku telah berusaha semampuku, menjaga kalian agar tetap ada di jalan-Mu.
Ingatlah Firman Allah tentang nasihat Lukman kepada anak-anaknya..
“Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh, Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri (QS Lukman:18)
Nak!!!
Hidup di dunia adalah awal perjalanan bagi kehidupan abadi kelak, semuanya fana karena semua bermuara pada satu pintu yaitu kematian yang akan menjadi awal kehidupan yang sesungguhnya. Namun bukan berarti kau tak boleh bermimpi atau bahkan lemah dan tak punya mimpi, justru rendalah mimpimu di dunia ini setinggi langit tapi ingat semuanya harus tetap teguh di jalan-Nya karena apa yang akan kalian lakukan sekarang akan ada sebuah “harga” yang akan kalian bayar kelak, pun tak luput buatku.
“(Lukman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan), Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti (QS Lukman, 16)
Nak..!
Aku tahu, ada yang lebih mencintai kalian selain aku yaitu Allah, kasih sayang-Nya melebihi kasih sayang seorang Ibu terhadap anak-anaknya dan aku ingin mencintai kalian karena DIA, DIA yang tak pernah tidur, hanya kepada DIA kuserahkan seluruh perlindungan atas kalian..
Sungguh, aku mencintai kalian, sangat mencintai kalian, you are the best things in my lifes, the worth things in my whole life, plis forgive all my mistakes: teriak amarahku ekspresi kesalku, saat aku bilang tidak karena kelelahan, saat kukatakan capek ketika kalian mengajaku bermain, saat kuminta kalian untuk belajar, saat ku berkata keras meminta kalian untuk shalat, segala kekurangan dan kelebihanku semoga kalian memakluminya, aku hanya menginginkan yang terbaik untuk dunia dan akhirat kalian, tak jua kuharap setitik balasanpun, demi DIA yang mengenggam nafas kita semoga Allah selalu mencurahkan Rahmat-Nya di sepanjang hidup kalian.
Nak..!!
Bekerjalah seolah kalian akan hidup selamanya, dan beribadahlah seolah kalian akan mati besok.
“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian termasuk perkara yang penting (QS Lukman : 17)
Jauhi satu kata saja, Hopeles, dan ikuti satu kata saja Istiqomah di jalan-Nya…Rabbi Habli Minass Sholihin.. Amin Ya Rabbal Alamin, ya Rabb kabulkan doa kami…
Nak..!!!
Tolong camkan goresanku ini, lekatkan di kalbumu yang paling dalam hingga mendarah daging dalam hidupmu hingga jika aku telah tiada, kalian tetap mengingatku dengan cinta yang tak pernah padam bak cahaya abadi di dalam hatimu dengan namaku yang selalu kau sebut dalam doamu.
I love you kids..I do love you..and you know kids? in my eyes you always my babies my cutes babies ever lasting
Note:
Dedicated for Muslims Children in the whole world, especially Han and Joe..
Related posts:

Salam,
Happy Mothers day ya buat semua, tetap semangat
Surat itu untukku juga.. karena selalu ada kanak-kanak dalam tubuh dewasa ini, yang menunggu peluk cium ibunda.
aku tak lagi ingin memuji penulis surat ini karena dia pasti sudah jengah
aku hanya ingin berucap: Subhanallah.. Maha suci Allah yang telah mengalirkan nada jernih ini kepadamu, ney
————-
Terimakasih Bundo tak memujiku lagi tapi kalau boleh meminta alihkan saja dengan sebuah doa ya Bun, agar aku baik-baik selalu. Amin.
Selamat hari Ibu dan aku akan tetap menyayangimu Bundcay semoga Allah memberikan kebaikan kepada ikatan kita ini. Amin
seLamat hari ibu ney.. Love you…
**salam sayan9 untuk hans dan joe..dari aunty wi3nd
dulu ketika kuliah saya masih sering surat2n dng ibu. surat dititipkan ke teman yg kebetulan pulang kampung. isi surat saya melulu mengeluh, klo uang saku menipis atau habis, minta kiriman uang. tidak pernah dalam surat saya tanyakan kabar ibu.
di dalam surat balasannya, sll ada doa yg diselipkan untuk saya.
smile^^
ka salam kenal dari bri…
met hari ibu buat ibu ibu^^
apa eaah yg harus aku kasih untuk ibu?
sampai cekaraaangg blom bisa^^…
cuma prestasi2an aja yang bisa
sayang ibu selalu sayang ma selalu
sayang bibi juga^^
Teteh, selamat hari ibu..
semoga bisa jadi ibu terbaik di dunia
speechless deh klo baca yang beginian mba..
nice post
kok gak masuk komeng saya tadi?
Selamat Hari Ibu, Ney.
Dlm diri bunda juga kadang masih ada rasa kekanakan itu, ingin didekap oleh ibunda tersayang.
Jadi, kalau bunda ke bogor utk menemui ibu, salah satu hal yg selalu dilakukan adalah minta disuapi………
Ibu adalah pelita didlm kegelapan .
salam.
Salam,
Hallo Mamma Bunda, sama-sama selamat hari Ibu juga ya, terimakasih sudah mampir kemari, sungguh senang rasanya. salam kenal dan tetap semangat!!!