Kotak Pandora Raja
Duh Masya Allah, semua terasa makin pelik kalau Pakde Romo bilang layaknya benang kusut masai. sungguh tak mengerti bagaimana menbedakan yang bohong atau tidak, yang nyata tak dipercaya sementara kebohongan tampak berbaju kejujuran karena semua kata semua ucap saling berangkaian satu sama lain. namun anehnya kebohongan yang sudah terucapkan terkesan dapat diselamatkan hanya dengan satu istilah yaitu “alat bukti”, tengok saja yang tadinya mengatakan A kemudian jadi B yang tadinya mengatakan B kemudian menjadi A tak serta merta dipercaya bukan?
Hati mereka yang tahu yang kebenarannya..
Semua terfokus kesana hingga lupa di pelosok-pelosok masih banyak balita yang kurang gizi, masih ada rakyat yang makan nasi aking atau masih ada penduduk yang harus mencari air bermil-mil jauhnya hanya untuk bisa minum. bahkan bencana yang masih terasa kegetirannya jika diibaratkan sakit entah kapan sembuh, Nyaris terlupakan atau pura-pura tak melihat, yang bertanggung jawab yang lebih punya kehendak dan kuasa untuk rakyat malah terlibat pertarungan sengit yang mementingkan egoismenya sendiri malah seperti terjebak pada persoalan kalah menang, bukannya salah atau benar.
Hingga definisi soal apa yang disebut “kepentingan umum” dan siapa yang berhak menentukan ini kepentingan umum atau bukan? dan tentang apa dan siapa yang disebut “masyarakat luas” pun masih dipertanyakan.
Dalih..ya..mungkin hari ini orang yang memang yang dianggap pandai adalah orang yang pintar berdalih, memutarbalikan fakta, menggemuruhkan kebohongan dimana-mana yang justru hal itu semakin menunjukan bagaimana kualitasnya di mata masyarakat. Semakin berdalih semakin tampak kebohongan melingkupinya.
Ya..rakyat kecil, masyarakat yang tak mengerti persis apa yang terjadi mungkin saja gampang dipengaruhi, diombang-ambing opini bahkan dibuatkan rekayasa untuk dipojokkan, tapi sekali lagi Tuhantak tidur, melihat semua tingkah polah makhluknya bahkan jika hanya sekedar bisikan hati.
Jujur saja, lama-lama muak dengan semua ini, atau lama-lama bisa menimbulkan sikap masa bodoh lah, toh tanpa ada kalian juga rakyat masih bisa hidup, tak berpengaruh sama sekali keberadaan kalian itu, kita masih bisa makan, minum, dan mempersiapkan diri untuk hidup yang lebih abadi kelak, dengan peradilan yang seadil-adilnya, tanpa ada celah sedikitpun untuk menutupi kebenaran.
Kaum proletar dan marjinal seperti kami, sudah lelah, gamang melihat hingar bingar istana, Silahkan kalian bertarung di panggung yang kalian ciptakan sendiri, sementara itu, Sang Raja hanya duduk diam, lebih asyik menciptakan labirin-labirin baru yang membuat anak-anaknya makin tersesat jauh tanpa ketegasan yang nyata..
Bukankah mudah saja, Sang Raja hanya perlu bersabda setelah sebelumnya melihat dengan pandangan yang arif bijaksana, bukannya membiarkan putra-putraya bertarung sedemikina rupa hanya demi kalah menang, hanya demi menunjukkan siapa yang kuat dan lemah, suara rakyat hanya gaung yang dianggap akan lenyap dengan sendirinya.
Sungguh kita tak peduli soal kalah menang, kita peduli dengan mana yang benar dan salah, kalaupun di dunia ini tak ada hukuman yang mampu memberikan kata adil, tak usahlah cemas, pupuklah faham sabar dan tawakal karena Tuhan lebih tahu porsi yang tepat bagi setiap makhluk-makluk-Nya.
Di dunia ini, keadilan boleh jadi adalah sesuatu yang nisbi dimana hukum Tuhan, hati nurani sudah tak jadi hirau, jauh tersimpan dan terkubur dalam-dalam di kotak pandora.
Jangan percaya kata-kata Nietsczhe yang ini ‘Kita butuh kebohongan untuk menaklukkan realita” atau yang ini ”Dengan bantuan bohong seseorang dapat lebih percaya pada kehidupan.”
Thats Bullshit honey!!!!
Jujur adalah jujur sebagaimana bohong adalah bohong seperti air dan minyak tak ada ruang untuk bersenyawa.
Deal!!!!
No related posts.

Salam,
Dalam tatanegara ada istilah “Consentration of power and responsibility upon the president” so, well kita tunggu apa yang akan disampaikan RI-1 hari senin mendatang.
*posisi menunggu*
sekarang posisi ney gimana..? *tak sanggup membayangkannya
kotak pandora..? seperti sejarah dalam kisahnya Narsisus..
dunia ini sepertinya hanya milik orang2 tertentu ya.. dan mereka bukan orang2 baik. apa yg terjadi seolah ada scriptnya dan script itu dibuat sama orang yg lebih berkuasa lagi..
salam kenal yah!
trims ney,
kekusutan telah terjadi dalam otak dan pikiran kita,
kusut krn pengaruh berbagai kejadian,
kusut krn berbagai silang pendapat yg mempengaruhi akal sehat,
kusut krn kesehatan raga dan jiwa yg terpolusi,
kusut krn tak tahu lagi mana kewajiban yg hrs diselesaikan lebih dulu,
semoga kita semua di sini tak kusut untuk berbagi empati, krn empati tak pernah mendatangkan kekusutan
salam
hmm… setuju sama artikelnya mba nen. semakin lama aku semakin linglung di dunia ini… seperti kotak pandora. haha….
btw, mba, aku ada award buat mba nen… ambil di http://dhila13.wordpress.com/2009/11/23/blogger-award-community/ yaaa.
dan hasilnya ney.. ?!?
san9ad tidak memuaskan,ada apa ini
jadi muak den9an..,hin99a akhirnya tak mau la9i melihatnya,ato menden9ar titahnya..
semua itu demi kelezatan dunia Ney, caranya dengan melakukan kebohongan yg ditutupi dengan kebohongan yang lain, begitu seterusnya
setuju ney, jujur dan bohong saling bertolak belakang.
realita tidak membutuhkan kebohongan, dan untuk mempercayai segala sesuatu tentang kehidupan kita hanya perlu percaya pada Sang Pencipta kehidupan itu sendiri.
salam hangat ^_^