Gifts, Me and Friends
Assalamua’alaikum semua,
Well, first.. I want say thank you so much to Bundo Rahmi yang udah kasih gift yang paling menyenangkan….Buku Tuesdays With Morrie-nya sudah aku terima dengan baik, meskipun kantor pos disini agak aneh, karena aku di telpon oleh Pak Pos untuk mengambil paketnya sendiri –-tentu aku bertanya, apakah tugas shipping di layanan pengiriman milik pemerintah ini sudah di ditiadakan– tapi kebetulan ada seorang teman kesana dan aku minta tolong diambilkan meski akhirnya menunggu sehari semalam karena baru keesokan harinya aku menerima buku itu tepatnya hari Jum’at tanggal 20 November 2009 pukul 11;30 siang, –ah ya itulah gunanya berteman bukan–
Menurutku : “Suatu hubungan persahabatan sudah dikatakakan dekat jika sudah tak sungkan meminta bantuan” Thanks ya Miss Ell….
Oh ya mungkin agak terlambat untuk mengucapkan terimakasih karena pertama akhir-akhir ini emailku selalu saja bermasalah saat memulai untuk menulis surat, akhirnya kuputuskan untuk melakukannya dengan membuat tulisan ini. Aku agak malu karena kukira ini tak akan cukup mewakili dan menggambarkan betapa besarnya penghargaanku terhadap Bundo Rahmi *Bundo, maaf, tolong izinkan aku menyebut namamu di bagian itu, aku suka melafalkannya,
R -A- H -M -I; terdengar lembut sekali*
Sangat percaya keterlambatanku mengucapkan terimakasih terutama sih pentingnya konfirmasi buku ini sampai atau tidak bagi Bundo adalah hal yang wajar –Bundo pasti tak menghendaki kirimannya datang pada alamat dan manusia yang tak jelas rimbanya; sebenarnya memang begitu, karena aku masih saja bersikukuh dengan nickname nenyok-ku meski alamatnya juga agak samar tapi itu juga bukan tanpa alasan, hidupku yang nomad tentu bisa membuat tempat tinggalku berubah-ubah suatu saat– semoga, tak jadi soal buat bundo kan?
Tapi keterlambatan responku —yang jika diukur berdasar waktu masuk terkategori unresponsive— tak mencerminkan besar kecilnya antusiasme, justru sebaliknya, Ah Bundo, jika dirimu dekat, mungkin aku sudah memelukmu, mencium pipimu tak bisa lagi berkata-kata betapa seorang wanita “being alone” seperti aku masih ada yang memperhatikan dengan cara seperti ini.
“Kukira di abad ini, di generasiku sekarang hubungan seperti ini nyaris tak ada bedanya dengan hubungan dekat dalam dunia nyata, jarak dan waktu tak jadi penghalang, karena ketulusan perasaan lewat ujaran akan mempunyai ruh dan makna mendalam yang dirasakan oleh lawan bicaranya” Kukira begitu..tapi paling tidak itu yang kurasakan..
Tiba-tiba ada interupsi dari Kyaine
“Hey, hallo Ney I am still here, maksudku telingaku masih bekerja dengan baik, hmm maksudku aku bisa mencerna dan membaca kalimat-kalimat itu dengan baik.”
“Hehe.. sorry Mas Gus, I didn’t meant it, maksudku semua gift dari sahabat selalu kurasakan sebagai suatu pemberian “paling menyenangkan” apapun itu, bagaimanapun itu, karena nilai terbesarnya bukan terletak pada “benda” nya tapi pada efek senang, pada rasa yang mengiringinya, apalagi kalau bukan silaturrahim yang hangat yang semoga –aku selalu berdoa untuk ini– akan menjadi kebaikan kelak, ya aku belum dapat dan mungkin saja tak bisa membalasnya dengan hal serupa, tapi bukankah Allah sebaik-baik pembalas jadi aku tentu aku tak perlu cemas dengan hutang budi yang tak mampu kubayar”
Jadi kata “paling menyenangkan” yang kugunakan untuk setiap sahabat sama sekali tidak berhubungan dengan soal skala …
Apalagi, bagaimana tidak?
Hmm dua buku sekaligus yaitu Chicken Soup For the Soul dan Bagaimana Menjadi Blogger Bayaran, padahal aku hanya memenangkan judul terakhir di acara kendurinya Mas Gus itu, jadi selebihnya?
Dan buatku selebihnya adalah kebingungan mencari kata-kata yang paling tepat untuk mewakili perasaan “paling menyenangkan” ku itu, Tuan, Nyonya!!!
Dan inilah caraku..saat ini.. ya saat ini.. paling tidak..
Komunitas Kyaine and Bundo and friends memang begitu hangat melebihi perasaan hangat saat merasakan rindu karena “cinta eros yang dihujamkan malaikat cupid” ya meski perlu beberapa jeda bagiku untuk beradaptasi tapi akhirnya tanpa aku sadari aku sudah ada didalamnya dengan kehangatan melebihi geyser Yellowstone National Park Amerika plus keakraban yang mengalir melebihi derasnya arus air terjun niagara, menghanyutkan dan mengikat, ingat mengikat!!! tapi ikatannya bukan seperti belenggu justru ikatan itu yang membuat hariku bisa lebih berwarna dan sadar bahwa dalam hidup memang kita tak bisa benar-benar sendirian..
“Meski aku suka dengan sunyi tapi tanpa terhubung dengan manusia lainnya justru itulah sunyi yang sebenar-benarnya, dan kiranya aku bisa mati kesepian karenanya”
Jika aku sebutkan satu persatu sahabat narablog yang membuat aku merasa terikat dengan kesan mendalam yang bisa kuraba dari tulisannnya dan kedekatannya selama ini, tentu akan membuat kalian penat membacanya, dan kukira meski kemudian ada saat-saat kontak itu tak seintens biasanya baik dari aku maupun mereka –karena satu dan lain hal– itu tak membuat kecil hati, karena kuyakin itu bukan berarti saling melupakan dan akan banyak permakluman jika tak bisa berkunjung seperti biasanya so satu-satunya penghubung adalah sepotong doa agar mereka dalam keadaan baik-baik saja. Amin
Ah ya, Tuesdays with Morrie kubaca lebih dari sehari, baru semalam sebelum berangkat tidur kuselesaikan, sungguh aku terkesan, ah kalian tahu akhir-akhir ini aku lebih sering menyimak berita-berita politik atau ekonomi walaupun sekilas, hanya untuk merasa tidak ketinggalan berita mungkin, atau paling mencoba membuat semacam analisa kecil-kecilan yang aku obrolkan dengan temanku di dunia nyata namun aku belum dapat membaginya buat kalian, terlalu malu untuk merasa diri seperti seorang pemikir atau merasa bisa beropini dengan benar, karena memang bukan, lebih tepatnya aku adalah pengkhayal dan pengeluh atau peramal?, tentu sama sekali salah untuk kosakata yang terakhir itu he..he..
Oh iya, menurutku melalui media buku-buku yang inspiring semacam ini –buku yang tidak mengenal kata kadaluarsa– kita bisa melakukan kontemplasi dan refleksi diri meskipun kenyataannya aku seringkali gagal di saat-saat awal (bahkan sampai akhir hingga perlu berulang-ulang), melewati proses yang tidak mudah jadi aku sering mengulangi membacanya terutama di bagian-bagian yang aku sukai, sekedar memahamkan kembali atau mengingatkan diri sendiri apa yang baik yang bisa ku ambil pelajarannya dari buku itu..
Baiklah nanti kuceritakan bagaimana kesanku tentang buku itu, bagian yang paling menarik —maksudku paling menampar dan menyindirku— tentu ini mungkin terlihat tidak penting bagi orang lain tapi setidaknya beri kesempatan aku untuk sekedar memberi komentar dan aku memberi kalian kesempatan untuk membaca pikiranku sedikit pula..
Hahaha.. tahu tidak, aku merasa tulisan dengan gaya begini jelas-jelas menampakkan jika aku terinfluence dengan buku yang baru saja aku baca padahal besok atau lusa..entah kapan, mungkin aku akan membaca (lagi) kisah Sherlock Holmes dan ikut-ikutan membuat cerita detektif, meski hasilnya pasti tak bagus bagi amatiran sepertiku..
Tapi percayalah, aku bukan bunglon..katakan saja, manusia yang sangat suka menceracau dan tak puas rasanya jika ceracauanku tak kuperlihatkan pada dunia…
Lagi postingan panjang, kuharap kau menarik nafas terlebih dahulu teman!!!!
Baiklah!!
*Peluk hangat buat Bundo, dan salam takzim untuk Panjenengan Kyaine
Semangaaaaatttttt dan selamat pagi untuk semua, semoga hari ini menjadi milik kita. Amien.
Related posts:

Salam,
Mungkin ada yang bertanya, kenapa aku jarang sekali menampilkan gambar, bahkan untuk sesuatu yang penting, paling tidak gambar dari cover buku seperti biasa yang dilakukan bloger lain?
*haruskanh aku menjelaskan ttg ini?
Amien…
pa9i ney..
nda harus dijelaskan kok ney,adalah hak ney untuk tidak menampilkan 9ambar,ato apapun itu,tapi tulisan ini suda mewakili bahkan lebih dari 9ambar itu sendiri *nice post ney
thema tulisan kita sama yah ney,tentan9 @ 9ifts
dan sama la9i alamat y9 aku kasih ke bunda ju9a alamat pinjeman hehe *sesama nomaden
yan9 pasti bi9 much for bundo,for everythin9….** peluk bundo,bundoo kan9een..*lah kok disini komen9na
hve @ nice daY yah ney,seman9aaaddd!!
kalau kesunyian ada… itu mungkin hanya waktu jeda
tuk menghela nafas dan berhenti sejenak..
tuk selanjuutnya berlari kembali..
bersama sahabat2 di dunia ini..
Salam Oudy,
Kukira aku setuju dengan kata-katamu
”Sahabat sejati adalah sunyi (Nenyok, 2009)”
Buku, sebuah cinderamata yang paling bergengsi untuk orang-orang yang spesial, menurut saya. Indahnya berhari selasa bersamamu Ney.
memang buku sesuatu yang sangat spesial, terutama untuk para penggemarnya. hahaha… mas guskar, kok aku gak bisa komen gimana nieh>>>>???
This is another form of The Beauty Of Blogging …
(selain Kopdar)
Silaturahmi Indah para Nara Blog
Salam saya Nen
Wise words this week, Friends
Find a way to comfort you
Remembers your goodness
Inspire you
Encourage you
Never forget you
Double love for you
Smile for you
That’s what a friends do…
Dont forget to comment in my blog
Encontrar una forma de comodidad que
Recuerda tu bondad
Inspirarte
Animo
Nunca olvidaré
Doble amor por ti
Sonrisa para ti
Eso es lo que hacen los amigos …
Salam,
Faleminderit për komentet tuaja po, fjalët aq i mençur
dhe e bëri të sigurt unë do të vizitojë shtëpinë tuaj virtuale
jangan di hapus komentar spamnya ya ^_^
Salam Takzim
Habis lihat-lihat mao
ngucapin
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430H
Semoga pengorbanannya keterima
Amin
Salam Takzim Batavusqu
Bundo Rahmi titip peluk untukmu ney.. beliau bilang bahwa Gadis Mars jauh lebih lembut daripada dia
wah, mba nen, disuruh ngambil paketnya sendiri ke pak pos? hehehe… wah, pasti lagi kerepotan tuh pak posnya..
btw, kurban gak tahun ini mba Nen? di Mars gmn antusias penduduk dlm menyambut idul adha tahun ini?
cuma meninggalkan jejak.. boleh kan..
Tulisannya membuat mata berkaca-kaca
tersentuh dan sahdu nya…
datang malam senyap sehabis hujan
rasanya nikmat kalo ada yang hangat hangat di sini
salam hangat ya Nee…
salam, mbak ney. ceritamu selalu bikin saya selalu kangen, hehe … gimana kabarnya? semoga sehat selalu. awas, jangan suka menyendiri, ya, keke …
Salam Pakde sawali,
he..he..
Hihi iya nie, apalagi klo sambil baca Kumcernya “Perempuan Bergaun Putih” deuh tambah mencekam tuh Pakde
widih, jadi tersandung, eh, tersanjung, hehe ….
Rasa cinta pasti ada
Pada makhluk yang bernyawa
Sejak dulu hinggi kini
Tetap suci dan abadi
Tak kan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
(Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)
——–
Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta
Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.
Salam hangat dari Surabaya
Salam,
Waduh, wajahku memerah karena ingin malu dikunjungi “sesepuh” padahal mestinya Ney yang menyambangi Panjenengan Pakde Cholik, Duh thanks infornya, oh ya aku bisa nyanyiin tuh lagu Pakde secara itu lagu kesukaan Abah and Ambu juga di kampung tapi lupa juga sopo singernya, sekali lagi trims, dengan penuh cinta aku ikut nimbrung di acaranya Pakde ya