Tentang Cinta-Mu
Aakhhhhhhh…!!!!
Lihat aku sekarang tak ada kata yang lebih tepat untuk mewakilinya kecuali sebutan tragis, ya..beberapa jam yang lalu rumah megahku masih berdiri kokoh, rumah dua tingkat dengan konsep minimalis yang mempunyai backyard yang luas, pagar di depan rumah yang indah dan mulai dirambati tanaman hidup, rumah yang aku sangat suka dan aku impikan sejak lama, ada kantor kecil tempat aku bersunyi-sunyi saat berselancar di dunia maya, ada studio kecil berisi piano dan meski tak ahli aku suka menyempatkan sekedar memainkan lagu romantis kesukaanku, ada juga dapur mungil dan kulkas dua pintu ya, aku suka sekali menumpuk makanan, bukan karena aku suka ngemil tapi sudah rutin seminggu sekali aku mengundang anak yatim untuk mengaji di rumahku dan tentu saja makanan adalah keharusan tak terelakan..Lihat betapa bahagianya hidupku, bisnisku yang lumayan meski status singleku yang selalu menjadi bahan pertanyaan setiap ketemu teman atau handai taulan..ah itu tak penting lagi kini.
Ya kini hanya ada cerita kini. Cerita duka tentang sebuah sirna, semua kebanggaanku, harapanku seolah ludes termakan murkanya bumi yang menelan dan merubuhkan semua yang ada diatasnya dengan penuh kemenangan seolah mengejek manusia “Hai lihatlah bagaimana dirimu sekarang” dan kalian tahu?, rumahku adalah korban kesekian, rata dan hancur dengan tanah, tapi entah kenapa aku tak bisa menangis, atau mungkin sudah lupa cara menangis, kejadian yang sungguh tak terduga di siang menjelang sore tiba-tiba getaran bumi yang hebat menyapa dan bisakah kalian tebak, tentu saja reaksi semua orang hampir sama, takut dan berusaha menyelamatkan diri secara spontan yang kita bisa namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, tetangga sebelahku anaknya meninggal tertimpa reruntuhan, dan aku disini dengan penuh kegalauan, berusaha bersyukur akan jiwa yang masih diselamatkan.
Nyatanya begitu mudah Rabbku mengambil semuanya, sekejap kedipan mata pada saat yang tak terduga, dunia yang biasanya jadi kebanggaan bahkan seakan penentu status sosial, segala macam gemerlap harta, ludes ditelan puing-puing reruntuhan. Rabb rupanya Engkau masih ingatkan kami, sungguh, manusia tak berdaya berhadapan dengan kuasa-Mu. Engkau masih sudi sayangi kami dengan cara seperti ini, Kau yang memberi uji, Engkau jualah yang mampu membuat semuanya baik kembali.
Barak-barak pengungsian sudah penuh aku menempati tenda di ujung masih bercengkerama dengan hening disini, ditenda sebelah terdengar isak tangis, rintihan seorang Pak Tua yang meratap kehilangan anaknya, aku masih tak mengerti mau bagaimana, sementara ini yang jelas perutku keroncongan karena belum diisi sejak semalam pindah ke pengungsian, entah kapan bantuan akan datang tapi baiklah!!! hidup mesti terus berjalan waktu tak bisa menunggu, harapan masih ada, aku hanya perlu lakukan yang aku bisa. Tiba-tiba semangat hidupku kembali menyala.
Ya..ya..ya..jika sudah begitu mestinya tak ada alasan untuk sombong, dan manusia memang tak punya cukup alasan untuk melakukannya. Harta, tahta, kepintaran, kedudukan dan aksesoris dunia lainya bukan sesuatu yang layak disombongkan, semua itu hanya titipan semata, amanah dari Rabb semesta alam, apakah kita mampu menggunakannya dengan baik atau tidak.. kini, Dia mengambil kembali apa-apa yang Dia titipkan kepada kita, lalu memangnya kita bisa apa, kita hanya perlu ikhlas, pasrah dan tawakal adanya.
Betul kata pepatah, dunia mestinya di taruh di tangan jangan di hati, dimana kehilangannya tak mesti merasa hampa, dan sesuatu yang kini kita anggap bencana, membuat luka dan derita siapa tahu itu wujud kasih sayang-Nya yang tak terkira.
Tiba..tiba.. seseorang memanggilku dengan suara sangat keras “Zeeeeet!!!!!!!!!!!!, gendang telingaku terasa ingin pecah. bumi kembali bergetar aku sungguh takut, tanah tempatku berpijak tiba-tiba terbelah dan aku ada di pinggir patahan itu, keseimbanganku hilang…aku..aku..pasti terjatuh “ Aaaaaa….”
“Gubrak..….., aduh.. kepalaku agak berdenyut saat kubuka mata.. ..dan Oh Tuhan, sahabatku Cathleya berdiri di depanku, kucubit diriku, Aw!! sakit , kali ini bukan mimpi rupanya.
“ Mimpi apa Zet hingga jatuh begitu..aku baru saja datang melihat kamarmu yang seperti kapalku Chalif saat sedang perbaikan, layar yang masih online dgn semua jendelanya tentang berita gempa di bumi tanah kelahiranmu, dan buku-buku itu berserakan dimana-mana, Ah Zet kau tidak berubah ya, masih suka berantakan seperti biasanya”
“ Oh Cathy..aku tak bermimpi, kau kesini tanpa memberitahuku terlebih dahulu, ini kejutan menyenangkan di tengah duka yang kurasakan”
“Well, itulah gunanya sahabat, ingin meyakinkan jika dirimu baik-baik saja Zet”
*Zet and Cathy berpelukan*
-tamat-
Related posts:

alhasil, diriku nampang petromax di sini
bundo ga menyangka gempa 2 hari lalu itu ternyata menyebabkan cukup banyak kerusakan dan korban.. sekarang kita sudah harus bersahabat dengan gempa dan selalu siap menghadapinya. selalu yakin semuanya akan baik” saja seperti zet dan cathy..
Di tengah kerumunan orang-orang yang menyelamatkan diri dari gempa kemarin, terdengar suara lirih seorang teman “ya Allah kalaupun gedung itu runtuh, tolong Engkau sempatkan untuk menyelamatkan laptopku”
dan ternyata gempa kemarin sungguh dahsyat, sampai2 presiden pindah kantor ke istana cipanas untuk sementara.. untuk memudahkan koordinasi penyelamatan korban.
**apakah bupati dan gubernur kurang cakap menyambut sapaan lembut-NYA?
ney…
selamatkan komengku td dari satpam-mu…hiks!!
manusia berencana, tuhan menentukan.
secara nalar tidak adil, ya.
bagaimana mungkin dia yang tidak ikut berencana dan berusaha tahu-tahu datang sebagai penentu keputusan.
namun jika segala sesuatu harus ada hubungan sebab akibat yang dirangkai dengan nalar, keindahan akan surprise ending sudah tidak akan berlaku lagi, dan manusia akan menjadi robot-robot logika.
masalahnya, kedukaan itu lebih kepada kemenangan ego dan nalar terhadap cipta dan karsa.
ketika kita tersentak dari kondisi ini, sujud syukur akan kita panjatkan sesaat. setelah itu… siklus berputar kembali…
turut berduka cita untuk korban gempa tasikmalaya. semoga mereka diterima di sisiNya. amin…