Of Course Not!!!
Terinspirasi dari komen para sahabat di postingan gw sebelumnya, well jd pengen mendadak curhat, curhat securhat-curhatnya tentang pergumulan gw dengan dunia maya. *halah hiperbolis buangets*
Kalau gw pernah merasa sangat tergila-gila itu betul, awal-awal mengenal internet dengan serba ketidaktahua, serba blank dan akhirnya lebih banyak mengenal secara otodidak, sign up sana-sini, akun ini, akun itu, maniak chatting, ngabisin waktu hanya buat ngotak-ngatik template friendster, dan yang paling mengerikan saat gw pertama ngblog di WP persis, awalnya sign up biasa aja siy..bikin post beberapa..dan lom ngeh dengan keasyikan satu ini, hingga kemudian vakum beberapa bulan dengan beberapa blog yang ga jelas juntrungannya bertebaran, ada di multiply, blogspot dengan puisi-puisi roman picisan (skg dah dihapus re) dan entah dimana lagi, tak ingatlah itu sekarang.
Hingga klimaksnya gw sangat addicted dengan Wordpress dan lahirlah SENYAWA, heueheuehu, disana nyaris merasa hal tergila dalam hidup gw, gmn engga, bangun tidur, setiap waktu dimana sempet gw lihat blog, posting semaunya, bener-bener kek orang anti sosial di dunia nyata, tapi saat berkomunikasi berkomunikasi disana di dunia maya rasanya gmn ya, kek ada eufhoria tersendiri, dan bersyukur juga akhirnya gw bertemu sahabat-sahabat baik, meski hanya kenal cuma beberapa orang semata, ada yang deket, setengah deket dan deket banget
Dan yang lebih gilanya dulu itu, gw bisa ngabisin BW berjam-jam, ngecek BOTD tiap sempat, rasanya bangga banget postingan ga penting gw nangkring disana, pernah sampai sehari gw dapat lebih dari seribu klik, dan karena hal itu dulu gw ngerasa keren gimana gitu, kali ini klo kilas balik kok berasa aneh, berpikir kembali apa siy maksud gw ngblog dengan kebanggaan seperti itu, keliatan narsisnya, ingin nunjukin sesuatu pada dunia, but its over.. tapi semoga postingan disana tetep bermanfaat. Amin
Trus lama-lama kok ada perasaan aneh ya, ganjel, janggal, kebayang kan gw bisa tahan berjam-jam bahkan bisa ga tidur cuma untuk onlen, banyak hal sekitaran terbengkalai, sapaan manusia sekeliling cukup dijawab dengan hmm..anggukan..tanpa ekspresi lain kecuali melototin monitor, makan didepan layar, minum di depan layar kecuali mandi kali
Tapi thanks God, si Dia cukup mengerti akhirnya .. maafkan gw ya suazz *hugz*
Hidup kek gitu, ternyata lama-lama hati gw nolak, so mutusin diri buat hiatus dulu memikirkan kembali apa yang gw inginkan sebenarnya dari aktivitas yang akhirnya lebih banyak membawa madharat (setidaknya buat gw pada saat itu dengan cara seperti itu) tapi nyatanya emang ga bisa lepas keseharian gw dr dunia inet, berasa uring-uringan kalau ga bisa onlen barang sehari.
Dan saat booming plurk, fesbuk sampai ada sebutan “jamaah fesbukiyah” segala, gw termasuk yang engga (atau mungkin belum) terbawa arus, fs juga sudah lama gw tinggalkan, rasanya aneh mengenal seseorang dengan hanya baca profil, cukuplah silaturahim via blog or via chatting, di blog meski ga kenal fisik atau bahkan ga tahu the real profilnya, tapi kedekatan yang ada justru dibangun dari tulisan-tulisan yang disajikan para blogger plus komentar-komentarnya. Soal chat mengecet, kebetulan gw hanya terbatas dengan beberapa orang (bisa dihitung jari) dan itu tergantung chemistry yang terjalin sebelumnya untuk membuat silaturahim viat cet-mengecet tetap bisa lanjut (Hai Bruzzer, sista, Kid, remember??, when you know me its previlige
) he..he.. *narsis mode* hmm..just kidding!!!
So akhirnya gw berusaha melakukan aktivitas di dunia maya tanpa harus ada “guilty feeling” ya itu tadi dengan cara ga ninggalin hal-hal yang lebih wajib hukumnya, tidak mengurangi produktivitas yang lain toh menulis, bersilaturahim di dumay memang jadi hiburan tersendiri, prinsipnya jangan sampai aktivitas dunia maya menjadi “pencuri waktu” yang akhirnya nurani gw mengatakan “Hey Ney its just wasting your time.., stop it!!!!” Yap..kita sendiri yang bisa ngukur dan merasakkan semua itu siy, ya ga?.
Boleh jadi dunia maya, internet dan pernak-perniknya, sudah menjadi gaya hidup, ekspresi personal yang hampir kek virus, menembus batas geografis, ruang dan waktu para usernya, berpengaruh lebih positif atau negatif pun hanya bisa dirasakan masing-masing penggunanya.
Hati-hati adalah keharusan, John Dryden pernah bertutur “Pertama kita yang membentuk kebiasaan tapi lama-lama kebiasaan yang membentuk kita” kebiasaan yang akhirnya mengendalikan hidup dan keseharian kita. so Watchout dengan si habit ini.
Hmmm..berat re..ini postingan bukan buat siapa-siapa tapi buat diri gw sendiri lah ya..gw setuju dengan apa yang dikatakan temennya Mas Den Mas..
“Seandainya kamu mati, apakah internet yang menguburkanmu?
My idea is..”Of course not” !!!! jangan sampe lah ya. TITIK ga pake KOMA
No related posts.

Salam
Pastinya internet ga bisa menguburkan gw tapi klo gw tak tampak lamaaaaaaaaa beraktivitas disini mungkin gw sudah terkubur, doakan saja khusnul khatimah ya. Amiiiiiiinnnnnnnnn.
candu online rasanya melebihi candu itu sendiri. janji hati, pagi satu jam, sore satu jam, malam pun satu jam, 3/24 jam seharinya. ini sebetulnya sdh berlebihan jika dibandingkan waktu shalat saya. janji tinggal janji… apalagi mudahnya mendapatkan koneksi internet. hhh…. online melibas aktivitas lain yg sebenarnya jg mengasyikan : berkebun, main sepeda onthel, membaca, ngepel lantai
refleksi diri : “apakah malaikat nanti akan menanyakan berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk bermain internet?”
wekekekk neeyyy..! banyak yg mengalami perjalanan spt yg ney lalui.. tapi seleksi alam pasti tetap berlaku, hati kecil akan memisahkan mana yg perlu atau tidak. buat bundo tak ada yg perlu disesali dari perjalanan panjang di dunia maya ini *cieh panjang
* semua proses adlh bermanfaat selama kita selalu mau belajar mjd lebih baik
ney, kami ada gentlemen agreement di rumah bahwa weekend (sabtu minggu) adalah saat full di dunia nyata. ini setelah teteh melihat bagaimana aku lebih bisa berekspresi, sedih, tersenyum, dan tertawa cukup di depan monitor. sedangkan untuk menghadapi wajah2 nyata, ekspresiku malah seperti robot. dan itu cukup mengganggu dunia kami.
tapi minimal kita sudah bisa memberi sedikit goresan warna di jagad maya ini
eh, draft untuk postingan seperti ini juga sedang aku buat. entah kapan selesainya karena membutuhkan pengamatan dan analisa (soale sudah pernah diteriaki bundo utk berhenti menganalisa).
romantisme ngeblog saat di wordpress.com hingga saat ini belum juga bisa saya lupakan, mbak ney. itulah kelebihan wp.com, kita bisa mantheng postingan2 top di botd. asyik bener. dari situlah komunikasi dan jalinan silaturahmi antarbloger dimulai.
——————————
Setuju Pakde, makanya SENYAWA buat saya adalah kenangan manis, disitu kan saya juga kenal dengan Pakde, masih inget ga saat taruhan Euro cup, Pakde beneran Push up kan? hee..he..
wah..wah. sepertinya kita punya kecintaan yang sama mbak ney. sama-sama beli domain en hosting gara2 kepincut wp juga.
yup, sekalipun Mark Zuckerberg menghantam dengan FB nya..wp ngak ada matinya.
Salam Qolbu selalu
GUBRAK!!!
dah ada feeling pas baca awal2nya postingan ini, tapi nggak berani menebak. Ternyata benar, diujungnya ada namaku (oh, God!!!) dan ada hubungannya dengan perbincangan dengan temenku kemarin.
Iseng2 aku memperhatikan beberapa temen di FB, dan ada teman yang update status hampir satu jam sekali, dan menjawab semua komen. Fyuuuuh, nggak kebayang energi dan waktu yang dihabiskan dengan FB
perangi Mark Zuckerberg dengan blog……..
untun9na daku nda nyandu sekali..
masih bisalah nda n9eblo9 dan nda n9enet…
chatin9 apala9i,uda san9ad jaran9 ney…
hehhe..ney uda neuin dunia yan9 lain sekaran9,seeplah…