Junks Space

“Ternyata sampah itu bisa dimana-mana, tidak di bumi, tidak di langit bahkan di otak “

Besok hari, tugasku untuk keliling antariksa mendekati orbit bumi, komandan telah menjadwalkannya setelah sebulan lebih aku melwati cuti dengan melakukan perjalanan ke Deneb, Altair dan Vega. Ah menyenangkan sekali berkunjung kesana, Ketiga bintang itu sering disebut The Summer Triangle (segitiga musim panas) karena cahayanya yang terang dan jika dihubungkan berbentuk segitiga. Kenapa disebut The Summer Triangle karena keberadaan tiga bintang itu di langit utara lu menandakan musim panas akan segera tiba. Oh ya, Vega dari rasi Lyra, Altair dari rasi Aquila dan Deneb dari rasi Cygnus.

Vega merupakan protobintang [calon bintang] utara, menurut catatanku, 12 ribu tahun dari sekarang sumbu rotasi bumi kita akan mengarah ke bintang itu. Nantinya Vega akan menjadi bintang utara yg menggantikan kedudukan polaris. ke-3 bintang ini juga sering dgunakan sebagai petunjuk untuk mencari rasi-rasi bintang yang lainnya. Panggilan untuk Deneb adalah salib utara. Dan kamu tahu tidak, Di tengah-tengah segitiga ini akan membentang galaksi Milky Way [orang Indonesia menyebutnya Bima Sakti]. The Summer Triangle ini juga bisa dilihat di pagi hari selama musim semi dan di malam hari selama musim gugur (sampai bulan November).

Klo menurut mitologi Yunani, Vega, Altair dan Deneb adalah nama-nama tokoh dalam mitologi Yunani. Dikisahkan bahwa mereka bertiga adalah sahabat. Vega si cerdas adalah bagian utama dalam rasi Lyra. Nama Lyra sendiri adalah sebutan untuk harpa milik Orpheus, seorang musisi dalam mitologi Yunani kuno. Deneb yang berada dalam rasi Cygnus adalah sosok angsa putih yang gemulai, cantik dan menarik. Dengan tarian angsanya [swan] dia dapat memikat para dewa-dewi, Dalam suatu legenda, angsa adalah pahlawan bagi Orpheus sedangkan Altair dalam rasi Aquila adalah yang paling kuat diantara mereka bertiga, karena aquila dapat diartikan sebagai elang. simpelnya, Altair tuh digambarin sebagai Guardian Angel bagi dua sahabatnya.

Perjalanan yang menyenangkan melewati summer triangle, ya meski meletihkan tapi ada kepuasan tersendiri karena sekaligus terbang mengitari Milky way Dan tugasku esok adalah mendekati orbit bumi untuk memeriksa keadaan atmosphere dan angkasa di sekitarnya, menurut komandanku, athmosphere bumi dan sekitarnya mulai keliatan ”crowded” dengan berbagai sampah-sampah luar angkasa apalagi setelah kejadian ”satellite-collision” atau tabrakan satelit yaitu satelit aktif berupa satelit komunikasi Iridium 33 yang diluncurkan pada 1997 dengan bobot 560 kg milik AS, dengan sampah antariksa, satelit Cosmos 2251 milik Rusia yang diluncurkan pada 16 Juni 1993 itu berbobot 900 kg, tabrakan itu terjadi pada 11 Februari 2009 pukul 23.55 WIB di atas Siberia. tabrakan terjadi pada ketinggian sekitar 790 km.

Jaringan radar pemantau antariksa milik Departemen Pertahanan AS mengkonfirmasi terjadinya tabrakan itu yang menghasilkan lebih dari 700 keping pecahan satelit. Deteksi radar pada setelah tabrakan menemukan adanya 505 keping pecahan Cosmos 2251 dan 194 keping pecahan Iridium 33. Pecahan yang lebih kecil yang tak terdeteksi radar jumlahnya jauh lebih banyak.

Menurut pemantauan kami, manusia bumi tidak bisa memantau kejadian tabrakan itu secara langsung, awalnya, operator Iridium 33 melaporkan hilang kontak dengan salah satu dari 66 jaringan satelit komunikasinya.. Setelah dianalisis dari data radar ternyata Iridium 33 sudah tidak ada, diganti dengan pecahan-pecahan yang banyak. Analisis orbit dan data radar menyimpulkan bahwa Iridium 33 bertabrakan dengan COSMOS 2251. Pada saat kejadian Iridium sedang mengorbit dari arah India ke Siberia. Sementara COSMOS sedang mengorbit dari arah Eropa menuju Siberia. Perlu kamu tahu bahwa kejadian tabrakan dua satelit besar ini adalah peristiwa pertama kali. Sebelumnya hanya dilaporkan tabrakan satelit mikro dengan sampah antariksa. Sampai bulan Februari 2009 jumlah objek buatan manusia yang terdeteksi radar mencapai 13.157, hanya sekitar 3.340 berupa satelit aktif atau satelit sampah, selebihnya pecahan sampah roket atau satelit.

Ah tapi apa urusanku dengan keuntungan atau kerugian materi manusia bumi itu, kami hanya ingin memastikkan keadaan luar angkasa bersih dan aman untuk kehidupan mereka, jangan sampai terjadi sampah luar angkasa yang semakin padat memicu tabrakan berikutnya Logikanya semakin padat sampah antariksa bertebaran semakin besar juga untuk terjadi tabrakan bukan? atau lebih parahnya sampah-sampah itu jatuh ke bumi dan akan menelan banyak korban.

Ini memang tugas berat karena kukira manusia bumi tak terlalu memperhitungkan keadaan ini, kenapa ya mereka suka banget ”nyampah” ga di planet mereka sendiri tapi bahkan ruang angkasa tak luput sebagai tempat untuk nyampah, harusnya mereka sadar akan akibat dari semua itu, aku melihat banyak hal luar biasa dan bahkan bencana yang terjadi akibat memperlakukan planet mereka dengan semena-mena, ekosistem yang rusak memicu ketidakseimbangan alam dan saat alam menyeimbangkan diri maka reaksi yang mereka berikan adalah bencana untuk manusia itu sendiri, apa kalian masih inget kejadian tsunami di sekitar asia beberapa tahun lalu?, banjir dimana-mana termasuk di Amerika, badai tornado, kebakaran hutan di australia, Lusi (lumpur sidoarjo) dan Situ Gintung di indonesia, dan berita terbaru adanya pecahan es di antartika sebagai gejala dari hasil pemanasan global.

Oh ya, sepertinya ceritaku panjang juga ya, aku kira aku mesti beristirahat menyiapkan tenaga untuk tugasku esok hari serta memastikkan segala peralatan armada pesawatku akan siap. Jadi aku perlu tidur.

Kalian pasti penasaran denganku bukan? baiklah nanti akan kuceritakkan siapa diriku, aku memang bukan bagian dari makhluk bumi tapi tentang bumi dan manusia penghuninya adalah sangat menarik untuk diamati, Well sebagai perkenalan awal, kenalkan namaku Cathleya, aku biasa dipanggil Catty mungkin karena mataku yang agak sedikit sipit dan mirip kucing. Nanti akan kuceritakan tentang kisah perjalananku yang seru-seru.

Okay all, Cu ya…sampai bertemu di lain cerita..

Related posts:

  1. Surat untuk Zet | Jawaban Atas Kegelisahan

6 Responses to “ Junks Space ”

  1. [...] kau hati-hati ya dengan tugasmu saat mendekat orbit bumi, bukankah kau pernah cerita, manusia di bumi agak sembarangan, suka sekali nyampah dimana-mana, eh [...]

  2. insan says:

    ^_^ Salam kenal Catty…

    ah.. nama yang indah. benar-benar indah. Aku jadi membayangkan rona wajahmu. Tak kusangka aku menemukan seorang perempuan yang begitu tertarik dengan antariksa. Catt, jika tidak keberatan aku ingin mengikuti perjalananmu. Bukan hanya karena aku tertarik memandangi bintang-bintang dari jauh. Tapi kini ada kesempatan bagiku untuk melihatnya bersamamu dari dekat.

    Mau ya, mengajakku…! oh… iya, aku lupa memperkenalkan namaku sebenarnya kepadamu, Spencer…!

  3. daun yang diterbangkan angin says:

    namaku sophie amundsen,, teteh tahu amundsen???
    teteh kita memang senyawa ^_^

  4. [...] Oh ya sampai aku lupa menceritakan keadaanku, aku baik-baik saja Zet, sekarang lagi sibuk dengan persiapan misiku mengecek sampah antariksa di orbit bumi, semua masih dalam tahap persiapan, kau pasti sudah mendengar berita bahwa kamis 12 Maret 2009 waktu bumi yang lalu, nyaris saja saja bongkahan sampah antariksa menghantam bagian depan stasiun antariksa internasional (ISS) milik USA dan pakar mereka memperkirakan masih banyak serpihan antariksa yang akan menghampiri ISS di masa depan, tentu saja Zet seperti yang pernah kuceritakan sampah antariksa semakin banyak dan padat hingga potensi benturan atau tabrakan satelit dan semacamn…. [...]

  5. Fariskhi says:

    Altair itu kan nama jagoan di Assassin’s Creed :mrgreen:

  6. [...] Indah bukan? Heh…bukan cintamu sayang.. Tapi bintang di  pikuk malam, kilauan  Deneb, Vega dan Altair itu. [...]

Leave a Reply